Mewujudkan Lingkungan Sekolah yang Nyaman dan Asri dengan Adiwiyata

- Editor

Sabtu, 3 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lingkungan aman, nyaman, dan asri sangat penting sekali agar segala aktivitas berjalan dengan baik dan lancar terutama di lingkungan sekolah yang merupakan salah satu tempat segala aktivitas pendidikan yang melibatkan banyak warga sekolah yaitu kepala sekolah, guru, siswa, dan warga lainnya seperti orang tua murid, pedagang. Bagaimana menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan asri? Salah satunya dengan Adiwiyata sekolah.

Adiwiyata adalah salah satu program dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menciptakan, mengubah lingkungan yang senantiasa memanfaatkan apa yang sudah terdapat di lingkungan tersebut. Program tersebut mendorong untuk menata, mengubah perilaku warga untuk selalu berpikir, mencintai, memanfaatkan lingkungan sebagai tempat tinggal yang asri dan nyaman untuk untuk beraktivitas. 

Sementara itu, lingkungan yang kumuh, kotor, tidak teratur pastinya tidak dapat dimanfaatkan dengan baik.  Yang ada justru bisa menjadi sumber penyakit, banyak asap atau polusi. Jika lingkungan sekolah seperti itu, mana mungkin bisa dijadikan  sebagai tempat belajar mengajar. Maka di sinilah kita harus berpikir cerdas agar lingkungan sekolah aman, nyaman, dan asri dengan melakukan Adiwiyata sekolah.

Kegiatan Adiwiyata sekolah dengan tujuan mengubah perilaku warga sekolah dan menata lingkungan agar nyaman, aman sangatlah penting.

Adiwiyata sekolah dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah baik kepala sekolah, guru, siswa, orang tua murid, komite sekolah, penjaga sekolah, bahkan pedagang serta masyarakat sekitar sekolah. Mereka semua harus memiliki rasa cinta akan lingkungan aman, nyaman, dan asri. Adanya kebersamaan dan kerjasama antara semua warga itu sangat berdampak sekali hasilnya.

Adiwiyata sekolah sangat berpengaruh pada perubahan perilaku warga sekolah. Awalnya warga sekolah memang sulit untuk diajak mencintai lingkungan sekolah. Namun setelah terlaksananya Adiwiyata warga sekolah, mereka lebih menyadari betapa pentingnya pelestarian dan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber pembelajaran. 

Pelaksanaan Adiwiyata di lingkungan sekolah bisa berupa cara menanam, pembuatan kompos dari dedaunan, membuat hasil karya dari sampah botol plastik, dan sebagainya.  

Sebagai contoh dalam pemanfaatan limbah. Sampah yang dibiarkan terbuang akan menjadi bencana dan mengancam kelestarian alam, banyaknya polusi udara, bahaya banjir karena saluran sungai penuh dengan sampah. Berkat Adiwiyata, sampah tersebut yang tadinya tidak berguna dan menjadi sumber bencana tetapi sekarang menjadi hal yang bermanfaat.

Setelah dilakukan program Adiwiyata guru, siswa, dan warga sekolah merasakan kenyamanan dalam beraktivitas guna tercapainya tujuan sekolah. Para siswa pun lebih betah berlama-lama di sekolah. Itulah pentingnya Adiwiyata di sekolah.

Mengingat dampak dan pentingnya Adiwiyata bagi sekolah, program seperti diharapkan akan tetap terlaksana secara berkelanjutan.  

Dalam kegiatan Adiwiyata ini tidak terlepas dari dana anggaran dalam pelaksanaannya. Namun modalnya tidak begitu besar. Jika bermodalkan tekad saja tampaknya akan sulit untuk memberikan dampak perubahan tersebut.

Tak ada penilaian yang tertulis dalam bentuk angka dalam pelaksanaan Adiwiyata.  Kegiatan ini bukan suatu hal yang harus dinilai melainkan harus dibanggkan dan diberi penghargaan atas usaha yang dijalani guna kelestarian alam. 

Perilaku warga sekolah dalam penerapan Adiwiyata juga dapat membawa dampak positif atas perubahan perilaku masyarakat yang lebih luas yakni sekitar lingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal guru dan murid. Sehingga mereka dapat menjadi duta lingkungan di tempat tinggalnya masing-masing.

Berkat adiwiyata sekolah, kini lingkungan sekolah menjadi lebih nyaman, aman, dan asri. Dengan perubahan perilaku yang positif apa yang menjadi visi, misi dan tujuan sekolah tercapai dengan baik. 

Ditulis oleh: Sri Hartuti, S.Pd, Kepala Sekolah Dasar Negeri Cikancung 4

Berita Terkait

Chat GPT: Menguntungkan atau Merugikan Guru?
Mission Service Learning sebagai Pilihan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Jenjang Sekolah Dasar
Pentingnya Komunitas Belajar bagi Guru di Satuan Pendidikan
Penguatan Kemampuan Literasi untuk Menyiapkan Generasi Gemilang 2045
Undang-Undang Perlindungan Anak dan Dilema dalam Pembentukan Karakter Disiplin Peserta Didik
Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak untuk Mensuksekan Kurikulum Merdeka
Penerapan Student Lead Conference untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Peserta Didik
Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal yang Masih Minim
Berita ini 1,414 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 September 2024 - 10:05 WIB

Chat GPT: Menguntungkan atau Merugikan Guru?

Kamis, 15 Agustus 2024 - 23:11 WIB

Mission Service Learning sebagai Pilihan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Jenjang Sekolah Dasar

Kamis, 15 Agustus 2024 - 22:44 WIB

Pentingnya Komunitas Belajar bagi Guru di Satuan Pendidikan

Rabu, 14 Agustus 2024 - 14:52 WIB

Penguatan Kemampuan Literasi untuk Menyiapkan Generasi Gemilang 2045

Selasa, 13 Agustus 2024 - 21:42 WIB

Undang-Undang Perlindungan Anak dan Dilema dalam Pembentukan Karakter Disiplin Peserta Didik

Berita Terbaru

Edutainment

5 Ciri Komunikasi Efektif dalam Pembelajaran Berdiferensiasi

Sabtu, 7 Sep 2024 - 11:34 WIB

Unduh Sertifikat Pendidikan 32 JP Gratis