Home / Opini

Kamis, 23 September 2021 - 03:07 WIB

Implementasi dan Contoh Kemandirian Remaja di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 berdampak dalam segala bidang kehidupan. Semua lapisan masyarakat tak terkecuali merasakan perubahan pola hidup akibat pandemi ini. Secara khusus  yang perlu diamati adalah anak-anak yang dikategorikan dalam usia remaja.  

Masa remaja adalah masa penting dalam pembentukan identitas diri.  Para remaja khususnya yang berusia 12-21 tahun sedang berada  pada masa persiapan menuju  manusia dewasa. Salah satu tanda remaja sedang dalam proses menuju manusia dewasa adalah kemandirian, baik kemandirian emosional maupun perilaku.

Kemandirian sendiri menjadi tolok ukur kualitas dan menjadi modal dasar bagi seseorang dalam kehidupan di tengah masyarakat. Proses kemandirian tersebut diperoleh salah satunya melalui pergaulan sosial, misalnya perjumpaan remaja dengan kawan sebaya di sekolah maupun pergaulan di lingkungan sekitarnya.

Sayangnya, pandemi ini telah mengubah pola pendidikan dan juga pola pergaulan remaja. Masa remaja yang seharusnya penuh dengan dinamika selama bersekolah dan dalam menjalin  pergaulan di masyarakat selama pandemi ini sangat dibatasi. Akses menuju wadah-wadah pergaulan bagi remaja tiba-tiba menjadi lebih sempit. Peraturan belajar dari rumah dan larangan untuk berkumpul membatasi akses menuju proses kemandirian tersebut.

Namun demikian, masa pandemi ini terap perlu disikapi dengan bijak, terutama bagi remaja dan orang-orang yang berada pada lingkaran kehidupan remaja agar kemandirian remaja dapat tetap terbentuk.

Divi, anak remaja yang sekarang duduk di kelas 9 pada masa pandemi mengaku jenuh belajar dari rumah.  Ia merasa tugas dari sekolah selama pembelajaran daring yang harus dikerjakan cukup banyak. Namun ia dapat menyikapi rasa jenuh tersebut dengan mencari kesibukan membuat rajutan konektor masker. Ia belajar secara mandiri melalui Youtube. Selanjutnya, ia berinisiatif  menjual hasil rajutannya. 

Sementara itu, Titis, gadis remaja kelas 12 semenjak pandemi melanda, ia belajar membuat kue-kue kekinian hasil belajar dari Youtube. Titis kemudian memasarkan kue hasil buatannya secara online. Ia memanfaatkan media sosial untuk mengembangkan usahanya tersebut.  

Dissa dan Marsya, dua dara yang baru saja memasuki dunia  remaja dan duduk di kelas 7 selama pandemi berkreasi dengan menulis cerita-cerita di Webtoon. Mereka berdua berinisiatif mengikuti lomba menulis, meskipun belum berhasil meraih juara. Walaupun tidak memperoleh hasil dalam perlombaan, namun mereka tetap melanjutkan menulis cerita fiksi.  

Kezia, remaja berusia 17 tahun yang duduk di kelas 12 dapat mempersiapkan ujian akhir secara mandiri.  Tryout ujian yang biasanya difasilitasi oleh sekolah di masa pandemi ditiadakan. Namun hal itu dapat diatasi dengan mencari lembaga-lembaga yang menyelenggarakan try out ujian secara online secara gratis.

Remaja-remaja tersebut di atas menunjukkan ciri kemandirian seperti yang dituliskan oleh Steinberg yang meliputi bebas bertindak atas kemauan sendiri; tidak bergantung pada orang lain; berinisiatif yaitu mampu berpikir dan bertindak rasional; kreatif dan penuh  inisiatif; progresif dan ulet; pengendalian dari dalam; dan kemantapan diri. 

Meskipun di tengah masa pandemi yang membatasi gerak dan dinamika, namun remaja-remaja di atas merupakan contoh yang mampu menunjukkan kemandirian. Perilaku  kemandirian tersebut nantinya dapat membantu mempersiapkan remaja menghadapi setiap situasi dan persoalan di kemudian hari. Dan dengan kemandirian dapat mengantarkan seorang remaja menjadi manusia yang produktif dan berprestasi serta membawa kepada arah kemajuan.

Ditulis oleh Dyah Gumelar Kartikarini – Dosen Institut Kristen Borneo

Share :

Baca Juga

Opini

Sebuah Refleksi: Hasil Pendidikan Kita Masih Jauh dari Harapan

Opini

Meningkatkan Kemampuan Mengerjakan  Soal Matematika Melalui Metode Bermain Kartu
woman reading a book beside the window

Opini

Snowball Throwing Alternatif Atasi Kesulitan Baca pada Siswa Tingkat Dasar
pembelajaran di masa pandemi

Opini

Menciptakan Suasana Belajar di Rumah yang Menyenangkan di Masa Pandemi
pembelajaran jarak jauh

Opini

Permasalahan dalam Pembelajaran Jarak Jauh atau Daring

Opini

Mewujudkan Sekolah Adiwiyata dan Pembentukan Karakter Siswa

Opini

Meningkatkan Kompetensi Pendidik dalam Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
covid-19 dan pembelajaran jarak jauh

Opini

Covid-19 dan Sebuah Cerita dari SD Negeri 1 Galih Lunik