Guru Wajib Tahu! Mengenal Lebih Dalam Metode Pembelajaran Blended Learning

- Editor

Kamis, 26 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembelajaran Blended Learning – Pembelajaran blended learning merupakan metode pembelajaran secara tatap muka (konvensional) yang digabung dengan metode e-learning atau jarak jauh yang berbasis teknologi digital untuk bisa saling melengkapi.

Dengan adanya penggabungan berbagai strategi, metode, dan teknik mengajar dalam blended learning diharapkan dapat membantu siswa dalam mencapai target pembelajaran yang telah ditetapkan secara maksimal.

Metode belajar blended learning memiliki tiga komponen yang terdiri dari online learning, pembelajaran tatap muka (konvensional), dan belajar mandiri.

Blended learning dinggap sebagai penyempurnaan dari metode e-learning, yang mengkhususkan siswanya melakukan proses pembelajaran secara penuh dengan sistem daring.

Terdapat unsur-unsur yang perlu diperhatikan pada saat menerapkan metode pembelajaran blended learning. Pertama, online learning, pembelajaran ini dilakukan secara daring dimana pun dan kapan pun, sehingga tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

Kedua, tatap muka, metode pembelajaran blended learning dilakukan secara tatap muka (konvensional) yang bukan merupakan hal baru dalam dunia pendidikan. Hal tersebut penting untuk dilakukan supaya tim pengajar maupun siswa bisa melakukan proses pembelajaran dengan efektif.

Ketiga, mandiri, pada metode pembelajaran ini siswa mempunyai kesempatan untuk belajar secara mandiri. Hal ini karena metode ini tidak berpusat pada guru, tetapi berpusat juga kepada banyak hal yang harus dijalani oleh siswa.

Langkah-langkah Menerapkan Metode Pembelajaran Blended Learning

Dalam menerapkan metode pembelajaran blended learning terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan terlebih dahuku oleh sekolah maupun guru. Tujuannya agar proses belajar tetap berjalan lancar dan mencapai tujuan.

Berikut ini, langkah-langkah dalam menerapkan metode pembelajaran blended learning, antara lain:

Mengidentifikasi Urgensi Pelaksanaan Pembelajaran

Langkah utama yang dilakukan yaitu pihak sekolah mengidentifikasi urgensi pada pelaksanan pembelajaran menggunakan metode ini dan mendata sarana dan prasarana yang dibutuhkan pada peneraoan metode pembelajaran blended learning.

Merancang Teknis Pembelajaran

Langkah selanjutnya yaitu merancang teknis pembelajaran menggunakan metode pembelajaran blended learning. Selain itu juga perlu untuk menentukan platform apa yang akan digunakan untuk penunjang pembelajaran dan aplikasi apa yang digunakan untuk mendukung pembelajaran secara face to face apabila siswa tidak dapat pergi ke sekolah berdasarkan kebijakan dari pemerintah.

Mensosialisasikan Kebijakan Kepada Siswa dan Orang Tua

Langkah terakhir yaitu mensosialisasikan kebijakan yang sudah dibuat kepada siswa dan orang tua. Hal ini penting dilakukan karena metode pembelajaran ini bagi masyarakat merupakan hal yang masih asing.

Dalam pelaksanannya, metode pembelajaran ini tidak hanya membutuhkan kesiapan dari guru dan infrastrukturnya saja, tetapi juga memerlukan kesiapan siswa dan juga orang tua siswa.

Apabila diperlukan, sekolah bisa membuat simulasi terlebih dahulu untuk mengetahui kendala yang dialami siswa, dengan begitu akan dicarikan solusinya.

Hal ini penting untuk dilakukan karena keterlibatan orang tua diperlukan untuk level-level pembelajaran dasar. Untuk siswa pada jenjang yang lebih tinggi seperti pada SMA atau perguruan tinggi, persiapakan lebih utama difokuskan pada kesiapan siswa atau mahasiswanya saja.

