Implementasi Model Project Based Learning dalam Kurikulum Merdeka

- Editor

Sabtu, 5 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Project Based Learning merupakan metode pembelajaran yang menggunakan poject sebagai media pembelajaran. Dimana model pembalajaran ini berpusat pada siswa untuk melakukan suatu investigasi atau penelitian yang mendalam terhadap suatu topik pembelajaran.

Dengan metode ini siswa melakukan berbagai macam kegiatan seperti eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.

Sesuai dengan Kurikulum Merdeka yang baru saja diresmikan pada bulan Februari 2022, Project Based Learning menjadi salah satu model pembelajaran yang dianjurkan untuk diterapkan dalam pembelajaran di Kurikulum Merdeka

Project Based Learning juga dapat diartikan sebagai model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan berangkat dari suatu latar belakang masalah untuk mengerjakan suatu project atau aktivitas nyata yang akan membuat siswa mengalami berbagai kendala kontekstual sehingga harus melakukan invertigasi dan pemecahan masalah untuk dapat menyelesaikan masalah sehingga dapat mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Tujuan penerapan Project Based Learning adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah berbasis project, memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pembelajaran, membuat siswa lebih aktif dalam memecahkan masalah project yang kompleks dengan hasil produk nyata, mengembangkan dan meningkatkan keterampilan siswa dalam mengelola bahan atau alat untuk menyelesaikan tugas, dan meningkatkan kolaborasi siswa.

Project Based Learning memiliki karakteristik yang membedakan dengan model lainnya, karakteristik tersebut adalah :

  1. Centrality, dengan model ini project menjadi pusat dalam kegiatan pembelajaran.
  2. Driving Question, berfokus pada pertanyaan atau masalah yang mengarah kepada siswa untuk dapat mencari solusi dengan konsep atau prinsip ilmu pengetahuan yang sesuai.
  3. Constructive Investigation, dengan model ini siswa dapat membangun pengetahuan dengan melakukan investigasi secara mandiri dimana guru adalah sebagai fasilitator.
  4. Autonomy, menuntut student centered dengan siswa sebagai problem solving dari masalah yang dibahas.
  5. Realisme, kegiatan yang dilakukan oleh siswa berfokus pada pekerjaan yang serupa dengan situasi yang sebenarnya. Aktivitas tersebut mengintegrasikan tugas otentik dan menghasilkan sikap profesional.

Terdapat beberapa kelebihan dalam menggunakan model pembelajaran Project Based Learning yaitu sebagai berikut :

  • Meningkatkan motivasi belajar siswa dan mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting dan juga perlu dihargai.
  • Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah.
  • Membuat siswa menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem kompleks.
  • Meningkatkan kolaborasi pada siswa.
  • Mendorong siswa untuk mengembangkan dan mempraktikan keterampilan komunikasi.
  • Meningkatkan keterampilan siswa dalam mengelola sumber belajar.
  • Memberikan pengalaman kepada siswa dalam pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi project, serta membuat alokasi waktu dan sumber yang lainnya seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.
  • Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan siswa secara kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dengan dunia nyata.
  • Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga siswa dan guru menikmati proses pembelajaran.

Namun juga tidak menutupi bahwa model pembelajaran ini memiliki kekurangan yaitu sebagai berikut :

  • Pembelajaran dengan berbasis project memerlukan banyak waktu yang harus disediakan untuk menyelesaikan permasalahan yang kompleks.
  • Banyak orang tua siswa yang merasa dirugikan karena menambah biaya untuk memasuki sistem baru.
  • Banyak instruktur merasa nyaman dengan kelas tradisional.
  • Banyak peralatan yang harus disediakan, maka dari itu disarankan untuk menggunakan team teaching dalam pembelajaran.
  • Siswa memiliki kelemahan dalam percobaan dan pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan.
  • Terdapat kemungkinan bagi siswa yang kurang aktif dalam kerja kelompok.
  • Apabila topik diberikan pada masing-masing kelompok berbeda, karena dikhawatirkan siswa tidak memahami topik secara keseluruhan.

