Home / News

Jumat, 3 Juni 2022 - 18:52 WIB

Model Pembelajaran Kreatif dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak di Luar Sekolah

Model pembelajara kreatif – Dalam sebuah teori belajar dan pembelajaran, belajar kreatif adalah merupakan sebuah proses yang sangat kompleks yang terjadi pada semua orang, yang berlangsung sepanjang hayat (longlife education). Salah satu tanda bahwa seseorang melakukan belajar adalah adanya perubahan perilaku dalam dirinya, baik perilaku yang menyangkut pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), maupun perilaku yang menyangkut nilai dan sikap (afektif).

Menurut Jumanta Hamdayama, model pembelajaran kreatif adalah identik dengan pembelajaran yang dilaksanakan secara terpadu, yaitu sebuah pendekatan pembelajaran yang memberikan pengalaman mendalam kepada anak. Pembelajaran kreatif, menurut Jumanta Hamdayama memiliki beberapa karakter penting, yaitu sebagai berikut:

  1. Berpusat pada anak atau siswa (student center),
  2. Memberikan pengalaman pada anak (direct experience),
  3. Pemisahan mata pelajaran tak begitu jelas,
  4. Bersifat luwes (fleksibel),
  5. Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam proses pembelajaran,
  6. Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.
  • Dengan kreativitas otak akan menginterpretasikan konsep-konsep abstrak, sehingga menungkinkan anak untuk mencapai penguasaan yang lebih besar, terutama terhadap pelajaran yang sulit dipahami. Ada beberapa kelebihan dan keunggulan model pembelajaran kreatif ini, yaitu:
  1. Pengalaman dan kegiatan pembelajaran akan selalu relevan dengan tingkat perkembangan anak,
  2. Kegiatan yang dipilih dalam pembelajaran selalu disesuaikan dengan minat dan kebutuhan anak,
  3. Seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi anak, sehingga hasil belajar akan bertahan lebih lama,
  4. Pembelajaran kreatif akan menumbuhkan keterampilan berfikir anak,
  5.  Menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui anak dalam lingkungan,
  6. Menumbuhkembangkan keterampilan sosial anak, seperti kerjasama, toleransi, serta respek terhadap gagasan orang lain.
  7. Bentuk-bentuk Pembelajaran Kreatif di Luar Sekolah

Dalam tulisan ini kajian yang penulis angkat adalah model-model kegiatan kreatif untuk meningkatkan minat membaca anak. Ada banyak aktivitas yang sebenarnya ingin penulis ungkap, tetapi karena keterbatasan ruang dan waktu, maka ada model-model kegiatan kreatif yang penulis ambil dari beberapa kunjungan di lembaga luar sekolah di berbagai daerah maupun negara tetangga. Di antaranya adalah program parenting, sekolah menulis, praktek buku, sekolah mitra luar sekolah, mengenal reptil, sehari bersama Datuk, membaca bersama, mari mewarna, puzzle, teater anak dan My Dream.

  1. Program Parenting

Salah satu kegiatan menarik dan kreatif dalam rangka meningkatkan minat baca anak, yang bisa diselenggarakan di luar sekolah adalah kegiatan parenting. Kegiatan parenting ini, diantaranya kegiatan pelatihan mendongeng, yang diselenggarakan di luar sekolah, untuk menghidupkan kembali budaya bercerita dan membaca antara ibu dan anak.

Kegiatan ini bersifat fleksibel (sesuai dengan kedatangan orang tua dan anak). Orang tua dan anak antusias mengikuti kegiatan seperti ini. Kelekatan antara Ibu dan anak semakin menguat. Orang tua semakin sadar akan perannya sebagai sosok yang saat ini dan kelak akan dicontoh oleh anak-anak melalui budaya membaca. Anak-anak merupakan sosok yang memiliki imajinasi yang luar biasa. Melalui kegiatan membaca cerita dari buku, anak-anak dapat merasakan, melihat dan mendengar cerita-cerita tersebut yang dituangkan dalam daya imajinatifnya.