Jenis Metode Pembelajaran Blended Learning dan Contoh Penerapannya

Berikut ini terdapat beberapa model pembelajaran blended learning yang telah diterapkan di berbagai lembaga pendidikan, antara lain:

1. Station Rotation Blended Learning

Jenis model ini merupakan gabungan ketiga stasiun atau spot dalam 1 jam tatap muka untuk dibagi menjadi tiga. Contohnya satu tatap muka terdiri dari 90 menit, waktu tatap 90 menit tersebut dibagi menjadi tiga waktu untuk masing-masing tahapan dalam spot yaitu 30 menit. Ketiga spot tersebut yaitu terdidi dari online instruction, teacher-led instruction, dan collaborative activites and station.

2. Lab Rotation Blended Learning

Model ini hampir mirip dengan station rotation, yakni memungkinkan siswanya memiliki kesempatan untuk memutar stasiun melalui jadwal yang sudah ditetapkan. Akan tetapi, dilaksanakan menggunakan laboratorium komputer khusus yang memungkinkan dilakukannya pengaturan jadwal yang lebih fleksibel dengan dosen maupun guru.

3. Flex Blended Learning

Metode ini yaitu pembelejaran online merupakan inti dari pembelajaran siswa, akan tetapi juga masih didukung oleh aktivitas pembelajaran secara offline.

Siswa melanjutkan proses pembelajaran yang diawali di kelas dengan jadwal yang fleksibel yang disesuaikan secara individual dalam berbagai modalitas pembelajaran. Sebagian siswa masih belajar di sekolah, kecuali untuk pekerjaan rumah.

Kemudian, guru memberikan dukungan pembelajaran tatap muka secara fleksibel dan adaptif disesuaikan dengan kebutuhan melalui kegiatan, misalnya pengajaran kelompok kecil, proyek kelompok, dan bimbingan pribadi.

4. The Flipped Classroom Blended Learning

Jenis model ini dimulai dari siswa melakukan pembelajaran secara online di luar kelas atau di rumah melalui konten yang telah disediakan sebelumnya.

Setelah siswa melakukan proses belajar online di luar sekolah, kemudian siswa memperdalam dan berlatih memecahkan soal-soal di sekolah bersama guru dan teman kelas.

Pada dasarnya, jenis model pembelajaran ini mempertahankan format pembelajaran konvensional namun dilaksanakan dengan konteks baru.

5. Project-Based Blended Learning

Project-Based Blended Learning adalah model pembelajaran dimana siswa menggunakan pembelajaran secara daring maupun pengajaran tatap muka dan kolaborasi untuk merancang, mengulang, dan menyelesaikan tugas pembelajaran yang berbasis proyek.

Karakteristik utama dalam pembelajaran ini yaitu penggunaan sumberdaya secara online  untuk mendukun pembelajaran berbasis proyek.

Kelebihan Menggunakan Metode Pembelajaran Blended Learning

Lebih Fleksibel

Kelebihan menggunakan blended learning yaitu siswa tidak harus setiap hari datang ke sekolah. Guru dan juga siswa dapat membuat kesepakatan posi pembelajaran secara online, mandiri, dan tatap muka sesuai dengan kebutuhan dan kondisi dari siswa.

Durasi waktu pembelajaran yang tidak mengikat sehingga masing-masing guru dan siswa bisa membuat kesepakatan pembelajaran sinkron dilaksanakan dan aplikasi atau media apa yang akan digunakan dalam proses pembelajaran sinkron maupun asinkron.

Menghemat Biaya dan Waktu

Dengan menggunakan blended learning memungkinkan guru dan siswa lebihh menghemat biaya dan waktu. Guru bisa menghemat penggunaan kertas karena pemberian materi dapat dilaksanakan melalui paperless, worksheet, handout, dan lain-lain yang sebelumnya harus di print atau difototokopi. Setelah menggunakan blended learning siswa dan guru hanya mengunggah atau mengunduh file materi.

Guru dan siswa dapat menghemat waktu karena tidak perlu setiap hari harus pergi ke sekolah untuk melaksanakan proeses pembelajaran.

