Penerapan Penting Privatisasi dan Swastanisasi Dalam Sektor Pendidikan

- Editor

Minggu, 2 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkembangan dalam arus pemikiran saat ini telah memunculkan sebuah ideologi yang sifatnya adalah “pro pasar”. Berkurangnya peran negara dan lebih di tekankannya peran individu untuk pengelolaan sumber daya manusia. Akhirnya menimbulkan iklim kompetisi. Konsep tersebut terkenal  dengan sebutan liberalisme / neo-liberalisme.

Munculnya konsep tersebut, sebenarnya memiliki titik tekan dalam bidang ekonomi. Hal tersebut terbukti dari goal atau tujuan utama dari konsep tersebut. Yakni private gain atau di sebut keuntungan pribadi. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu. Konsep tersebut pun di artikan secara lebih luas dengan menekankan setiap sektor layanan publik dapat terlibat dalam liberalisme / neo-liberalisme. Tidak menutup kemungkinan pula, konsep ini akan berkembang dalam dunia pendidikan. Hal itulah yang melahirkan konsep privatisasi dan marketisasi pendidikan.

Pelajari Apa Saja yang Berkaitan Dengan Privatisasi Pendidikan

Sebagai sebuah turunan dari pemikiran besar konsep liberalisme / neo-liberalisme sudah dapat di lihat bahwa privatisasi. Dan marketisasi pendidikan adalah program pro pasar yang sifatnya adalah mencari keuntungan pribadi. Privatisasi Pendidikan atau bahasa sederhananya adalah swastanisasi pendidikan. Dapat di artikan secara sederhana sebagai penyerahan proses pengelolaan pendidikan kepada sektor swasta yang berbentuk perseorangan maupun perusahaan. Privatisasi pendidikan ini membuat dunia pendidikan menjadi lahan bisnis. Dan lahan persaingan antar lembaga pendidikan yang pada akhirnya membuat pendidikan tersebut menjadi pendidikan yang sifatnya menjadi “barang mewah” dan menjadi semakin mahal serta cenderung tidak terkendali

Sedangkan marketisasi pendidikan dapat di artikan sebagai melihat pendidikan yang merupakan komoditi. Dan tunduk kepada hukum pasar (supply and demand). Oleh sebab itu, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membutuhkan biaya yang bisa di bilang besar. Maka dari itu, orang akan berlomba-lomba membuat sekolah-sekolah yang mahal dengan bayaran yang tinggi. Seperti yang di lihat akhir-akhir ini, banyak lahir sekolah-sekolah elite yang hanya menampung anak-anak dari keluarga kaya.

Marketisasi pendidikan akan menimbulkan budaya korporat (Corporate culture) dalam dunia pendidikan. Di mana lembaga pendidikan yang seharusnya di pandang sebagai lembaga untuk mengembangkan. Mencari solusi dalam kehidupan masyarakat, kini di pandang sebagai lembaga pencari yang mengumpulkan keuntungan. Tanpa agenda jelas dan perangkat kebijakan strategis. Privatisasi pendidikan dan marketisasi pendidikan akan mendistorsi tujuan mulia pendidikan itu sendiri. Tanpa regulasi yang jelas dan etika sosial yang benar. Privatisasi pendidikan dapat menimbulkan bahaya sosial yang serius.

Langkah Penerapan Privantisasi Pendidikan

Pertama, biaya pendidikan jelas menjadi mahal. Pendidikan menjadi ‘barang mewah’ yang sulit di jangkau oleh masyarakat luas, khususnya masyarakat ekonomi kelas bawah. Kondisi ini terjadi pada lembaga pendidikan yang tidak memiliki kreativitas dan inovasi dalam melakukan fundraising. Sehingga hanya mengandalkan siswa dan orang tua sebagai target sumber pendanaan.

Kedua, memperlebar gap dalam kualitas pendidikan karena privatisasi dapat meningkatkan kompetisi. Sisi lain dari kompetisi ini adalah menciptakan polarisasi lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan yang menang dalam persaingan dan perburuan dana akan menjadi sekolah unggulan. Lembaga yang kalah akan semakin terpuruk menjadi sekolah ‘kurang gizi’.

Ketiga, melahirkan diskriminasi sosial karena kesempatan untuk memperoleh pendidikan semakin sempit dan diskriminatif. Dari kasus ini, orang kaya dapat memperoleh pendidikan relatif lebih mudah ketimbang orang miskin. Orang kaya dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas. Sedangkan, orang miskin hanya memperoleh pendidikan alakadarnya.

Keempat, dari privatisasi pendidikan adalah menciptakan stigmatisasi. Segregasi kelas sosial antara orang kaya dan miskin menimbulkan adanya pelabelan sosial. Sekolah bagus dan ternama, dapat di identikkan dengan sekolahan orang kaya. Sebaliknya, sekolah sederhana adalah sekolahan kaum miskin. Masyarakat biasa yang bersusah payah menyekolahkan anaknya di sekolah ‘gedongan’ harus menerima kenyataan menjadi warga kelas dua. Karena sumbangan dana pendidikannya rendah. Di sekolah, akan terjadi kasus baru, yakni, anaknya akan merasa minder karena tidak mampu mengikuti irama dan suasana glamor di sekolah.

Kelima, menggeser budaya akademik menjadi budaya ekonomis. Dengan begitu, para guru akan memiliki mentalitas ‘pedagang’ ketimbang mentalitas pendidik. Sehingga berdampak kepada ketertarikan mereka dalam hal mendapatkan penghasilan daripada mengembangkan pengetahuan. Hal tersebut akan mendorong mereka untuk mengumpulkan ‘kredit koin’ daripada ‘kredit poin’. Di Perguruan Tinggi juga akan menimbulkan fenomena dua kategori dosen, yakni, ‘dosen luar biasa’ dan ‘dosen biasa di luar’.

Halaman Selanjutnya

Pengertian Swastanisasi Pendidikan

Berita Terkait

DOWNLOAD Poster 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Cara Mudah Membuatnya!
DOWNLOAD PDF Jurnal 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk Jenjang SD, SMP, dan SMA
Download Jurnal 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat PDF SIAP PAKAI!
Peran Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Kolaborasi Guru
Contoh Bentuk Kegiatan Kolaborasi Guru dan Siswa yang Dapat Anda Terapkan
Strategi Meningkatkan Kolaborasi Guru di Sekolah sebagai Kunci Sukses Pendidikan
Tantangan Guru dalam Mengelola Kelas dalam Pembelajaran Abad 21
Tips Ampuh Mengatasi Gangguan Kelas dan Jaga Fokus Siswa Tetap Optimal
Berita ini 305 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Januari 2025 - 10:47 WIB

DOWNLOAD Poster 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Cara Mudah Membuatnya!

Kamis, 9 Januari 2025 - 11:44 WIB

DOWNLOAD PDF Jurnal 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk Jenjang SD, SMP, dan SMA

Rabu, 8 Januari 2025 - 05:57 WIB

Download Jurnal 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat PDF SIAP PAKAI!

Kamis, 12 September 2024 - 10:58 WIB

Peran Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Kolaborasi Guru

Rabu, 11 September 2024 - 21:34 WIB

Contoh Bentuk Kegiatan Kolaborasi Guru dan Siswa yang Dapat Anda Terapkan

Berita Terbaru

Advertorial

HHRMA Bali: Jembatan Karier di Industri Perhotelan

Selasa, 11 Feb 2025 - 09:45 WIB

Unduh Sertifikat Pendidikan 32 JP Gratis