  1. Sekolah Menulis

Sekolah menulis adalah merupakan kegiatan kreatif bisa dilaksanakan di luar sekolah. Aktivitas ini terdengar agak aneh, tetapi itulah kreativitas yang diciptakan di luar sekolah. Kegiatan sekolah menulis bisa diikuti oleh anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan bagaimana cara menulis. Menciptakan kegiatan menulis adalah merupakan aktivitas yang menyenangkan. Dan teknik menghasilkan karya tulisan yang baik, merupakan tantangan yang menarik untuk diikuti.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Setuju Untuk Tidak Menghapus TPG

Lembaga pendidikan di luar sekolah dalam mengadakan kegiatan sekolah menulis bisa bekerjasama dengan media cetak, seperti redaktur koran atau majalah. Kegiatan ini selain menguntungkan peserta, ternyata juga menguntungkan luar sekolah maupun narasumber. Bagi peserta tentu akan mendapatkan ilmu, bagi lembaga luar sekolah selain mendapat pengalaman juga kegiatan pembelajaran. Sementara, narasumber memiliki keuntungan, yaitu mendapat berita untuk mengisi tugasnya sebagai wartawan.

Kegiatan menulis, tanpa disadari ternyata menjadi kriteria kemajuan suatu bangsa. Banyak kemajuan bangsa yang telah punah dan tidak dikenali hingga saat ini, karena tidak ada literatur yang ditemukan. Kemajuaan ilmu pengetahuan dan teknologi sendiri tidak terlepas dari kegiatan menulis. Maka kegiatan penghimpunan ide dengan menulis akan melahirkan karya yang akan terus dihimpun, dibaca, diaplikasikan serta dikoreksi oleh penurus.

  1. Praktek Buku

Nama kegiatan ini adalah praktek buku, yaitu kegiatan yang memiliki tujuan memberikan kesempatan dan ruang lebih luas bagi pembaca, terutama di kalangan anakanak untuk mempraktikkan isi buku. Isi buku yang digunakan tidak dibatasi, dan buku yang digunakan bisa tentang kebun, kolam, dan berbagai media tanam. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu menjadikan buku sebagai sahabat yang memberi manfaat, dan sama sekali bukan buku yang membosankan.

Hubungan kegiatan praktek buku dengan program meningkatkan minat membaca tentu sangat terkait. Kegiatan di kebun praktek menjadikan anak dan orang tua mengenal berbagai buah dan tumbuhan, sehingga lebih mudah memahami alat peraga pendidikan dan bahan bacaan yang di dalamnya ditampilkan atau disebutkan.

  1. Melestaraikan Permainan Tradisional

Kegiatan kreatif, yang bisa dilaksanakan di luar sekolah yang lain adalah kegiatan yang berkenaan dengan pelestarian permainan tradisional. Kegiatan ini bisa diikuti oleh anak-anak usia sekolah dasar atau remaja yang menyenangkan. Pelaksanakan kegiatan ini juga bersifat fleksibel, bahkan bisa melaksanakan setiap saat, oleh karenanya alat permainan tradisional yang ada di luar sekolah, selalu siap untuk dimainkan. Sehingga ketika anak-anak hadir di luar sekolah bisa langsung menggunakannya sambil menunggu teman yang lain hadir.

Bahan dan peralatan pelestarian permainan tradisional tersebut diantaranya alat membatik, kelereng, egrang, buku, alat jahit, dan lain sebagainya. Gambaran umum pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan mengenalkan dan melestarikan budaya lokal, seperti membatik, menyanyikan tembang dolanan anak, dan melestarikan permainan tradisional, sebaiknya luar sekolah telah berkontribusi membuat generasi muda tidak kehilangan jati diri bangsa.

Hubungan kegiatan pelestarian permainan tradisional dengan minat membaca, meskipun mainan lokal sebagian besar merupakan aktivitas bermain psikomotorik. Namun pengenalan terhadap piranti alat permainan juga bisa dilakukan dengan bahan bacaan. Gambar aktivitas bermain juga dapat dibubuhkan dalam bahan bacaan, sehingga pengenalan terhadap permainan tradisional juga untuk meningkatkan minat membaca anak.

  1. Mengenal Reptil

Mengenal reptil, yaitu program edukasi tentang reptil dilaksanakan dalam suasana yang menyenangkan. Kegiatan ini sangat menarik dan disukai oleh anak-anak. Untuk mendukung kegiatan ini, maka luar sekolah bisa kerjasama dengan komunitas pecinta reptil, karena komunitas inilah yang bisa menjamin keamanan berbagai hewan jenis reptil. Aneka ular, baik yang jinak maupun yang berbahaya bisa ditunjukkan, eguana, kadal, berbagai macam kadal, tokek dan lain-lain. Anak-anak juga diajak berinteraksi dengan ular jinak dalam pantauan pawang reptil.

