Membangun Karakter Anak melalui Pendidikan

- Editor

Jumat, 31 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Een Ratna Suhaemi,S.Pd

SD Negeri 11 Pelutan, Pemalang

Anak merupakan generasi penerus bangsa yang akan menjadi ujung tombak baik buruk atau maju mundurnya sebuah bangsa. Jika generasi penerus bangsa ini memiliki karakter serta kepribadian yang baik maka sudah pasti bangsa ini semakin maju. Akan tetapi jika generasi penerus bangsa ini memiliki karakter dan kepribadian yang kurang baik maka kemerosotan bangsa ini akan terjadi. 

Karakter  adalah watak, sifat, akhlak, ataupun kepribadian yang membedakan seorang individu dengan individu lainnya.  Atau karakter dapat dikatakan juga sebagai keadaan  yang sebenarnya dari dalam diri seorang individu , yang membedakan antara dirinya dengan individu lain.

Menurut Alwisol, karakter merupakan penggambaran tingkah laku yang dilaksanakan dengan menonjolkan nilai benar-salah, baik-buruk, secara implisit  maupun eksplisit. 

Sedangkan pendidikan karakter adalah proses pemberian tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi hati, pikiran, raga serta rasa dan karsa, menurut sebuah artikel yang ditulis oleh Samani dan Hariyanto. 

Sehingga Pendidikan merupakan suatu bimbingan yang harus diberikan kepada anak dalam masa pertumbuhan  dan  perkembangannya yang bertujuan untuk menambahkan ilmu  pengetahuan dan  membentuk karakter dirinya  menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 

Maka banyak kita jumpai di dunia pendidikan dari tingkat bangku sekolah dasar, sekolah menengah, sekolah tingkat atas, bahkan sampai ke perguruan tinggi, pendidikan karakter di dalam kelas maupun di luar sekolah sangat penting. Sehingga harapannya anak secara langsung mengimplementasikan ilmu pendidikan karakter tersebut.

Pendidikan karakter mengaplikasikan nilai kebaikan  dalam bentuk tindakan  dan  tingkah laku seorang. Sehingga orang yang tidak jujur, kejam, dan perilakunya jelek  dapat dikatakan memiliki karakter jelek.  Sebaliknya orang yang berkarakter  baik maka orang tersebut dapat dikatakan berkarakter baik.  

Dalam kamus Spikologi (Dali  Gulo, 1982: p.29 ), karakter dapat dilihat dari  sudut  pandang  etika atau moral, misalnya  kejujuran  seseorang dan  biasanya berhubungan dengan  sifat-sifat yang relatif tetap.

Sudut pandang etika atau moral seperti kejujuran seorang merupakan pendidikan karakter yang  harus selalu dipegang teguh dari masa pertumbuhan  dan  perkembangan—sejak masa sekolah dasar  sampai di perguruan tinggi.

Anak akan terbentuk sesuai pendidikan karakter yang didapatkan, sehingga peran orang tua  dan guru dalam pendidikan sangatlah penting. Apalagi  pada masa sekarang ini di mana kita sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan.  Kurangnya bimbingan anak-anak dari guru dan orang tuanya dapat mengakibatkan karakter yang sudah dibentuk di masa pertumbuhan mengalami kemerosotan. 

Sangatlah miris sebagai guru melihat keadaan seperti sekarang ini, apakah kita mampu sebagai guru untuk membangun serta membentuk karakter anak menjadi yang diinginkan oleh orang tua  yang menuntut anak-anaknya dididik dengan kepribadian watak, sifat, akhlak  yang baik? 

Di sinilah peran kita sebagai guru sangatlah penting untuk membangun karakter dalam mendidik anak untuk menuju masa depan yang cerah dan membangun bangsa ini menjadi lebih baik lagi.  

Semoga apa yang kita upayakan dalam mendidik anak berkarakter baik akan menjadikan motivasi kita sebagai pendidik untuk masa yang akan datang.  Harapan kita sebagai pendidik sekaligus orang tua tentu ingin anak didiknya menjadi generasi bangsa yang berakhlak karimah yang berpegang teguh pada nilai dan norma -norma agama.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Berita Terkait

Penerapan Teknologi Satelit sebagai Upaya Pencegahan Dampak Abrasi Pantai
Mengenal Affordability Energy, Serta Kaitannya dengan Kron’s Loss Equation dan Transmission Line Losses
Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali
Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka
Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 
Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan
Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan
Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Juni 2024 - 19:50 WIB

Penerapan Teknologi Satelit sebagai Upaya Pencegahan Dampak Abrasi Pantai

Jumat, 21 Juni 2024 - 13:28 WIB

Mengenal Affordability Energy, Serta Kaitannya dengan Kron’s Loss Equation dan Transmission Line Losses

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:59 WIB

Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:35 WIB

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB

Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 

Berita Terbaru