Memahami Pembelajaran Kreatif di Dalam Kelas

- Editor

Jumat, 14 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembelajaran kreatif merupakan proses kegiatan belajar mengajar yang dapat membangun pengetahuan dan mengembangkan kemampuan siswa.

Menurut Munandar (1995 :12) kreativitas adalah hasil dari interaksi antara individu dan lingkungan sesorang dan dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia berada dengan demikian baik berubah di dalam individu maupun di dalam lingkungan dapat menunjang atau dapat menghambay upaya kreatif.

Menurut Supriyadi (1994 :7) kreativitas diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baik berupa gagasan maupun karya nyata, yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Menurut para ahli, pengertian pembelajaran kreatif adalah prose belajar yang berlangsung seumur hidup atau longlife education pada setiap diri orang. Orang-orang yang menerapkan longlife education dapat memperlihatkan perilaku ke arah yang lebih baik secara kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Selain itu, pembelajaran kreatif dapat diartikan sebagai proses pembelajaran yang mengharuskan guru untuk dapat memotivasi dan memunculkan kreativitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung, dengan menggunakan beberapa metode dan strategi pembelajaran yang variatif.

Orang yang kreatif memiliki potensi untuk lebih baik dalam mengembangkan daya nalar dan menemukan solusi dari berbagai permasalahan pembelajaran.

Dengan mengembangkan potensi berpikir kreatif maka akan membangun motivasi yang tinggi untuk melakukan hal-hal yang positif.

Mengembangkan kemampuan siswa dapat dilakukan dengan menggunakan proses kreatif, dimana teori, ujian, cerita, solusi, analisis, dan desain pembelajaran tidak hanya sekedar untuk menghafal informasi.

Pembelajaran kreatif dapat diartikan pada saat siswa dapat menggunakan imajinasi dan pemikiran kritis untuk menciptakan ide baru yang bermakna. Dalam pembelajaran ini guru dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan siswa dalam menemukan solusi dari berbagai masalah yang ditemukan.

Untuk dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif, maka guru harus mampu memilih materi yang sesuai dengan kemampuan siswa, menentukan metode pembelajaran yang bisa memudahkan siswa dalam memahami materi yang diberikan, menggunakan media pembelajaran yang efektif sehingga dapat memperlancar proses belajar mengajar, dan mampu menentukan evaluasi yang tepat untuk mengukur tingkat penguasaan siswa.

Manfaat Pembelajaran Kreatif

Pembelajaran kreatif dapat memungkinkan siswa untuk terlibat dalam pengalaman belajar yang kreatif sehingga semakin lama akan memperluas pemahaman dan mempertahankan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa. Selain itu terdapat beberapa manfaat lainnya yaitu :

  1. Merancang Pemecahan Masalah

Pembelajaran kreatif dapat mengubah cara siswa dalam memecahkan masalah dan dapat menjadikan siswa lebih imajinatif dan inovatif. Selain itu juga dapat mengatasi pertanyaan yang belum diketahui jawabannya secara lebih baik.

2. Mengembangkan Pemikiran Kritis

Pembelajaran ini dapat memberikan ide-ide yang inovatif dan menyampaikan solusi dari suatu permasalahan. Ide dan solusi yang muncul dapat berupa analisis penerapan dan penyesuaian untuk menghasilkan ide dan solusi yang lebih baik dari sebelumnya.

3. Berani Mengambil Risiko

Dengan menggunakan pembelajaran ini maka siswa akan berani mengambil risiko dan melihat hasil yang berbeda dari bayangannya.

4. Menciptakan Rasa Ingin Tahu

Pembelajaran ini dapat membangun pola pikir ingin tahu pada diri siswa, karena proses belajarnya memicu rasa ingin tahu dan dapat melakukan diskusi. Sehingga mengarahkan siswa pada wawasan yang lebih luas.

4. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Pembelajaran ini dapat membangun kepercayaan diri siswa, dimana siswa lebih mungkin menerapkan pembelajaran yang sudah dipelajari sehingga lebih yakin akan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki.

Contoh Pembelajaran Kreatif

  1. Role Playing

Bermain peran merupakan penerapan dari teknik skenario dimana siswa bertindak atau berperilaku sesuai dengan karakter dan situasi yang dimainkannya. Melalui model pembelajaran kreatif ini, siswa bisa meningkatkan kreativitas dan imajinasinya. Sehingga guru dapat menyiapkan skenario kemudian memilih kelompok siswa untuk memerankannya. Terakhir, setiap kelompok memberikan kesimpulan cerita secara umum dan melakukan evaluasi bersama.

2. Tebak Kata

Permainan tebak kata dapat dikatakan sebagai model pembelajaran kreatif yang paling mudah untuk dilakukan. Dengan menggunakan model ini dapat melatih siswa untuk menghafal suatu istilah atau kosakata yang sesuai dengna materi pembelajaran.

3. Facilitator and Explaining

Debat dan brainstorming dapat dilakukan guru dengan membagi siswa ke dalam dua kelompok, dimana salah satu siswa berperan sebagai fasilitator dan menjelaskan materi. Sedangkan siswa yang lainnya bertugas untuk mendengrkan. Dengan ini akan menciptakan diskusi di kelas mengenai materi yang disampaikan dan munculah ide-ide kreatif siswa.

4. Storytelling

Bercerita atau mendongeng adalah model pembelajaran kreatif yang dapat membuat informasi menjadi lebih menarik. Guru dapat menyampaikan materi pembelajaran melalui dongeng dan meminta siswa untuk bercerita di depan kelas.

