Home / Opini

Jumat, 2 April 2021 - 01:44 WIB

Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemi

Sejak saat wabah Covid -19 ini muncul di dunia khususnya di Indonesia,  sejak saat itu seluruh kegiatan atau aktivitas manusia dibatasi termasuk dalam kegiatan pembelajaran  baik dari jenjang Sekolah Dasar sampai jenjang perguruan Tinggi.  Dengan adanya kondisi tersebut pemerintah memberlakukan kebijakan  Pembatasan sosial Berskala Besar ( PSBB ) Untuk menekan penyebaran virus ini. Beberapa pemerintah daerah memutuskan kebijakan meliburkan siswa dan mulai menerapkan pembelajaran jarak jauh. 

Dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ini diperlukan kesiapan-kesiapan baik dari pihak pemerintah, guru, siswa, orang tua maupun masyarakat setempat dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Dari pemerintah memberikan himbauan tentang rambu-rambu yang harus dipatuhi. Guru ata pendidikan perlu menyiapkan strategi ataupun materi yang akan diterapkan dalam pembelajaran jarak jauh. Dari peserta didik perlu disiapkan kesehatan jasmani dan rohani. Sedangkan dari masyarakat memberikan dukungan supaya pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.

Adapun sistem yang diberlakukan dalam pembelajaran jarak jauh ini dengan menggunakan fasilitas internet seperti Whatsapp,Telegram, Zoom Meeting. Semua itu  dengan tujuan untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19 terutama pada anak-anak. 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan ketuntasan kurikulum bukanlah menjadi tujuan utama proses belajar mengajar di sekolah maupun di rumah selama pandemi ini, melainkan lebih menekankan pada kompetensi literasi, numerasi dan karakter. Prinsip utama dalam pengajaran di masa pandemi adalah kesehatan dan keselamatan. Protokol kesehatan harus dipatuhi.

Bahan ajar merupakan bagian penting dalam pelaksanaan  PJJ. Bahan ajar memiliki peran penting dalam penyelenggaraan program PJJ ini Karena peserta didik memiliki kontak yang relatif lebih sedikit dengan pengajar bila dibandingkan dengan peserta didik yang yang mengikuti pembelajaran konvensional. Bahan ajar harus dapat merangsang dan mendukung terbentuknya pengalaman belajar bagi peserta didik yang berkualitas dan mandiri. Di samping itu bahan ajar juga harus dapat menghidupkan imajinatif, aktivitas mental, memicu motivasi belajar, dan mendorong peserta didik untuk melakukan aktivitas belajar yang bermakna.

Baca Juga:  Memaknai 17 Agustus: Guru Merdeka dalam Mengajar

Pembelajaran jarak jauh  yang berjalan sejauh ini dinilai belum efektif  dan maksimal. Karena pembelajaran ini membutuhkan  perhatian khusus, terutama sarana prasarana yang digunakan meliputi jaringan internet yang harus memadai dan motivasi siswa agar dapat  mengikuti proses pembelajaran yang bersifat mandiri.

Peran Guru, Siswa  dan Orang Tua    

Dengan  adanya pembelajaran jarak jauh ini, guru sebagai pengelola kelas jarak jauh memiliki peran dalam merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran jarak jauh. Sementara itu, peserta didik dapat mempelajari bahan ajar yang diberikan dengan mengunduh, mengerjakan tugas, atau melakukan diskusi dengan topik yang diberikan.

Selain guru dan peserta didik yang tak kalah penting adalah peran orang tua  yang harus selalu aktif berkonsultasi dengan guru di sekolah menanyakan materi yang akan dipelajari dan telah dipelajari. Orang tua juga perlu memberi tahu perkembangan anak selama belajar di rumah agar guru dapat mengantisipasi langkah pembelajaran selanjutnya. 

Permasalahan dan solusi Pembelajaran Jarak Jauh

Permasalahan pembelajaran jarak jauh yang sering dialami adalah belum meratanya akses jaringan internet, mahalnya biaya kuota, belum meratanya penguasaan iptek di kalangan pendidik. Selain itu juga belum siapnya pembelajaran jarak jauh dan kesulitan orang tua dalam mendampingi anak-anaknya dalam proses pembelajaran jarak jauh.

Baca Juga:  Dampak Buruk Pembelajaran Daring bagi Anak Usia Dini

Dengan adanya kendala tersebut maka ada beberapa solusi yang diberikan pemerintah bahwa terdapat beberapa peraturan yang jelas mengatur dan memberikan gambaran tentang bagaimana proses pembelajaran jarak jauh. Penyelenggaraan belajar dari rumah di masa darurat Covid-19 juga bisa membuat fleksibilitas penggunaan dana BOS untuk subsidi kuota guru dan siswa.  

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Jarak Jauh 

Kelebihan PJJ adalah mudah mengakses materi belajar secara online dengan menggunakan ponsel atau perangkat lain yang terhubung  dengan internet., Biaya lebih terjangkau dan waktu belajar lebih  fleksibel. 

Disamping kelebihan terdapat juga kekurangannya antara lain, banyak orang tua yang mengeluh dengan banyaknya tugas yang banyak dan membingungkan. Banyak siswa yang tidak mempunyai laptop atau ponsel sendiri karena masih ikut dengan orang tuanya, dan masih banyak lagi masalah lainnya. 

Walaupun terdapat banyak kendala dalam model pembelajaran jarak jauh ini  pendidikan  harus tetap berjalan sesuai dengan keadaan yang terjadi saat ini. Kita sebagai guru dan siswa harus melaksanakan PJJ ini sebaik mungkin agar pelaksanaan pendidikan tetap berjalan dengan baik. Semoga pandemi segera berakhir agar pendidikan berjalan seperti biasanya.

Ditulis oleh: Sri Suryani, S.Ag. 

Share :

Baca Juga

covid-19 dan pembelajaran jarak jauh

Opini

Covid-19 dan Sebuah Cerita dari SD Negeri 1 Galih Lunik
pembelajaran di masa pandemi covid 19

Opini

Pelaksanaan Pembelajaran Daring selama Pandemi

Opini

Sikap Tempramental Peserta Didik dan Cara Menanganinya

Opini

Siar Syair yang Menarik pada Siswa dengan Metode CTL

Opini

Cabeuh (Carong Beuheu): Solusi Mengatasi Masalah Pembelajaran Akibat Pandemi di MIN 17 Pidie

Opini

Permainan Tradisional Layang-Layang Tak Lekang oleh Zaman

Opini

Kendala Kami Para Guru Menerapkan Kurikulum Merdeka
pandemi covid-19

Opini

Bagaimana Kami (Guru) Menghadapi Pandemi Covid-19