Akan tetapi kekurangan dalam model pembelajaran ini tidak perlu dikhawatirkan. Berikut terdapat beberapa hal sebagai cara untuk mengatasi kekurangan atau kelemahan dalam model pembelajaran ini yaitu sebagai berikut :

  • Memfasilitasi siswa dalam menghadapi masalah.
  • Membatasi waktu siswa dalam menyelesaikan project.
  • Meminimalisir biaya pengeluaran.
  • Menyediakan peralatan sederhana yang terdapat dilingkungan sekitar.
  • Memilih lokasi penelitian yang mudah dijangkau.
  • Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga guru dan siswa merasa nyaman dalam pembelajaran.

Penerapan model pembelajaran Project Based Learning dapat dilakukan dengan baik apabila sintaks sudah dipersiapkan dengan baik.

Sintaks adalah pedoman dasar dalam menentukan langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran berbasis project, yaitu sebagai berikut :

  1. Menyiapkan Pertanyaan atau Penugasan Project

Langkah awal agar siswa dapat mengamati lebih dalam terhadap pertanyaan yang muncul dari fenomena yang ada.

2. Mendesain Perencanaan Project

Sebagai langkah nyata menjawab pertanyaan yang ada disusunlah suatu perencanaan project bisa melalui percobaan.

3. Menyusun Jadwal sebagai Langkah Nyata dari Sebuah Project

Melakukan penjadwalan sangat penting agar project yang dikerjakan sesuai dengan waktu yang tersedia dan sesuai dengan target.

Langkah-Langkah yang perlu dilakukan dalam menerapkan Project Based Learning adalah sebagai berikut :

  1. Penentuan Pertanyaan Mendasar

Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan yang esensial yaitu dengan pertanyaan yang dapat memberikan penugasan kepada siswa dalam melakukan suatu aktivitas.

2. Mendesain Perencanaan Project

Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dan siswa maka dari itu siswa diharapkan akan merasa memiliki atas project tersebut. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawabkan pertanyaan esensial, dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian project.

3. Menyusun Jadwal

Guru dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan project. Aktivitas yang dilakukan dalam tahap ini adalah membuat timeline atau alokasi waktu untuk menyelesaikan project, membuat deadline atau batas waktu akhir penyelesaian project, membawa siswa agar merencanakan cara yang baru, membimbing siswa ketika mereka membuat cara yang tidak berhubungan dengan project, serta meminta siswa untuk membuat penjelasan tentang pemilihan.

4. Memonitor Siswa dan Kemajuan Project

Guru memiliki tanggungjawab unruk melakukan monitor terhadap aktivitas siswa selama menyelesaikan project. Monitoring dilakukan dengan cara memfasilitasi siswa pada setiap prosesnya. Untuk mempermudah guru dalam melakukan monitoring maka dibuat sebuah rubruk yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting.

5. Menguji Hasil

Penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar dan berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing-masing siswa, serta memberikan umpan balik mengenai tingkat pemahaman yang sudah dicapai oleh siswa. Selain itu juga dapat membantu guru dalam menyusun strategi pembelajaran selanjutnya.

6. Mengevaluasi Pengalaman

Tahap terakhir adalah guru dan siswa melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil project yang sudah dijalankan, proses refleksi dapat dilakukan secara individu maupun kelompok.

Untuk dapat menerapkan atau mengimplementasikan model pembelajaran ini dengan lebih baik lagi maka Anda dapat mengikuti pelatihan atau workshop.

Silahkan Anda dapat mengikuti Workshop yang diselenggarakan oleh e-Guru.id secara online melalui zoom meeting dan telegram pada tanggal 17 – 25 Maret 2022 pada Pukul 19.00 – 21.00 WIB.

Judul yang diambil dalam workshop ini yaitu “Implementasi Model Project Based Learning berbasis Literasi sebagai Materi Esensial dalam Kurikulum Merdeka” yang akan disampaikan secara langsung oleh narasumber yang sangat berpengalaman yaitu Ibu Diana Earlyana Lesmana.

Dengan mengikuti workshop ini maka sebagai peserta, Anda akan memperoleh beberapa fasilitas diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. E-Sertifikat 35JP
  2. Undangan dan Daftar Hadir
  3. Materi Workshop
  4. Contoh Laporan Kegiatan
  5. Contoh Laporan Pengembangan Diri
  6. Akses Zoom Meeting
  7. Pendampingan Via Telegram

Namun, tidak hanya itu saja. Peserta workshop juga berkesempatan untuk mendapatkan BONUS berupa Template PPT Rancangan Project Based Learning.

