Memadukan Pembelajaran Online di Kelas Tatap Muka Percepat Pemahaman Belajar Prakarya

- Editor

Rabu, 8 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Drs. Sri Suryana Dwi Atmaka

Guru di MAN Temanggung

 

Tidak dipungkiri lagi semenjak adanya pandemi Covid-19 semua sendi-sendi kehidupan tidak terlepas dari kegiatan yang bersifat online. Terlebih lagi pada sektor pendidikan, mau tidak mau harus melakukan kegiatan secara online, sehingga   muncul istilah pembelajaran daring atau  belajar dari rumah.

Dengan melandainya kasus Covid-19, maka pemerintah melakukan beberapa perubahan cara guru untuk melakukan pembelajaran, dari 100 % online menjadi pembelajaran tatap muka terbatas hingga pembelajaran tatap muka penuh di dalam kelas. Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri  No. 01/SKB/2022.

Perubahan yang membaik tersebut tentunya ditanggapi rasa gembira oleh  para guru, para siswa, dan para orang tua. Diakui dan dirasakan baik oleh para siswa maupun guru bahwa  pembelajaran tatap muka lebih efektif dibanding pembelajaran secara online.  Namun, guru dan semua civitas hendaknya tetap selalu mengikuti protokol kesehatan. 

Terdapat kelebihan pada pembelajaran tatap muka. Guru dapat menjelaskan langsung secara verbal, maksudnya suara yang diucapkan oleh guru akan terdengar langsung oleh para siswa. Dengan demikian guru akan dapat  menanyakan, memanggil, menasihati, menegur,  menjawab pertanyaan maupun kegiatan lain yang memerlukan komunikasi secara langsung.  Dengan tatap muka, guru dapat membawa alat peraga atau  alat praktikum yang secara langsung  dapat diamati, didemonstrasikan  maupun dipraktikkan oleh para siswa. Guru pun dapat membimbing, mengawasi, hingga menilai kegiatan belajar  mereka.  

Dengan sejumlah kelebihan pembelajaran tatap muka, bagaimanapun penyajian pembelajaran  secara online pun juga terbukti memiliki cakupan yang lebih luas. Dengan memanfaatkan sistem online,  literasi atau referensi tidak tergantung sekedar pada  buku  cetak yang  tebal dan berat. Guru dapat  memberikan tautan dari web tertentu. Demikian pula pada saat  kegiatan tertentu, di mana saat itu sedang terdapat acara  yang dilakukan oleh guru, maka  proses pembelajaran secara online pun masih dapat dilakukan.

Agar  mengefektifkan pembelajaran daring atau online, guru harus mampu memilih media dan  strategi pembelajaran yang tepat, memilih aplikasi yang sesuai.  Demikian juga ketersediaan jaringan internet yang stabil. 

Pembelajaran online ini sebenarnya masih dapat disajikan saat pembelajaran tatap muka. Maka dari  itu, grup Whatsapp yang selama ini telah terbentuk harus tetap eksis, jangan sampai terdapat  siswa yang keluar dari grup tersebut.  Oleh karena itu, para siswa masih diperbolehkan memiliki dan membawa handphone ke dalam kelas. Yang perlu ditekankan  pemakaian handphone tersebut hanya untuk mendukung proses   belajar mengajar. 

Setelah dilaksanakan pembelajaran tatap muka, untuk tetap memaksimalkan proses belajar  mengajar,  guru Prakarya masih perlu memanfaatkan internet yang dapat diakses dari handphone para siswa. Misalnya pada saat guru akan menjelaskan tentang rangkaian elektronika, maka  guru memberikan penjelasan awal sebagai pengantarnya. Selanjutnya guru membagikan link tertentu yang telah dikaji kebenarannya. Pengkajian materi Prakarya  ini penting, karena terkadang terdapat konten yang tidak sesuai dan beberapa konsep.  Kemudian para siswa membuka link tersebut dan belajar lebih lanjut. 

Ternyata pada masa pembelajaran tatap muka ini pun masih terdapat  beberapa siswa yang tidak membawa handphone dengan  berbagai alasan.  Untuk menyikapi kendala tersebut, maka guru meminta agar para siswa  bergabung membentuk kelompok belajar. Hal ini agar siswa yang tidak membawa handphone tetap masih memiliki akses belajar bersama.  Meski demikian, terkadang masih dijumpai pula beberapa siswa yang justru membuka situs yang berbeda. Maka agar penyimpangan ini bisa ditekan, guru harus pandai-pandai dalam mengelola kelas. 

Peran guru yaitu dapat  menjaga performa selama  mengajar. Jika perlu berkeliling dari kelompok belajar yang satu ke yang lain sambil memantau kegiatan belajar mereka. Bila perlu, kegiatan belajar mereka jangan  sekedar membaca, akan tetapi  divariasikan. Para siswa diminta membuat ringkasan maupun menggambar rangkaian tertentu. Karena sifat pembelajaran yang sudah tatap muka, maka hasil kegiatan belajar mereka  perlu dicatat dalam buku tulis masing-masing.  Hasil kerjaan mereka pun perlu dicek dan diberi nilai sebagai apresiasi dan bukti mereka telah mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Pada proses pembelajaran ini tentu saja masih  akan terdapat kesulitan yang dialami para siswa. Untuk itu peran guru pun masih perlu melayani  pertanyaan dari para siswa dan menjawabnya atau menjelaskan kembali. Dengan pemahaman konsep yang telah terbentuk, selanjutnya para siswa akan semakin mudah dan lancar ketika diajak untuk melakukan praktik  dalam merangkai  komponen.  Sehingga tingkat kesalahan yang dialami oleh para siswa akan dapat dikurangi. 

Peran belajar kelompok pun sangat besar. Hal ini dapat terjadi karena dalam sebuah kelompok belajar itu pasti terdapat siswa yang cerdas jika kelompok tersebut dibagi secara benar.  Terlebih lagi pada saat memahami materi yang disajikan secara online di dalam pembelajaran di kelas, mereka dapat mendiskusikan, sehingga memperoleh informasi yang penting. 

Dari uraian di atas, jelas bahwa penyajian pembelajaran secara online  masih dapat dilakukan dengan baik meski dilakukan saat tatap muka.  Dari pengamatan ternyata pemahaman belajar siswa dengan cara ini dapat tercapai lebih cepat. Selain dapat diterapkan pada pelajaran Prakarya, juga dapat diterapkan pada pelajaran Keterampilan Teknik Sepeda Motor yang secara kebetulan terdapat di MAN Temanggung.

Dengan demikian, patutlah dipertimbangkan bahwa penerapan pembelajaran secara online dalam bingkai tatap muka masih relevan juga  untuk mata pelajaran yang lain. (*)

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Editor: Moh. Haris Suhud, S.S.

Berita Terkait

Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali
Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka
Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 
Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan
Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan
Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan
Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 
Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:59 WIB

Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:35 WIB

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB

Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 

Jumat, 16 Februari 2024 - 09:32 WIB

Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:50 WIB

Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Selasa, 6 Februari 2024 - 10:35 WIB

Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Senin, 5 Februari 2024 - 10:27 WIB

Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:55 WIB

Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua

Berita Terbaru