Home / Opini

Sabtu, 26 Juni 2021 - 07:56 WIB

Pembelajaran di Masa Pandemi yang Menguras Emosi dan Energi

Memasuki tahun kedua masa pandemi Covid-19 ini, peserta didik masih harus tetap belajar di rumah. Dan pendidik pun masih harus penyampaian bahan ajar dan tugas secara online.

Dengan sistem pembelajaran seperti ini, banyak mengalami kendala apalagi bagi sekolah kami yang bertempat di pedesaan. Kendala bagi peserta didik antara lain tidak semua siswa memiliki gawai, sinyal internet yang tidak bersahabat, ketidakmampuan membeli kuota internet, dan lain sebagainya.

Sementara itu kendala yang dihadapi oleh pendidik sendiri, selain masalah sinyal yang tidak maksimal, literasi penggunaan teknologi informatika masih cukup minim sehingga terkadang materi dan tugas yang disampaikan tidak dapat terkoneksi pada peserta didik dengan baik. Pembelajaran pun terasa membosankan .

Bebagai kendala seperti itu harus secepatnya ditangani pendidik dengan cara menjalin kerja sama dengan orang tua wali dan sekolah. Berbagai cara perlu ditempuh agar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dapat berjalan maksimal.

Baca Juga:  Mengukur Efektivitas Pembelajaran Daring di Masa Pandemi sebagai Guru dan Orang Tua

Upaya yang bisa dilakukan pendidik di sekolah antara lain melakukan komunikasi melalui gawai. Sementara bagi siswa yang tidak memiliki gawai, siswa tersebut datang ke sekolah secara personal untuk diberikan materi dan tugas secara luring terbatas oleh guru mata pelajaran secara bergiliran dalam jumlah kelompok 3-4 siswa. Ada kalanya pendidik harus mendatangi rumah peserta didik.

Pada pertengahan Juni 2021 kemarin, setelah rapat verifikasi kenaikan kelas 7, 8, dan kelulusan bagi kelas 9, kami dapatkan satu fakta beberapa peserta didik yang mengundurkan diri dengan berbagai  alasan. Alasan yang sangat mendasar dan sekaligus menggembirakan bagi kami para pendidik adalah, peserta didik keluar dari sekolah karena ingin masuk pesantren. Artinya ada rasa optimis dari saya sebagai pendidik karena siswa tersebut masih punya kegiatan yang positif sekalipun harus mundur dari sekolah.

Baca Juga:  Meniti Jalan Menjadi Guru: Lia Anies Winianti

Saat melakukan kegiatan ujian dalam bentuk PTS, PAS, US kemarin dan yang akan datang, berbagai cara harus dilakukan lagi.  Usaha perlu lebih keras lagi untuk menjalin kolaborasi dengan siswa, orangtua, agar kegiatan program sekolah dapat tercapai.

Sungguh pembelajaran daring di masa pandemi ini harus dilakukan dengan berbagai upaya dengan cara pendekatan sosial emosional agar pembelajaran secara daring dapat dilaksanakan secara  maksimal. Semoga keadaan ini cepat berlalu dan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bisa dilakukan secara normal kembali.

Ditulis oleh Indah Wulandari SMPN 1 Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Share :

Baca Juga

guru senior

Opini

Tak Ada Kata Terlambat bagi Guru Senior untuk Belajar Teknologi
pengaruh gadget pada siswa sekolah

Opini

Pengaruh Gadget pada Siswa di Masa Pandemi
mendidik anak menggunakan smartphone

Opini

Tips Mendidik Anak Menggunakan Smartphone di Era Digital

Opini

Peran Media Interaktif dalam Pembelajaran Bahasa Arab Jarak Jauh

Opini

Belajar Sejarah Jadi Lebih Seru dengan Media TTS
empty road between trees

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Indah Wulandari
pembelajaran menarik di masa pandemi

Opini

Menciptakan Pembelajaran Jarak Jauh yang Menarik di Masa Pandemi

Opini

Merangkul Anak Putus Sekolah di Daerah Terpencil Dusun Watubambang