Home / Opini

Minggu, 5 September 2021 - 10:45 WIB

Meningkatkan Motivasi Siswa Mengikuti Pembelajaran Daring

Motivasi merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran, karena dengan motivasi siswa akan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Sebaliknya jika tidak ada motivasi, siswa akan melemah semangatnya dalam mengikuti pembelajaran. Bahkan bisa dikatakan motivasi adalah penentu keberhasilan pembelajaran.

Motivasi bisa berasal dari dalam diri siswa sendiri dan luar diri siswa. Motivasi yang berasal dari dalam diri hanya siswa sendiri yang bisa membangkitkan atau memperkuatnya. Adapun  motivasi belajar dari luar bisa muncul dari lingkungan sekitar seperti dari orang tua dan guru.

Lalu bagaimana guru dapat memberi motivasi belajar pada siswa?

Di situasi pandemi Covid-19 ini memaksa pembelajaran tidak dapat dilakukan dengan tatap muka di sekolah. Pembelajaran harus dilakukan dengan daring. Pembelajaran daring artinya adalah pembelajaran yang dilakukan secara online, menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial. 

Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka. Karena dilakukan secara online maka pembelajaran daring membutuhkan sarana dan prasarana, misalnya laptop atau ponsel. Ironisnya, jika terdapat siswa dari keluarga tidak mampu maka memiliki ponsel sebagai sarana belajar daring adalah sebuah hal yang mustahil. Semua itu akan menyulitkan ketika guru ingin membangkitkan motivasi siswa

Walaupun semua siswa sudah memiliki ponsel tetapi motivasi belajar daring bisa jadi tetap dapat dikatakan rendah. Hal itu dapat dibuktikan dengan keikutsertaan siswa dalam pembelajaran virtual. Mereka tidak segera membuka materi dan mengerjakan tugas yang diberikan secara langsung oleh gurunya.

Setelah diadakan pendataan bagi siswa yang tidak ikut pembelajaran online, para siswa memiliki bermacam-macam alasan. Alasan yang paling banyak yang mereka katakan adalah tidak memiliki kuota akses internet, tidak ada sinyal, membantu orang tua mengasuh adik, memasak, ketiduran, dan bahkan ada yang bilang kalau lupa ada pembelajaran. Dari alasan-alasan yang diberikan tersebut menunjukan bahwa dukungan dari orang tua dan mungkin juga guru masih kurang.

Setelah melakukan home visit, dari sebagian siswa memang ditemukan orang tuanya benar-benar tidak mampu dari segi ekonomi sehingga tidak bisa membelikan kuota internet. Kalau siswa yang beralasan membantu orang tua dan bahkan lupa belajar itu menandakan kurangnya perhatian dari orang tua. 

Motivasi dari orang tua sendiri kepada peserta didik kurang karena banyak dari orang tua siswa yang bekerja berangkat pagi pulang sore. Ada juga orang tua yang beranggapan bahwa semua tanggungjawab masalah pendidikan anak terletak pada guru dan sekolah.

Untuk mengatasi masalah tersebut, seorang guru harus bisa menumbuhkan motivasi pada diri siswa untuk mengikuti pembelajaran online. Untuk itu, seorang guru seharusnya tidak hanya memberi motivasi lesan atau ceramah saja, tetapi juga dengan membuat materi pembelajaran yang menarik. Secara tidak langsung, hal itu akan menumbuhkan semangat siswa untuk mengikuti pembelajaran.

Menumbuhkan motivasi belajar dengan memberi materi pembelajaran yang menarik itu lebih besar pengaruhnya kepada siswa daripada hanya ceramah. Namun masalahnya dalam pembelajaran daring, ternyata masih banyak guru yang belum bisa membuat materi pembelajaran daring yang menarik karena kurang menguasai teknologi.

Meskipun kurang menguasai teknologi,  guru tersebut yang tidak tertarik ikut pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya. Untuk itu, sebaiknya sekolah mewajibkan atau menunjuk guru untuk mengikuti pelatihan yang dapat menunjang pembelajaran yang menarik di masa pandemi ini.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan cara meningkatkan motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran daring adalah sekolah perlu melakukan pendekatan orang tua dan juga perlu meningkatkan keprofesionalan guru agar dapat membuat pembelajaran daring yang menarik.

Selain itu, alangkah baiknya jika lembaga-lembaga pelatihan untuk guru juga menawarkan kegiatan pelatihan di sekolah-sekolah. Jadi kepala sekolah bisa mengarahkan kepada guru-guru yang membutuhkan pelatihan untuk mengikuti kegiatan tersebut.  Pasalnya banyak guru yang hanya mau ikut pelatihan jika ada instruksi dari kepala sekolah.

Ditulis oleh Sri Mulyati, S.Pd (Guru di SMK Negeri 3 Pati)

Share :

Baca Juga

Opini

Masalah Pembelajaran di Masa Pandemi dan Panduan Menuju Tatap Muka Terbatas

Opini

Alat Peraga “BAPER” untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Materi Perhitungan Perkalian  Bilangan Cacah

Opini

Suka Duka Pembelajaran Online di SMP Negeri 2 Andong Kabupaten Boyolali
belajar sambil bermain

Opini

Bermain sebagai Metode Pembelajaran

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Hj. Maspa S. Puluhulawa

Opini

Ketika Pembelajaran Luring Menjadi Satu-satunya Solusi di Masa Pandemi
literasi membaca anak kelas rendah

Opini

Dinamika Kemampuan Membaca Siswa Kelas Rendah dalam Pembelajaran di Masa Pandemi
metode jigsaw

Opini

Efektivitas Model Pembelajaran Koorperatif Jigsaw pada Turunan Fungsi Aljabar