Baca Juga:  Guru Wajib Tahu! Cara Mengakses dan Mengatasi Kendala Pada Platform Rapor Pendidikan

Kegiatan ini walaupun menegangkan, pada umumnya anak-anak merasa senang dan fun, karena selama ini anak-anak melihat ular, eguana dan kadal hanya di dalam buku. Tetapi melalui program mengenal reptil ini, anak-anak bisa terobati dan mendapat pelajaran yang benar-benar nyata, dan tidak hanya membaca buku.

  1. Menulis Mimpi

Menulis adalah hal penting, terlebih bagi yang berkecimpung di dunia akademis. Ada kegiatan yang memotivasi anak-anak untuk menjadi penulis, kegiatan ini bernama menulis mimpi. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat menarik, unik dan kreatif. Karena, setiap orang pasti memiliki mimpi, sebagaimana yang diungkapkan Giring Nidji dalam lagu Laskar Pelangi, mimpi adalah pelangi dan kunci motivasi untuk mencapai cita-cita, maka setiap orang hendaknya memiliki mimpi yang bermakna visi atau cita-cita yang harus diraih, karir yang harus ditempuh untuk mencapai kesuksesan masa depan.

Dengan adanya kegiatan menulis mimpi ini, lembaga luar sekolah bisa menjadi wadah bagi anak-anak maupun orang tua untuk menuangkan ide atau gagasan ke depan ataupun keinginan anak di masa depan, menjadikan warga gemar membaca dan menulis. Sehingga anak benar-benar terbebas dari buta aksara dan bisa menjadi masyarakat yang berliterasi. Yaitu masyarakat yang tidak sekedar bisa baca tulis, namun juga bisa menyampaikan gagasan, ide mereka kepada orang lain dalam bentuk tulisan.

  1. Teater Anak

Pada umumnya orang melihat, lembaga luar sekolah, misalnya perpustakaan adalah hanya mengadakan pelayanan widya-pustaka, yang mengurusi tentang peminjaman dan pengembalian buku, pendaftaran dan pengelolaan anggota dan sekitarnya. Lembaga model semacam ini ternyata tidak hanya sebatas itu, tetapi juga meningkat untuk mengadakan pelayanan widya-loka, yaitu mengadakan pelatihan teater.

Minimal ada dua group teater anak yang sudah dimiliki, yaitu satu group teatar anak dan teater remaja. Teater remaja terdiri dari group yang berisi anak-anak yang berusia sekolah menengah pertama (SMP), sementara yang lain adalah teater yang terdiri dari anak-anak yang berusia sekolah rendah (sekolah dasar). Rekruitmen peserta teater anak adalah dari komunitas membaca yang ada di luar sekolah. Mereka sering berjumpa minggu di luar sekolah, selepas olah raga maupun jalan-jalan. Kemudian atas inisiatif pengelola luar sekolah, yang hadir dari berbagai sekolah menyatakan kesanggupannya, sehingga luar sekolah memfasilitasi berbagai kebutuhannya.

 

Experience is the best teacher, pengalaman adalah guru yang terbaik. Meniru pengalaman yang berharga, yang dimiliki orang lain merupakan satu cara yang efektif untuk belajar, sehingga muncul diri sendiri. Kerja sama yang efektif membutuhkan kerja keras, kemampuan berkomunikasi dan pengetahuan yang cukup mendalam dengan segala tekniknya.

 

Bergabunglah bersama dengan menjadi member e-Guru.id untuk meningkatkan skill dan pengetahuan Anda agar menjadi pendidik yang hebat dan dapatkan berbagai macam pelatihan gratis dan bonus lainnya. Daftarkan diri Anda sekarang juga!

Penulis: WDS

Share :

Baca Juga

Google Classroom

News

Penerapan Blended Learning dengan Metode Flipped Classroom

News

Kemdikbud Ungkapkan Faktor Penyebab Masalah Pengelolaan Bantuan Pendidikan

News

Informasi Terbaru! Inilah Jadwal dan Kisi-kisi Pre-Test PPG PAI Kemenag 2022

News

4 Cara Jitu Menjadi Guru yang Disenangi oleh Siswa

News

77 Tahun Merdeka, Guru Honorer Masih Terjajah Mending Jadi Napi Dapat Perlakuan Khusus

News

Resmi, PPG Prajabatan Tahun 2022 Telah Dibuka, Catat Jadwal, Syarat dan Cara Pendaftarannya!

News

Ide Lomba Online Kreatif untuk Siswa Merayakan 17 Agustus

News

Tips Memberikan Apresiasi Hasil Belajar Siswa