Home / Opini

Rabu, 7 Juli 2021 - 05:35 WIB

Menanamkan Sikap Jujur pada Siswa dari Kantin Sekolah

Sikap Jujur – Kejujuran merupakan adalah  akhlak mulia yang diajarkan oleh agama Islam.  Kejujuran tersebut  harus dimiliki oleh setiap orang  yang bertakwa. Allah berfirman dalam  Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 70 yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar (di antara perkataan yang benar adalah jujur).”

Dengan jujur akan membuat hati kita menjadi tenang, tidak was-was dan orang jujur akan memperoleh kepercayaan dari orang lain sehingga semua urusan akan menjadi lebih mudah.

Begitu pentingnya sifat jujur ini maka kejujuran harus ditanamkan  pada anak peserta didik sejak dini  di semua  aspek kehidupan. Sekolah yang merupakan lembaga pendidikan yang harus ikut berperan menanamkan sikap jujur pada diri anak, salah satunya  adalah mengajarkan  pada anak didik jujur dalam berbelanja.  Dalam hal ini, sekolah bisa  mendirikan kantin sekolah dengan menerapkan kejujuran  dalam berbelanja. Kantin kejujuran adalah warung yang menjual makanan, minuman, dan alat tulis menulis yang diperlukan siswa tanpa ditunggui penjualnya.

Baca Juga:  Integritas Guru di Masa Pandemi

Kantin kejujuran ini akan mendidik siswa takut  hanya pada pengawasan Allah SWT bukan  takut pada pengawasan manusia. Dengan begitu, akan tertanam  pada diri anak didik bahwa selalu ada dua malaikat yang mengawasi dan mencatat perbuatan baik dan buruk. Sehingga mereka akan selalu membayar dengan suka rela sesuai harga pada barang yang sudah mereka beli dengan penuh tanggung jawab, tanpa melihat apakah ada penunggunya atau tidak.

Dalam pelaksanaannya setiap pagi pengelola kantin menghitung setiap barang  yang akan didagangkan.  Kemudian menuliskan jumlah barang jualan  dan mengalikan dengan harga jual per buah pada kertas dan meletakkan di depan barang jualan tersebut.

Beri juga kaleng untuk penampung uang di dekat barang yang dijual. Setiap anak yang  mengambil jajanan atau alat tulis akan  meletakkan uangnya pada kaleng penampung uang yang disediakan tersebut. Selesai istirahat, pengelola warung menghitung kembali sisa barang jualan dan uang yang didapat.  Jika ada selisih, pengelola mencatat dan melaporkan pada guru.

Baca Juga:  Serunya Bermain Ular Naga untuk Anak Usia Dini

Biasanya terkadang di antara siswa  ada yang akan menyampaikan pada guru jika ada siswa yang berulang kali tidak membayar di kantin kejujuran tersebut.  Selanjutnya, guru akan memanggil dan mengklarifikasi kebenaran berita itu pada siswa yang dituduh. Jika diperlukan, guru memanggil wali dari siswa tersebut dan siswa diberi sanksi.

Kemudian tugas wali kelas dan guru adalah mengingatkan siswa agar selalu  memiliki sikap jujur  pada semua hal sesuai ajaran agama, termasuk ketika berbelanja di kantin kejujuran di sekolah. Hal itu supaya kantin sekolah tetap dapat berjalan dan siswa tidak kesulitan membeli alat tulis yang dibutuhkan, juga menjadikan makanan, minuman atau barang yang diambil menjadi  halal dan berkah.

Semoga dengan kantin kejujuran tersebut, sekolah dapat menjadikan anak didiknya berakhlak jujur dan menerapkannya di semua sisi kehidupan, sehingga kelak mereka akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Ditulis oleh Yohana, S.Pd., Guru MTs. Darussalam Adijaya

Share :

Baca Juga

Opini

Mengatur Strategi Pembelajaran Online di Masa Pandemi
ujian praktik IPA di masa pandemi

Opini

Kisah Ujian Praktik IPA yang Asyik di Masa Pandemi

Opini

Jadi People Pleaser, Baik atau Buruk?

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Elmi

Opini

Tips dan Trik Pembelajaran Matematika Tingkat SMP di Masa Pandemi

Opini

Game Edukasi sebagai Solusi Belajar di Masa Pandemi
mendidik anak menggunakan smartphone

Opini

Mewaspadai Penggunaan Gawai dalam Pembelajaran Jarak Jauh
motivasi belajar anak

Opini

Perbandingan Perkembangan Anak Laki-Laki dan Perempuan