Home / Opini

Minggu, 12 September 2021 - 01:37 WIB

Dunia Pendidikan Kita di tengah Badai Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang terjadi hampir di seluruh dunia menjadi kendala bagi semua kalangan di dunia dan juga merupakan krisis kesehatan bagi umat manusia. Dalam dunia pendidikan, pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar seperti banyaknya sekolah di dunia ditutup untuk menghentikan penyebaran virus tersebut.

Di Indonesia, dampak pandemi Covid-19 membuat pemerintah membuat suatu kebijakan yaitu program pembelajaran daring dan juga diterbitkannya kurikulum darurat. Sehingga hal tersebut sangat dirasakan oleh berbagai pihak terutama guru, kepala sekolah, peserta didik, dan orang tua.

Kendala umum yang dialami dalam dunia pendidikan terutama oleh peserta didik, guru, serta orang tua dalam kegiatan belajar mengajar online adalah kurangnya penguasaan teknologi, biaya untuk membeli kuota internet. Sedangkan dua hal tersebut menjadi syarat utama agar dapat melaksanakan pembelajaran secara maya.

Di samping itu, bertambahnya pekerjaan orang tua yang harus mendampingi anak-anaknya dalam proses belajar mengajar juga menjadi masalah tersendiri;  komunikasi dan sosialisasi antar peserta didik menurun; proses interaksi guru dan orang tua siswa menjadi semakin berkurang; dan adanya jam kerja yang tidak terbatas bagi tenaga pendidik dan peserta didik karena harus berkomunikasi dan berkoordinasi setiap waktu. Itu semua menjadi dilema yang harus disikapi.

Baca Juga:  Menyambut Pembelajaran Tatap Muka pasca Pandemi dengan Blended Learning

Dampak pandemi ini pada tenaga pendidik dan peserta didik sangat besar sekali terutama ketika seorang pendidik dan peserta didik dituntut untuk selalu menuntaskan pencapaian kompetensi yang ada, baik tuntutan kurikulum maupun pencapaian KKM yang telah di tentukan di setiap lembaga.

Hal itu membutuhkan kerja keras dan adaptasi yang cepat demi tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan. Eksistensi profesionalisme seorang pendidik dan keaktifan peserta didik dituntut secara aktif dan kolaboratif demi tercapainya proses belajar mengajar dengan segala keterbatasan yang ada, sehingga mengharuskan tenaga pendidik dan guru untuk lebih adaptif serta inovatif. Dilema tersebut memicu sikap tegas peran pendidik dan peserta didik untuk mengambil tindakan pasti dalam eksistensi proses pembelajaran yang berkesinambungan.

Baca Juga:  Guru dan Teknologi di Masa Pandemi

Dan akhirnya, banyaknya kelas-kelas online dan didukungnya aplikasi pembelajaran online yang interaktif  menjadikanya proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Selain itu, banyaknya video-video interaktif, media inovatif bermunculan di mana-mana yang memungkinkan dapat membantu pendidik dan peserta didik untuk terus belajar sesuai dengan fungsinya.

Produk hasil belajar dari peserta didik pada pembelajaran daring dinilai cukup bervariasi, mulai dari kurang memuaskan, cukup hingga baik, lewat berbagai kebijakan dan strategi yang ada. Hal ini menambah keyakinan bahwa segala hambatan dan keterbatasan bukan suatu alasan untuk belajar. Dengan memanfaatkan segala potensi dan teknologi yang ada, hasil belajar di masa daring cukup efektif dan memuaskan.

Ditulis oleh Abdul Hadi, S.Pd.I (Guru di MI Darul Falah Damarwulan)

Share :

Baca Juga

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Hj. Maspa S. Puluhulawa

Opini

Mengukur Efektivitas Pembelajaran Daring di Masa Pandemi sebagai Guru dan Orang Tua
close up of human hand

Opini

Menanamkan Sikap Saling Menghargai di Kelas Mendorong Siswa Berprestasi
tips mengajar di masa pandemi

Opini

Tips‌ ‌Mengajar‌ ‌di‌ ‌Masa‌ ‌Pandemi‌ ‌Covid-19‌ ‌
Ramadan dan Kurma

Opini

Puasa Ramadan Jadi Maksimal dengan Kurma
komunikasi orang tua dengan anak

Opini

Menjadi Guru di Rumah
revolusi akhlak dengan puasa

Opini

Revolusi Akhlak dan Hal-Hal yang Membuat Puasa Sia-sia

Opini

Meningkatkan Semangat Belajar Daring dengan Self Organized Learning Environment