Dibawah ini, akan penulis sampaikan materi apa saja yang akan peserta dapatkan dengan mengikuti workshop ini yaitu sebagai berikut :

  1. Project Based Learning dan Literasi dalam Kurikulum Prototipe
  2. Literasi Numerasi dan Financial
  3. Literasi Budaya dan Kewarganegaraan
  4. Literasi Sains dan Digital
  5. Rancangan Pembelajaran Project Based Learning berbasis Literasi

 Untuk dapat bergabung sebagai peserta workshop maka Anda harus melakukan pendaftaran.

Pendaftaran dapat Anda lakukan dengan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 109.000 bagi peserta umum atau non member e-Guru.id.

Sedangkan bagi Anda yang sudah terdaftar sebagai anggota atau member e-Guru.id maka Anda hanya perlu melakukan pembayaran sebesar Rp 89.000 saja.

Segera daftarkan diri Anda sebagai peserta dengan cara KLIK DISINI.

Apabila Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lebih terkait dengan workshop ini, maka Anda dapat menghubungi kontak di bawah ini :

088225471197 (Eka)

Penulis : Eka Susiyanti

Berita Terkait

Saran Kemendikbud soal Pelatihan di PMM: Daripada Menjadi Beban Administratif, Lebih Baik Pilih yang Cocok
5 Pilihan untuk Memudahkan Membuat Bahan Ajar dengan Bantuan AI
Tidak Ada Khaki, Ini Bedanya Seragam PNS dan PPPK
Nasib! Ratusan Honorer Terancam Batal Diangkat Jadi PPPK Tahun Ini
Terbaru, Khusus untuk Guru Honorer! Pemerintah Tetapkan 2 Syarat Utama Bisa Mengikuti Seleksi PPPK Guru 2024
Tampilan LMS PPG Daljab dan Modul PPG Daljab 2024 Bagi yang Diundang sebagai Peserta 
Biaya Kuliah Dinilai Terlalu Mahal, Kemendikbud Beri Penjelasan
Update Pencairan Tambahan 1 Bulan TPG untuk Guru Sertifikasi Maupaun Nonsertifikasi Per Tanggal 26 Mei 2024
Berita ini 2,065 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Mei 2024 - 02:34 WIB

Saran Kemendikbud soal Pelatihan di PMM: Daripada Menjadi Beban Administratif, Lebih Baik Pilih yang Cocok

Rabu, 29 Mei 2024 - 01:49 WIB

5 Pilihan untuk Memudahkan Membuat Bahan Ajar dengan Bantuan AI

Senin, 27 Mei 2024 - 17:53 WIB

Tidak Ada Khaki, Ini Bedanya Seragam PNS dan PPPK

Senin, 27 Mei 2024 - 10:54 WIB

Nasib! Ratusan Honorer Terancam Batal Diangkat Jadi PPPK Tahun Ini

Senin, 27 Mei 2024 - 10:52 WIB

Terbaru, Khusus untuk Guru Honorer! Pemerintah Tetapkan 2 Syarat Utama Bisa Mengikuti Seleksi PPPK Guru 2024

Senin, 27 Mei 2024 - 09:27 WIB

Biaya Kuliah Dinilai Terlalu Mahal, Kemendikbud Beri Penjelasan

Minggu, 26 Mei 2024 - 11:19 WIB

Update Pencairan Tambahan 1 Bulan TPG untuk Guru Sertifikasi Maupaun Nonsertifikasi Per Tanggal 26 Mei 2024

Sabtu, 25 Mei 2024 - 16:06 WIB

Mahasiswa Tolak Student Loan Usulan Menteri Pendidikan, Itu Bisnis

Berita Terbaru

Keluarga Besar SD Negeri 001 Tanjung Perepat, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan 1444 H / 2023.

News

Tidak Ada Khaki, Ini Bedanya Seragam PNS dan PPPK

Senin, 27 Mei 2024 - 17:53 WIB