Home / Opini

Rabu, 7 April 2021 - 15:22 WIB

Meningkatkan Minat Baca Buku pada Siswa

Buku adalah jendela dunia. Itulah kata pepatah yang sudah sering kita dengar. Maksudnya adalah dengan banyak membaca buku kita akan mengerti tentang keadaan yang terjadi di berbagai negara di belahan dunia tanpa kita harus berkeliling dunia. Oleh karena itu, begitu pentingnya untuk kita terapkan budaya membaca di lingkungan kita terutama di sekolah.

UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia. Artinya minat baca kita sangat rendah. Menurut data tersebut, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001% yang berarti dari 1000 orang cuma 1 orang yang rajin membaca.

Kalau melihat data tersebut di atas sungguh ironis. Sebagai warga negara Indonesia, kita merasa malu di mana kita yang tiap hari tidak pernah terlepas dari gadget tapi justru menjadi negara yang penduduknya malas dalam membaca buku. Menurut data wearesocial mengungkap orang Indonesia bisa menatap layar gadget kurang lebih 9 jam sehari.

Buku di masa kini layaknya barang antik. Buku hanya diletakkan di lemari sebagai pajangan saja namun tidak pernah dibaca. Manusia lebih senang dengan teknologi seperti gadget. Sebab dengan gadget,  manusia bisa melakukan apa saja, mulai dari telepon, mencari informasi, sampai belanja online bisa dilakukan dengan gadget.

Siswa era sekarang khususnya sekolah dasar juga tak kalah canggihnya dalam menggunakan gadget. Mereka malah lebih bisa mengoperasikan hal-hal yang rumit dibandingkan dengan orang tua mereka.

Sayangnya, tidak semua fasilitas di gadget memiliki muatan positif. Banyak sekali akun-akun yang tidak seharusnya dilihat oleh siswa sekolah dasar menjadi konsumsi mereka. Tidak heran jika karakter siswa sekolah dasar sekarang masih kurang sesuai harapan kita sebagai pendidik dan orang tua mereka.

Baca Juga:  Simak Segera! Tata Cara Pendaftaran PPG Prajabatan 2022

Seharusnya kita sebagai orang tua maupun pendidik memiliki kiat khusus sehingga siswa maupun anak akan lebih suka dengan hal yang lain dibandingkan dengan mengoperasikan gadget. Jika hal tersebut di atas dibiarkan berlarut-larut, bukan hal yang tidak mungkin masyarakat Indonesia akan menjadi masyarakat yang malas, lebih menyukai hal-hal yang menyenangkan saja dibandingkan bekerja keras.

Tak terkecuali siswa sekolah dasar yang saat ini lebih suka bermain game online dibandingkan membaca buku. Pola pikir mereka akan lebih sempit dan tidak memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas. Padahal mereka adalah generasi penerus bangsa. Di masa depan, di tangan merekalah negara kita akan dikelola. Jika pengelolanya adalah orang-orang yang kurang memiliki kemampuan yang handal maka bukan tidak mungkin negara Indonesia akan mengalami kemunduran dalam berbagai bidang.

Meningkatkan Minat Baca

Aspek membaca pada dunia pendidikan adalah faktor mendasar. Membaca merupakan kunci ketika siswa ingin menguasai ilmu. Membaca bukan hanya sebagai modal untuk kelancaran dalam pembelajaran di kelas tapi juga bekal penting yang harus dimiliki di masa depan. Oleh karena demikian, penting bagi siswa memiliki minat yang tinggi dalam membaca buku.  Maka diperlukan strategi jitu yang harus dimiliki oleh sekolah maupun pemerintah untuk meningkatkan minat baca.

Pemerintah perlu memberikan dana tambahan untuk meningkatkan layanan perpustakaan baik itu di sekolah maupun kabupaten/provinsi. Kemudian perpustakaan sekolah perlu lebih meningkatkan pelayanannya terhadap siswa. Di perpustakaan harus disediakan buku-buku yang menarik siswa. Selain itu, ruang perpustakaan perlu dibuat semenarik mungkin dan senyaman mungkin sehingga siswa senang ke perpustakaan.

Baca Juga:  Urgensi Perpustakaan Digital untuk Mendukung Pendidikan di Masa Pandemi

Di dalam kurikulum, hendaknya ditambahkan dengan budaya literasi sehingga mendorong siswanya untuk banyak membaca buku. Kemudian metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru juga harus mampu mendorong siswanya mencari di buku. Sehingga siswa dapat menemukan sendiri ilmu yang dibutuhkan.

Jika perlu  di dalam setiap kelas dibuatkan pojok baca yang berisi buku-buku pelajaran maupun bacaan ringan. Sehingga siswa terbiasa dengan buku. Ketika istirahat mereka akan membuka buku tersebut.

Di dinding kelas dapat ditempel slogan-slogan yang memberikan motivasi siswa membaca buku. Dengan slogan-slogan tersebut siswa akan termotivasi semangatnya untuk membaca buku. Apalagi jika slogan-slogan tersebut dibuat semenarik mungkin maka siswa akan lebih semangat lagi dalam membaca buku.

Selain itu, antara guru dan siswa perlu sering mengadakan sharing untuk memberikan solusi kepada siswa dalam membaca buku. Lebih bagus lagi jika sharing tersebut dilakukan di perpustakaan.  Maka siswa akan lebih menyukai perpustakaan daripada kantin sekolah.

Sudah seharusnya kita coba menerapkan strategi untuk meningkatkan minat siswa dalam membaca buku. Diperlukan niat dan tindakan yang tepat dan  harus segera dilakukan sehingga generasi muda lebih semangat untuk membaca buku.

Ditulis oleh: Siti Uswatun Kasanah,  S. Sos. I

Share :

Baca Juga

dampak media elektroni pada siswa

Opini

Dampak Penggunaan Media Elektronik dalam Pembelajaran Daring pada Peserta Didik di Tingkat SD

Opini

Kiat untuk Guru Matematika dalam Memotivasi Peserta Didik di Masa Pandemi Covid-19
gaya belajar

Opini

Orang Tua Siswa, Motivasi Belajar, dan Pandemi Covid-19

Opini

Menanamkan Karakter melalui Pembelajaran Bahasa Inggris

Opini

Siswa Bermasalah Perlu Didampingi Bukan Dihakimi

Opini

Melibatkan Siswa dalam Pengembangan Materi Pembelajaran Bahasa Inggris

Opini

Belajar Sabar atas Ujian dari Keluarga Nabi Ibrahim AS.

Opini

Satu Generasi Terancam Berpendidikan Kurang Optimal karena Pandemi