Penyampaian Materi Lebih Interaktif

Konsep dalam blended learning dapat memungkinkan guru untuk menyampaikan materi pelajaran yang disajikan melalui internet dan dibuat sedemikian rupa sehingga akan lebih terlihat menarik dan interaktif sehingga menarik perhatian siswa.

Guru pintar menjadi lebih kreatif karena merancang media belajar yang dapat digunakan sesuai dengan cara belajar siswanya.

Lebih Efektif dan Efisien

Dari setiap siswa mempunyai karakter dan juga cara belajar yang berbeda beda. Dengan menggunakan metode pembelajaran blended learning siswa dapat mengatur sendiri waktu dan tempat belajarnya.

Demikian artikel mengenai metode pembelajaran blended learning yang dapat bermanfaat bagi bapak/ibu guru. Pembelajaran menggunakan metode ini yang dirancang dengan baik tidak hanya untuk membantu siswa mencapai target pembelajaran. Namun, juga dapat membentuk siswa yang mandiri dan bertanggung jawab.

e-Guru menyediakan program membership dengan satu kali membayar gratis pelatihan bersertifikat 32 JP setiap bulannya. Mari bergabung dengan 9000++ di seluruh wilayah Indonesia. Tunggu apalagi DAFTAR SEKARANG

Ingin pelatihan bersertifikat 32 JP? KLIK LINK INI

(AA)

Berita Terkait

Biaya Kuliah Dinilai Terlalu Mahal, Kemendikbud Beri Penjelasan
Update Pencairan Tambahan 1 Bulan TPG untuk Guru Sertifikasi Maupaun Nonsertifikasi Per Tanggal 26 Mei 2024
Mahasiswa Tolak Student Loan Usulan Menteri Pendidikan, Itu Bisnis
Wacana Pinjaman Uang dari Pemerintah untuk Mahasiswa yang Sulit Bayar Kuliah
Modul Mapel Matematika Kelas 5 SD: Bermain Sambil Belajar
Cara Mengecek Masa Kerja Guru Honorer dan Keaktifan Dapodik Yang Diakui untuk pendaftaran PPPK Guru 2024
Harus Siap! Ada Potongan Tunjangan Sertifikasi Guru TK, SD, SMP, SMA/SMK Triwulan 2 Tahun 2024
Kemdikbud Keluarkan Pengumuman Kebijakan Baru untuk Sertifikasi Guru, Cek Selengkapnya!
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Mei 2024 - 09:27 WIB

Biaya Kuliah Dinilai Terlalu Mahal, Kemendikbud Beri Penjelasan

Minggu, 26 Mei 2024 - 11:19 WIB

Update Pencairan Tambahan 1 Bulan TPG untuk Guru Sertifikasi Maupaun Nonsertifikasi Per Tanggal 26 Mei 2024

Sabtu, 25 Mei 2024 - 16:06 WIB

Mahasiswa Tolak Student Loan Usulan Menteri Pendidikan, Itu Bisnis

Sabtu, 25 Mei 2024 - 15:50 WIB

Wacana Pinjaman Uang dari Pemerintah untuk Mahasiswa yang Sulit Bayar Kuliah

Sabtu, 25 Mei 2024 - 12:59 WIB

Modul Mapel Matematika Kelas 5 SD: Bermain Sambil Belajar

Sabtu, 25 Mei 2024 - 10:17 WIB

Harus Siap! Ada Potongan Tunjangan Sertifikasi Guru TK, SD, SMP, SMA/SMK Triwulan 2 Tahun 2024

Jumat, 24 Mei 2024 - 10:39 WIB

Kemdikbud Keluarkan Pengumuman Kebijakan Baru untuk Sertifikasi Guru, Cek Selengkapnya!

Jumat, 24 Mei 2024 - 09:49 WIB

Nunuk Suryani Ungkap Alasan Hingga Kini Banyak Daerah Belum Menerima Tambahan 100% 1 Bulan TPG 

Berita Terbaru