Jenis Active Learning – Agar konsep active learning dapat berjalan dengan baik, tentu Anda perlu untuk memahami ragam jenis active learning.
Walaupun pada dasarnya, semua ragam jenis belajar tentu mengutamakan pada 3 aspek yakni pemberdayaan aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. Namun variasi penerapannya sangat diperlukan untuk bisa menarik minat dan potensi pelajar selama di kelas.
Tujuannya, supaya Anda tidak hanya sekedar menerapkan satu teknik saja sehingga berdampak pada timbulnya rasa kebosanan dalam diri pelajar dan berpengaruh pada capaian pembelajaran.
Adapun ragam jenis active learning yakni :
1. True or False
Jenis pertama yakni teknik untuk mendidik pelajar agar memahami konsep kerjasama. Teknik ini biasa disebut dengan teknik benar atau salah (True or False).
Biasanya pelajar akan diminta untuk bisa langsung berpartisipasi di dalam pembelajaran setelah guru memberikan penjelasan singkat. Kemudian mereka mengikuti kegiatan.
2. Guided Teaching
Jenis kedua yakni teknik mengajar ala Guided Teaching atau dalam bahasa terjemahannya yakni konsep pembelajaran secara terbimbing. Teknik ini akan mengajarkan pelajar untuk bisa melakukan penguasaan terhadap materi pada pelajar. Guru juga bisa menggunakannya sebagai alat ukur pemahaman pelajar. Teknik ini mengharuskan pendidik agar pelajar dapat saling mencocokkan materi dan jawaban.
3. Card Sort
Kemudian, jenis pembelajaran active learning dengan teknik mencari kawan. Teknik tersebut merupakan serangkaian kegiatan belajar yang mengutamakan kerjasama agar pelajar dapat memahami sifat, konsep, melakukan proses kategori, maupun fakta dari adanya sebuah informasi serta membahas objek.
Model kegiatan ini mengharuskan setiap pendidik untuk bisa menjelaskan isi dari kartu yang diberikan oleh guru dalam grup pelajar. Kemudian, perwakilan dalam setiap grup akan saling mendemonstrasikan hasil belajar mereka dalam grup.
4. The Power of Two
Kemudian jenis selanjutnya yakni kegiatan yang memerlukan keterlibatan pelajar agar dapat mendapatkan jawaban secara mandiri berdasar pertanyaan khusus dari pendidik. Kemudian pelajar tersebut dapat mendiskusikannya dengan partner sebaya. Teknik ini biasanya sudah bisa digunakan untuk pelajar di jenjang SMP dan terbiasa berpikir secara cepat dan mendalam.
5. Rotating Roles
Teknik terakhir yakni dengan menjadikan pelajar ikut bermain peran dalam suatu drama maupun tugas mempresentasikan kisah. Dalam kegiatannya, pelajar akan mendapat skrip masing – masing untuk bisa diterapkan dalam drama berkaitan dengan kehidupan sehari – hari.
Halaman Selanjutnya
Manfaat Penerapan Pembelajaran Aktif…
Halaman : 1 2 Selanjutnya