Home / Opini

Sabtu, 3 April 2021 - 23:11 WIB

Cara Membuat Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Matematika adalah ratunya ilmu karena ia merupakan sumber bagi ilmu yang lain. Dalam kegiatan sehari-hari semua  aktivitas kita dari pagi hingga malam tidak lepas dari konsep matematika. Belajar Matematika berguna untuk kepentingan hidup serta dapat  mengembangkan pola pikir dan  menjadi dasar dalam mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan yang lain.

Istilah Matematika berasal dari bahasa  Yunani  mathematike, berarti “relating to learning”, kata tersebut  mempunyai akar kata mathema yang berarti pengetahuan atau science. Kata mathematike berhubungan dengan kata lain yang serupa yaitu mathanein yang berarti belajar. 

Berbagai pendapat muncul tentang pengertian Matematika berdasarkan pengetahuan dan pengalaman masing-masing. Ada yang mengatakan Matematika adalah bahasa simbol; Matematika adalah metode berpikir logis; Matematika adalah ilmu tentang bilangan dan ruang; Matematika adalah ilmu yang abstrak dan deduktif; Matematika adalah aktivitas manusia; Matematika adalah sains formal dan murni yang bekerja menarik kesimpulan yang diperlukan dan masih banyak pendapat yang lainnya. 

Jika ditarik suatu kesimpulan dari berbagai definisi di atas, Matematika adalah ilmu tentang bilangan dengan bahasa simbol, bersifat abstrak, deduktif yang bekerja menarik kesimpulan secara sains dan digunakan dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.

Dikarenakan sifatnya yang abstrak, banyak simbol dan perlu pembuktian secara deduktif untuk kebenarannya, maka Matematika sering dianggap sebagai pelajaran yang sulit oleh siswa. Mereka mengatakan Matematika itu sulit sulit banyak hitungan, harus banyak menghafal rumus, rumit karena tidak mudah dipahami. Intinya, belajar Matematika itu susah menurut mereka. 

Mengingat kegunaan dari ilmu Matematika dalam kehidupan sehari-hari dan berkaitan dengan bidang ilmu lain, maka pendapat atau pandangan tersebut harus kita hilangkan. 

Baca Juga:  Bangkitnya Pelajaran TIK di Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, siswa harus tahu betapa besar masalah dalam kehidupan sehari-hari yang dapat diselesaikan jika menguasai konsep Matematika. Kedua, di saat kegiatan belajar mengajar, guru wajib menyusun strategi  pembelajaran Matematika yang terstruktur agar materi tersebut menarik dan mudah dipahami. 

Menumbuhkan Motivasi Belajar Matematika 

Siswa termotivasi belajar Matematika jika mereka mengetahui manfaat memahami atau menguasai konsepnya. Pada materi Aritmatika sosial tentang jual beli, misalnya, siswa bisa langsung praktek melakukan kegiatan jual beli. Kemudian pada materi statistika, siswa bisa mempraktekan langsung dengan mengumpulkan data, mengolah data, dan menyajikan data. Masih banyak materi Matematika yang bisa dipraktikkan oleh siswa sehingga mereka bisa merasakan manfaatnya mempelajari konsep Matematika. 

Manfaat dari penguasaan konsep Matematika juga membuat kita bisa mudah berhitung, cermat, teliti, berpikir logis, bekerja secara efisien dan sistematik. Bahkan Matematika juga dapat menumbuhkan sifat jujur dan tegas pada siswa karena jawaban dan konsep Matematika jelas serta pasti.  

Strategi Pembelajaran Matematika

Strategi pembelajaran Matematika adalah hal yang dilakukan oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran di kelas. Guru harus memiliki siasat atau kiat yang telah direncanakan oleh guru berkenaan dengan segala persiapan pembelajaran agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar. an tujuannya bisa tercapai secara optimal. 

Ada dua pendekatan dalam pembelajaran Matematika, yaitu pendekatan yang bersifat metodologi dan pendekatan yang bersifat materi. Pendekatan pembelajaran secara metodologi yakni menggunakan teori-teori ahli yang rata-rata sudah dipelajari oleh guru. Sedangkan pendekatan pembelajaran secara materi yaitu pendekatan pembelajaran Matematika di mana dalam menyajikan konsep Matematika melalui konsep Matematika yang telah dimiliki siswa.

Baca Juga:  Tips Betah Bertugas di Daerah Terisolasi bagi Guru ASN

Berikut ini adalah beberapa tips pembelajaran Matematika agar dapat berlangsung menyenangkan dan mudah dipahami siswa, tergambar pada poin-poin berikut ini: 

  • Menentukan materi
  • Menentukan tujuan pembelajaran
  • Menganalisa karakter siswa dalam belajar
  • Menganalisa konsep awal yang dimiliki siswa
  • Menentukan strategi dan metode yang digunakan
  • Menyampaikan materi yang abstrak menjadi kongkrit
  • Menyampaikan materi secara terstruktur
  • Tidak membebani siswa dalam kegiatan belajar
  • Memilih  alat peraga yang tepat
  • Melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar
  • Membuat siswa merasa senang dan tertarik belajar
  • Menjadi pendamping siswa dalam belajar
  • Membiarkan siswa menemukan konsep
  • Membiarkan siswa membuat kesimpulan
  • Belajar dan bermain dengan konsep serius tapi santai

Hasil pembelajaran Matematika akan tercapai secara optimal, jika seluruh siswa aktif terlibat dalam pembelajaran tersebut. Siswa akan aktif jika mereka tertarik terhadap materi dan cara penyajian guru dalam pembelajaran. 

Dan untuk membuat siswa tertarik, maka di awal kegiatan pembelajaran siswa perlu diberi motivasi tentang pentingnya mempelajari materi yang akan disajikan. Selain itu siswa juga diberi peran dalam kegiatan pembelajaran; siswa bisa berperan sebagai pembelajar, peran sebagai penemu konsep, peran siswa dalam menyelesaikan permasalahan. Dengan begitu, mereka akan merasa bangga dapat terlibat dan memberi andil dalam kegiatan pembelajaran, Dan tidak boleh dilupakan juga pemberian penghargaan terhadap seluruh siswa atas hasil kerjanya

Ditulis oleh: Ani Susilowati, S.Pd, M.Pd

Share :

Baca Juga

Opini

Serunya Bermain Ular Naga untuk Anak Usia Dini

Opini

Strategi Penerapan Disiplin Protokol Kesehatan pada Anak Usia Dini tanpa Tekanan di Masa Pandemi Covid-19

Opini

Menghindari Lost Generation di Tahun Ajaran Baru 2021

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Hj. Maspa S. Puluhulawa

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: I Dewa Gede Trinandita

Opini

Cara Asyik dan Mudah Menghafal Mantra untuk Anak Usia Dini

Opini

Mengukur Efektivitas Pembelajaran Daring di Masa Pandemi sebagai Guru dan Orang Tua
literasi pada anak

Opini

Mengenalkan Literasi pada Anak