3 Model Pembelajaran Menyenangkan

- Editor

Kamis, 13 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menemukan model pembelajaran menyenangkan menjadi PR tersendiri bagi pengajar maupun orang tua dalam mendidik siswa atau anak.

Banyak dari siswa dan/atau anak merasa kesulitan dalam mengikuti pembelajaran. Mulai dari minat yang rendah, merasa bosan dengan pola pembelajaran, sulit memahami materi dan berbagai macam faktor lain.

Model pembelajaran sendiri menurut Trianto (2010: 51) dalam Afandi dkk (2013:15) dimaknai sebagai sebuah pola yang digunakan untuk merencanakan pembelajaran. Di dalam model pembelajaran itu terdapat tujuan, tahap-tahap, lingkungan, dan pengelolaan kelas.

Berbeda dengan metode pembelajaran, model pembelajaran merupakan pedoman untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya, sedangkan metode pembelajaran merupakan cara untuk mencapai tujuan tersebut.

Terdapat begitu banyak model pembelajaran yang terdapat dari berbagai sumber literasi, baik dari buku, jurnal ilmiah, maupun berbagai sumber literasi lain. Diantara berbagai model pembelajaran tersebut, terdapat 3 model pembelajaran yang cukup menyenangkan, yaitu :

1. Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)

Model pembelajaran ini berusaha untuk mengaitkan dunia nyata dalam prosesnya. Lebih lanjut, Sanjaya (2006: 109) dalam Afandi dkk (2013:40) menyatakan bahwa Contextual Teaching and Learning atau CTL ini merupakan suatu konsep dalam pembelajaran yang menekankan keterlibatan siswa menemukan hubungan dari materi yang dipelajari dengan situasi dalam kehidupan nyata.

Nurhadi (2003: 31) dalam Afandi dkk (2013:40) membagi komponen utama pembelajaran kontekstual menjadi 7 yaitu :

a. Konstruktivisme

Landasar berpikir konstruktivisme ini menekankan pada membangun pemahaman sendiri berdasarkan pengetahuan dan pembelajaran yang bermakna. Landasan berpikir ini memadukan penegtahuan baru dan pengetahuan awal dalam pengalaman belajar untuk menciptakan pemahaman.

b. Inkuiri

CTL menjadi metode pembelajaran berdasarkan inkuiri atau menemukan fakta berdasarkan pengamatan dan pencarian berdasarkan fenomena.

c. Bertanya

Rasa penasaran mendapatkan peran cukup penting untuk menimbulkan pertanyaan sehingga siswa mendapatkan informasi sesuai dengan pertanyaan yang ingin diketahui jawabannya. Pertanyaan tersebut idealnya tidak hanya disimpan di dalam kepala, namun perlu untuk diwujudkan dalam aktivitas bertanya dalam pelaksanaan model pembelajaran CTL.

d. Masyarakat Belajar

Masyarakat belajar dimaknai sebagai anggota kelompok belajar yang beragam. Kegiatan bertukar pikiran antar teman dalam kelompok, kerjasama serta komunikasi dua arah turut memberikan sumbangsih dalam prestasi belajar siswa.

e. Pemodelan

Pemberian contoh kemudian ditiru oleh siswa dapat memberikan gambaran nyata kepada siswa terkait materi yang diajarkan. Pemodelan merupakan aktivitas memberikan contoh kepada audiens terkait beberapa hal yang akan diajarkan.

f. Refleksi

Proses refleksi ini berusaha menghubungkan pengetahuan yang baru diperoleh dengan pengetahuan dari masa lalu. Proses ini dapat dilakukan dalam kegiatan tanya jawab, jurnal buku siswa, kesan dan saran siswa, diskusi, karya dan lain lain yang mengarahkan siswa pada pemahaman terhadap materi.

g. Penilaian Nyata

Penilaian ini merupakan penilaian yang sesuai dengan perkembangan belajar siswa mulai dari proses, kinerja hingga produk.

