Masa Depan Pendidikan dan Pekerjaan Era Digital jadi Sorotan di Forum B20 Indonesia

- Editor

Rabu, 1 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kamar Dagang dan Industri Indonesia, atau disingkat KADIN Indonesia telah menggelar forum diskusi virtual sebagai penyelenggara presidensi presidensi B20 indonesia yang didalamnya membahas mengenai masa depan Pendidikan dan pekerjaan di era digitalisasi sebagai rangkaian side event B20 Indonesia.

Sejumlah institusi dan organisasi diundang untuk bergabung dalam diskusi yang membahas mengenai pembangunan peta jalan dunia Pendidikan dan pekerjaan di era transisi digital.

Acara ini dihadiri HRH GKR. Mangkubumi (Putri Mahkota Keraton Yogyakarta) sebagai pemberi sambutan, serta WKU KADIN Indonesia Bidang HI Bernandino Vega Jr, Ketua APTISI Budi Jatmiko dan Ketua B20 Future of Work and Education Task Force sekaligus President Director PT Astra Otoparts Tbk dan Direktur f PT. Astra International Tbk Hamdhani D. Salim. Hadir juga sebagai panelis, Andreas Beyer (Educatius Group) dan Matt Neeb (Boston-Gotheberg), Hendri Saparini (Senior Economist Core Indonesia) dan Jo Anne Chuck (Guru Besar WSU Australia).

Diskusi virtual dilatarbelakangi oleh isu-isu yang menjadi perhatian B20 Indonesia melalui Future of Work and Education Task Force terkait digitalisasi. Hal ini telah mempercepat pemanfaatan teknologi di berbagai bidang, termasuk dunia pendidikan.

B20 Indonesia Future  Work and Education Task Force berfokus pada pemberian rekomendasi kebijakan kepada negara-negara G20 untuk mendorong kemampuan institusi Pendidikan dan sektor bisnis untuk bekerja sama beradaptasi dengan metode baru pemanfaatan teknologi digital dalam dunia Pendidikan.

Dua tahun Pandemi telah mempercepat perubahan dalam sistem pendidikan global. Akibat pandemi Covid19, pembelajaran jarak jauh menggunakan teknologi menjadi semakin umum di tengah  pembatasan kegiatan Masyarakat.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa akselerasi perkembangan teknologi digital masih belum optimal. Pemerataan penggunaan teknologi masih menjadi masalah global yang muncul antara negara maju dan negara berkembang.

Diantaranya infrastruktur yang belum siap, keterbatasan infrastruktur pembelajaran berbasis teknologi digital, dan permasalahan literasi di sektor pendidikan yang perlu dipercepat.

Perubahan pola Pendidikan dan pola kerja di masa depan akan menjadi salah satu dampak nyata yang dirasakan dengan adanya Percepatan disrupsi akibat digitalisasi dan otomatisasi.

Hal Ini yang merupakan fokus dari pengembangan isu policy paper recommendation dari gugus B20 Future of Work and Education Task Force .

Dilansir dari haionline.com Hamdhani D. Salim, Ketua B20 Future of Work and Education Task Force, mengatakan teknologi merupakan salah satu bidang yang menjadi fokus karena merupakan penggerak ekonomi digital dan terkait dengan masalah pendidikan.

Pendidikan merupakan bekal untuk menciptakan tenaga kerja yang siap menghadapi era pekerjaan di masa depan.

Pandemic dan Perubahan iklim juga menjadi salah satu pendorong yang mempercepat digitalisasi yang mampu mengarahkan dunia kerja dalam mengoptimalisasi teknologi.

Dengan ini, dunia pendidikan perlu beradaptasi dengan cepat untuk menyiapkan talenta terampil untuk mampu mengikuti pola masa depan dan dunia kerja.

Transformasi digital ini perlu dimanfaatkan negara-negara berkembang dalam mempercepat pembangunan ekonomi untuk menciptakan ekonomi inklusif karena ekonomi digital berpotensi jadi medium akselerasi pembangunan ekonomi bagi negara berkembang.

e-Guru.id menyediakan program membership dengan satu kali membayar gratis pelatihan bersertifikat 32 JP setiap bulannya. Mari bergabung dengan 9000++ di seluruh wilayah Indonesia. Tunggu apalagi DAFTAR SEKARANG

Ingin pelatihan bersertifikat 32 JP? KLIK LINK INI

Ingin dibantu mendaftar member e-Guri.id ? Hubungi wa.me/6285869433931 (Admin Ayu)

 

(law/law)

Berita Terkait

Pengumuman Terbaru Kemendikbud Menanggapi Beredarnya Link Cek Peserta PPG  Daljab 2024
Kemdikbud Resmi Mengeluarkan Edaran Yang Dinanti Khusus Guru Non Sertifikasi 
Ternyata Ini Maksud Sekolah SD di Salatiga Study Tour Naik Pesawat Terbang
Study Tour Disebut Jadi Ladang Bisnis Sekolah
Dinas Pendidikan Jawa Tengah Larang Sekolah Gelar Study Tour
Update Terbaru 16 Mei: 100 Lebih Pemerintah Daerah Siap Salurkan TPG ke Rekening Guru. Cek Daerahmu…
Kemendikbud Imbau Para Guru Tidak Terjebak Pinjaman Online
Contoh Perbedaan Tampilan PMM-nya Bagi Guru Terpanggil dan Tidak Terpanggil PPG Daljab 2024
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Mei 2024 - 23:37 WIB

Pengumuman Terbaru Kemendikbud Menanggapi Beredarnya Link Cek Peserta PPG  Daljab 2024

Jumat, 17 Mei 2024 - 23:29 WIB

Kemdikbud Resmi Mengeluarkan Edaran Yang Dinanti Khusus Guru Non Sertifikasi 

Jumat, 17 Mei 2024 - 23:00 WIB

Ternyata Ini Maksud Sekolah SD di Salatiga Study Tour Naik Pesawat Terbang

Jumat, 17 Mei 2024 - 22:30 WIB

Study Tour Disebut Jadi Ladang Bisnis Sekolah

Jumat, 17 Mei 2024 - 22:20 WIB

Dinas Pendidikan Jawa Tengah Larang Sekolah Gelar Study Tour

Kamis, 16 Mei 2024 - 18:35 WIB

Kemendikbud Imbau Para Guru Tidak Terjebak Pinjaman Online

Kamis, 16 Mei 2024 - 11:12 WIB

Contoh Perbedaan Tampilan PMM-nya Bagi Guru Terpanggil dan Tidak Terpanggil PPG Daljab 2024

Kamis, 16 Mei 2024 - 10:35 WIB

OJK: Profesi Guru Paling Banyak Lakukan Pinjaman Online

Berita Terbaru

PPG Angkatan 1 Kemenag Resmi Dibuka pada 15 Mei 2023, Kuota untuk 6.300 Guru Madrasah

News

Study Tour Disebut Jadi Ladang Bisnis Sekolah

Jumat, 17 Mei 2024 - 22:30 WIB