Upaya Meningkatkan Disiplin dalam Upacara Bendera

- Editor

Rabu, 23 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Sugiyatmi, S.Pd.SD

Guru Kelas IV SDN 02 Bolong, Karanganyar, Jawa Tengah

 

Disiplin dalam upacara butuh sosialisasi agar mendapatkan hasil maksimal. Untuk dapat menanamkan disiplin pada siswa, perlu strategi yaitu pendekatan yang baik pada peserta didik.

Disiplin dalam upacara bendera menjadi persyaratan terbentuknya lingkungan pendidikan yang kondusif bagi kegiatan dalam proses pendidikan. Maka hal yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan disiplin dalam upacara adalah:

  1.     Terdapat Tata Tertib 

Tata tertib ini sangat bermanfaat untuk membiasakan siswa agar dalam upacara bendera melaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

  1.     Konsisten dan Konsekuen 

Umumnya masalah yang muncul dalam disiplin upacara bendera adalah tidak adanya konsisten dalam penerapan disiplin. Artinya anak kurang memiliki kesadaran disiplin dalam upacara bendera yang dilaksanakan di halaman sekolah. Atau tidak adanya sanksi pelanggaran dalam mengikuti upacara bendera. 

Untuk meningkatkan disiplin bukan ancaman atau kekerasan yang diutamakan. Namun yang diperlukan adalah ketegasan dan keteguhan di dalam melaksanakan peraturan tersebut.

  1.     Hukuman

Sebenarnya hukuman adalah untuk mendidik dan menyadarkan siswa bahwa perbuatan yang salah dapat mengakibatkan sesuatu tidak menyenangkan. Tujuan yang lainnya agar siswa dapat mencegah tindakan yang tidak baik dalam diri siswa. 

Hukuman ini diperlukan untuk mengendalikan perilaku disiplin. Namun demikian, hukuman bukan satu-satunya cara untuk mendisiplinkan anak atau siswa.

  1.     Kerja Sama dengan Orang Tua 

Dalam membentuk individu disiplin upacara bendera, tidak hanya tanggung jawab dari sekolahan saja, tetapi juga tergantung  orang tua atau keluarga. Orang tua atau keluarga merupakan faktor utama yang sangat besar dalam membina perilaku anak. Karena itu sekolah sangat perlu kerja sama dengan orang tua untuk menanggulangi masalah disiplin. 

Hal ini senada dengan pendapat Maman Rahman ( dalam Talus Tu,u, 2004:57) bahwa partisipasi orang tua dapat membantu sekolah antara lain dalam memberikan motivasi siswa untuk belajar disiplin dan membantu tegaknya disiplin sekolah. 

Kemudian langkah untuk memperbaiki dan meluruskan perilaku yang salah dan tidak baik pada siswa dapat diambil langkah-langkah sebagai berikut :

Langkah Preventif

Preventif merupakan langkah yang perlu diambil untuk mencegah siswa agar tidak berbuat hal-hal yang dapat dikategorikan melanggar tata tertib dalam upacara bendera. Langkah ini untuk mendorong siswa mengembangkan ketaatan dan kepatuhan terhadap tata tertib upacara.

Langkah Represif

Represif merupakan langkah menindak dengan hukuman pada siswa yang melanggar disiplin upacara bendera. Tindakan yang diberikan bisa berupa nasihat, teguran lisan, teguran tertulis, dan hukuman yang mendidik. 

Hukuman yang diberikan harus manusiawi dan memperhatikan martabat siswa. Tidak boleh semena-mena, namun perlu dilakukan sesuai dengan standar dan aturan yang berlaku. Selain itu, sanksi yang diberikan pada siswa harus adil sesuai kesalahan yang dilakukan, bertujuan untuk mendidik , jangan sampai siswa merasa diperlakukan secara tidak manusiawi oleh yang memberi hukuman. 

Hukuman terhadap pelanggaran peraturan disiplin upacara bendera harus dilakukan secara konsisten dan konsekuen. Artinya tidak berubah-ubah sesuai dengan keadaan dan sesuai selera. Akan tetapi tindakan yang diambil harus sesuai dengan apa yang telah disepakati dalam peraturan yang ada.

Langkah Kuratif 

Ini merupakan upaya langkah memperbaiki, meluruskan, atau menyatukan dari kesalahan-kesalahan dan perilaku salah yang bertentangan dengan disiplin dalam upacara bendera. Bila ada siswa yang melanggar ketertiban, sekolah akan memberi sanksi dan dibina oleh guru.

Dapat disimpulkan dari paparan di atas bahwa untuk peningkatan disiplin dalam upacara bendera perlu adanya tata tertib yang terlaksana secara konsisten dan kemitraan dengan orang tua. Tindakan untuk penanggulangan dapat dilakukan melalui langkah preventif, represif dan kuratif. 

Dengan hal-hal tersebut, disiplin di dalam upacara bendera harapannya dapat ditegakkan dengan baik dan akan memberikan dampak besar bagi kondusifitas di dalam upacara sehingga tercipta perubahan perilaku siswa yang positif. 

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Editor: Moh. Haris Suhud

Berita Terkait

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka
Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 
Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan
Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan
Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan
Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 
Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua
Keajaiban Kecerdasan Buatan (AI) yang Mampu Merevolusi Dunia Pendidikan
Berita ini 743 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:35 WIB

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB

Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 

Jumat, 16 Februari 2024 - 09:32 WIB

Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:50 WIB

Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Selasa, 6 Februari 2024 - 10:35 WIB

Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Senin, 5 Februari 2024 - 10:27 WIB

Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:55 WIB

Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:20 WIB

Keajaiban Kecerdasan Buatan (AI) yang Mampu Merevolusi Dunia Pendidikan

Berita Terbaru

PPG Angkatan 1 Kemenag Resmi Dibuka pada 15 Mei 2023, Kuota untuk 6.300 Guru Madrasah

News

Study Tour Disebut Jadi Ladang Bisnis Sekolah

Jumat, 17 Mei 2024 - 22:30 WIB