5. Dragon Ball

Model pembelajaran ini tentu tidak kalah menyenangkan, dengan menggunakan model ini maka siswa akan bersemangat untuk dapat saling membuat pertanyaan yang diberikan kepada teman-temannya ketika belajar bersama di kelas.

6. Alat Peraga

Model pembelajaran dengan memanfaatkan alat peraga tentu juga tidak kalah menarik. Dengan menggunakan alat peraga dalam mata pelajaran akan memudahkan siswa untuk memahami materi dan melihat secara langsung gambaran dari materi yang disampaikan.

Langkah-Langkah Menciptakan Pembelajaran Kreatif

  1. Terbuka Untuk Ide Baru

Untuk dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif maka guru harus memiliki pemikiran yang fresh dan terbuka. Dengan melihat suatu hal dari cara dan perspektif yang lain sehingga berpotensi untuk menghasilkan pemikiran baru dalam metode pembelajaran dan interkasi dengan siswa.

2. Menciptakan Suasana Kelas yang Nyaman

Untuk dapat mincaptakan suasana kelas yang nyaman maka dapat dimulai dengan guru memberikan sapa kepada siswa atau bahkan menanyakan kabar siswa dengan ramah dan bersemangat untuk menarik perhatian siswa.

Disaat siswa sudah merasa nyaman berada di dalam kelas, maka siswa tidak akan merasa tegang atau takut untuk membuat kesalahan.

3. Menganggap Kreativitas Sebagai Bagian Pembelajaran

Menciptakan kelas yang dapat menghadirkan kreativitas maka guru dapat memulai dengan membuat mading yang berisi berbagai cara penyelesaian masalah atau solusi kreatif dalam permasalahan di dunia nyata. Dengan hal tersebut maka guru akan terbiasa untuk melibatkan kreativitas yang lain masuk dalam penyampaian materi pembelajaran.

4. Menanamkan Kreativitas dalam Kurikulum

Guru dapat mendukung kreativitas siswa dengan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. Maka dari itu, guru harus memiliki pemahaman tentang pedagogi yang mengacu pada pengetahuan bagaimana merancang pengalaman belajar kreatif untuk mendukung dan menumbuhkan sikap, pemikiran, serta tindakan kreatif siswa yang telah disesuaikan dengan kurikulum.

5. Bereksperimen dengan Metode Pembelajaran

Dengan kecerdasan, gaya dan cara belajar yang berbeda dari setiap siswa maka guru dapat mencoba untuk menerapkan beberapa metode pembelajaran baru untuk menentukan metode mana yang paling efektif digunakan.

6. Menggabungkan Seni, Musik, dan Budaya dalam Pembelajaran

Menemukan cara untuk menggabungkan kreativitas seni dan budaya, dengan hal tersebut maka guru dapat menyampaikan materi dan memperkaya pengetahuan siswa akan budaya.

Pembelajaran kreatif diharapkan dapat memberikan bekal yang dibutuhkan oleh siswa untuk menghadapi tantangan dan masalah dalam hidup yang tidak menentu.

Daftarkan Diri Anda Sebagai Member e-Guru.id untuk Mendapatkan Diklat dan Seminar Gratis!

Penulis : Eka Susiyanti

Berita Terkait

Waspada! 5 Kategori Guru Honorer Tidak Bisa Diangkat PPPK 2024, Baik PPPK Full Time Maupun Part Time
MenPANRB: Guru PPPK dan PNS Pindah ke IKN Secara Bertahap
Menjelang Pembukaan Pendaftaran, Ketahui Perbedaan PPPK Guru Full Time dan Part Time di Tahun 2024
Siap-Siap Pindah Tugas, Kemenag Serahkan 505 SK untuk Guru
Tunjangan Insentif Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Tahun 2024 Telah Cair, Cek Sekarang!
KemenPANRB: Peraturan Baru Kenaikan Pangkat Guru PNS
2 Kategori Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Penerima Tunjangan Uang Makan Tahun 2024
Kabar Gembira untuk Guru TK, SD, SMP, SMA Usia 50 Tahun Ke Atas, Dengan Adanya Kebijakan Baru
Berita ini 499 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:48 WIB

Waspada! 5 Kategori Guru Honorer Tidak Bisa Diangkat PPPK 2024, Baik PPPK Full Time Maupun Part Time

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:40 WIB

MenPANRB: Guru PPPK dan PNS Pindah ke IKN Secara Bertahap

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:11 WIB

Menjelang Pembukaan Pendaftaran, Ketahui Perbedaan PPPK Guru Full Time dan Part Time di Tahun 2024

Senin, 19 Februari 2024 - 11:20 WIB

Tunjangan Insentif Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Tahun 2024 Telah Cair, Cek Sekarang!

Minggu, 18 Februari 2024 - 13:32 WIB

KemenPANRB: Peraturan Baru Kenaikan Pangkat Guru PNS

Minggu, 18 Februari 2024 - 11:42 WIB

2 Kategori Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Penerima Tunjangan Uang Makan Tahun 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 13:05 WIB

Kabar Gembira untuk Guru TK, SD, SMP, SMA Usia 50 Tahun Ke Atas, Dengan Adanya Kebijakan Baru

Sabtu, 17 Februari 2024 - 12:21 WIB

Ada 1 Syarat Tambahan Baru untuk Pencairan Tunjangan Profesi Guru, Guru Wajib Bersiap!

Berita Terbaru