Mengenal Kurikulum Merdeka Belajar serta Esensinya

- Editor

Jumat, 25 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurikulum Merdeka Belajar adalah nama resmi dari kurikulum yang sebelumnya dikenal dengan kurikulum prototipe. Kurikulum ini adalah hasil penyempurnaan dari dua kurikulum yang sudah ada sebelumnya.

Meskipun telah diluncurkan, kurikulum prototipe atau kurikulum merdeka belajar ini masih bersifat opsi dengan penerapan yang sepenuhnya diserahkan kepada tiap satuan pendidikan. Namun, kurikulum merdeka ini dianggap jauh lebih baik dari kurikulum yang sudah ada sebelumnya, dengan menitikberatkan kebebasan para siswa untuk menentukan materi pelajaran yang sesuai dengan minatnya.

Pasca diluncurkan beberapa waktu yang lalu, kurikulum ini masih dikenal dengan sebutan kurikulum prototipe dan langsung diujicobakan pada sebanyak 2.500 sekolah penggerak yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia secara merata untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari TK, SD hingga SMA.

Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim kemudian secara khusus memberi nama kurikulum baru ini dengan nama Kurikulum Merdeka yang disesuaikan dengan program Merdeka Belajar berbasis pendidikan 4.0 di era digital seperti saat ini.

Esensi Kurikulum Merdeka Efektif untuk Mengatasi Learning Loss

Keberadaan kurikulum merdeka belajar ini juga dianggap mampu mengatasi aktivitas pembelajaran yang hilang (learning loss) akibat merebaknya pandemi Covid-19 yang membuat agenda pendidikan tidak berjalan sesuai target dan rencana.

Untuk mengejar ketertinggalan pendidikan akibat pandemi ditambah lagi membangun kesiapan siswa di era pendidikan 4.0, Kemendikbud memang lebih menyiapkan esensi dari kurikulum merdeka ini dengan mengedepankan minat dan bakat para siswa sebagai hal utama dalam proses pembelajaran.

Dengan demikian model penilaian pada tiap siswa pun dilakukan dengan metode yang berbeda satu sama lainnya, karena pada prinsipnya proses pembelajaran yang ingin dicapai dalam kurikulum merdeka belajar adalah kepada mengasah dan mengembangkan bakat dan minat tiap siswa.

Dalam pengimplementasian kurikulum merdeka ini, yang paling ditekankan adalah proses perbaikan (recovery) pendidikan pasca pandemi yang mengacu pada empat upaya perbaikan utama yang meliputi: perbaikan infrastruktur dan sarana penunjang teknologi pendidikan, perbaikan kebijakan, pendanaan, prosedur layanan maupun memberikan hal otonomi dengan porsi yang lebih besar untuk tiap satuan pendidikan.

Selanjutnya, perbaikan dalam hal kepemimpinan yang meliputi unsur masyarakat dan unsur budaya dalam pendidikan dan proses upaya perbaikan kurikulum, asesmen serta pedagogi.

Keempat upaya perbaikan itu dilakukan melalui beberapa tahapan pelaksanaan yang dilakukan secara sistematis dan saling terintegrasi meliputi implementasi pelaksanaan kurikulum merdeka belajar seperti menghapus ujian sekolah dan menggantinya menjadi asesmen tingkat nasional.

Selanjutnya, melakukan proses penyederhanaan rencana pelaksanaan pembelajaran serta fleksibilitas proses penerimaan peserta didik baru atau PPDB yang lebih mengedepankan berbagai prinsip yang mengacu pada kemerdekaan belajar, kemerdekaan untuk memperoleh pendidikan secara merata.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Berita Terkait

Kriteria Sekolah Swasta yang Bisa Menerima Redistribusi Guru ASN
Guru ASN Bisa Mengajar di Sekolah Swasta, Ini Kriterianya! Apakah Anda Termasuk?
Telah Terbit Permendikdasmen 1 Tahun 2025 tentang Redistribusi Guru ASN (PNS dan PPPK) Pada Satuan Pendidikan Masyarakat
Hanya Di Tanggal 21 Januari, Semua Guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK Jangan Sampai Ketinggalan!
[Breaking News] Siaran Pers BKN Kriteria Pelamar Tambahan Seleksi PPPK Guru, Ada Kesempatan Ikut Seleksi PPPK Tahap II
Tahun 2025 Guru Sertifikasi Maupun Non Sertifikasi Akan Sejahtera dengan Program Prioritas Mendikdasmen
Guru Wajib Tahu, Poin Penting dalam PermenPANRB Nomor 21 Tahun 2024 tentang Jabatan Fungsional Guru
4 Tahapan Pengelolaan Kinerja Tahun 2025, Jangan Sampai Keliru!
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Januari 2025 - 18:16 WIB

Kriteria Sekolah Swasta yang Bisa Menerima Redistribusi Guru ASN

Senin, 20 Januari 2025 - 17:51 WIB

Guru ASN Bisa Mengajar di Sekolah Swasta, Ini Kriterianya! Apakah Anda Termasuk?

Senin, 20 Januari 2025 - 12:27 WIB

Telah Terbit Permendikdasmen 1 Tahun 2025 tentang Redistribusi Guru ASN (PNS dan PPPK) Pada Satuan Pendidikan Masyarakat

Senin, 20 Januari 2025 - 11:43 WIB

Hanya Di Tanggal 21 Januari, Semua Guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK Jangan Sampai Ketinggalan!

Rabu, 15 Januari 2025 - 12:24 WIB

[Breaking News] Siaran Pers BKN Kriteria Pelamar Tambahan Seleksi PPPK Guru, Ada Kesempatan Ikut Seleksi PPPK Tahap II

Berita Terbaru

Advertorial

HHRMA Bali: Jembatan Karier di Industri Perhotelan

Selasa, 11 Feb 2025 - 09:45 WIB

Unduh Sertifikat Pendidikan 32 JP Gratis