2. Pembelajaran Mencari Pasangan (Index Card Match)

Model pembelajaran ini dilakukan dengan cara bermain yang cukup menyenangkan. Ketika pelaksanaannya, peserta didik akan belajar secara aktif dan mandiri. Mencari pasangan yang dimaksud dalam model pembelajaran ini bermaksud untuk mengulang materi yang telah diajarkan sebelumnya meskipun materi baru tetap dapat diajarkan.

Lebih lanjut Zaini (2008: 67) dalam Afandi dkk (2013:48) menuliskan langkah-langkah pelaksanaan model ini sebagari berikut :

a. Menyiapkan Bahan

Pertama yang perlu dilakukan adalah menyiapkan potongan kertas sesuai dengan jumlah peserta, kemudian bagi kertas menjadi 2 bagian yang sama besar

b. Menyiapkan materi

Salah satu sisi separuh kertas tuliskan (guru) pertanyaan yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Sisi separuh kertas lainnya dituliskan jawaban soal dari pertanyaan tersebut

c. Pembagian peran pasangan

Kumpulkan kertas kemudian kocok sehingga soal dan jawaban dari seluruh peserta menjadi tercampur. Beri masing-masing peserta satu kartu dimana setiap siswa memiliki kemungkinan untuk mendapatkan kartu soal dan siswa lain mendapatkan karu jawaban

d. Temukan Pasangan

Minta peserta untuk menemukan pasangan antara soal dan jawaban. Sampaikan bahwa peserta tidak diperkenankan memberitahukan materi yang didapatkan kepada peserta lain. Jika sudah menemukan pasangan, maka peserta diminta duduk atau berdiri berdekatan

e. Pembacaan

Setelah semua peserta menemukan pasangan masing-masing, minta setiap pasangan bergantian membacakan soal untuk kemudian dijawab oleh pasangannya

f. Penutup

Akhiri dengan klarifikasi soal dan jawaban yang disampaikan oleh peserta lalu berikan kesimpulan akhir.

Model pembelajaran ini dapat dilakukan untuk mengulang materi yang disampaikan selama satu periode pembelajaran penuh untuk membantu siswa mengingat kembali materi. Namun sebelum pelaksanaanya siswa dapat diminta untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu

3. Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang melibatkan keaktifan peserta dalam sebuah kelompok.

Terdapat berbagai tipe pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif, diantaranya adalah sebagai berikut :

a. Jigsaw

Tipe ini dilakukan dengan cara membagi siswa dalam beberapa kelompok, kemudian tiap kelompok diberikan materi yang berbeda-beda, perwakilan siswa dari beberapa kelompok dengan keahlian atau materi yang sama berdiskusi dalam kelompok ahli untuk kemudian kembali ke kelompok asal untuk menerangkan hasil diskusi lalu mempresentasikannya di depan kelas.

b. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

Fokus dalam tipe ini adalah untuk mengajarkan membaca dan menulis pada siswa di tingkat sekolah dasar dan menengah.

Adapun cara pelaksanaan tipe ini dilakukan dengan cara membagi peserta dalam kelompok baca, kemudian diberikan bahan bacaan yang sesuai dengan materi untuk kemudian didiskusikan oleh peserta.

c. Numbered Head Together (NHT)

Tipe ini dirancang berkaitan dengan pola interaksi siswa dengan memberikan nomor pada siswa untuk kemudian guru memanggil nomor siswa secara acak.

Tipe NHT ini dapat dilaksanakan dengan cara membuat kelompok yang terdiri dari anggota yang dipilih secara acak lalu diberikan nomor tertentu untuk kemudian diberikan materi.

Materi siswa dalam kelompok merupakan materi yang sama tiap anggota, selain materi tersebut siswa juga mendapatkan materi lain yang berbeda-beda kecuali siswa dengan nomor yang sama maka akan mendapat tugas yang sama

Setelah penentuan materi, siswa berdiskusi dalam kelompok lalu mempresentasikan hasil kelompok untuk menciptakan diskusi dalam kelas.

Dilanjutkan dengan adanya kuis individual dan dituup dengan pengumuman hasil kuis dan memberikan penghargaan bagi kriteria tertentu.


Seperti halnya tak ada gading yang tak retak, setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan juga kelemahannya masing-masing.

Berbagai model pembelajaran tersebut di atas dapat disesuaikan dengan materi pelajaran yang diajarkan. Selain itu, guru juga dapat mengembangkan atau mengadaptasi berbagai model pembelajaran lain untuk menciptakan model pembelajaran baru yang lebih menyenangkan dan sesuai dengan materi yang akan diajarkan dalam kelas.

Selain itu, masih banyak model-model pembelajaran menyenangkan lain yang dapat ditemukan dari berbagai literatur atau sumber. Namun ketiga model di atas dapat menjadi alternatif pilihan model pembelajaran yang menyenangkan dengan melibatkan partisipasi siswa dalam pelaksanaannya.

Untuk menambah wawasan pendidik, mengenai berbagai tips dan trik yang bermanfaat, pendidik dapat membaca berbagai informasi di naikpangkat.com.

Selain itu, untuk meningkatkan kompetensi, pendidik dapat megikuti berbagai tawaran program pelatihan dari e-guru.id, salah satunya adalah Pelatihan Ice Breaking Seru, No Boring Dan Anti Garing Agar Pembelajaran Menjadi Menarik Dan Menyenangkan. DAFTAR SEKARANG!


More Info:
https://wa.me/6285161610200

Berita Terkait

Waspada! 5 Kategori Guru Honorer Tidak Bisa Diangkat PPPK 2024, Baik PPPK Full Time Maupun Part Time
MenPANRB: Guru PPPK dan PNS Pindah ke IKN Secara Bertahap
Menjelang Pembukaan Pendaftaran, Ketahui Perbedaan PPPK Guru Full Time dan Part Time di Tahun 2024
Siap-Siap Pindah Tugas, Kemenag Serahkan 505 SK untuk Guru
Tunjangan Insentif Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Tahun 2024 Telah Cair, Cek Sekarang!
KemenPANRB: Peraturan Baru Kenaikan Pangkat Guru PNS
2 Kategori Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Penerima Tunjangan Uang Makan Tahun 2024
Kabar Gembira untuk Guru TK, SD, SMP, SMA Usia 50 Tahun Ke Atas, Dengan Adanya Kebijakan Baru
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:48 WIB

Waspada! 5 Kategori Guru Honorer Tidak Bisa Diangkat PPPK 2024, Baik PPPK Full Time Maupun Part Time

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:40 WIB

MenPANRB: Guru PPPK dan PNS Pindah ke IKN Secara Bertahap

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:11 WIB

Menjelang Pembukaan Pendaftaran, Ketahui Perbedaan PPPK Guru Full Time dan Part Time di Tahun 2024

Senin, 19 Februari 2024 - 11:20 WIB

Tunjangan Insentif Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Tahun 2024 Telah Cair, Cek Sekarang!

Minggu, 18 Februari 2024 - 13:32 WIB

KemenPANRB: Peraturan Baru Kenaikan Pangkat Guru PNS

Minggu, 18 Februari 2024 - 11:42 WIB

2 Kategori Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi Penerima Tunjangan Uang Makan Tahun 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 - 13:05 WIB

Kabar Gembira untuk Guru TK, SD, SMP, SMA Usia 50 Tahun Ke Atas, Dengan Adanya Kebijakan Baru

Sabtu, 17 Februari 2024 - 12:21 WIB

Ada 1 Syarat Tambahan Baru untuk Pencairan Tunjangan Profesi Guru, Guru Wajib Bersiap!

Berita Terbaru