Penerapan Metode Blended Learning di Masa Pandemi 

- Editor

Rabu, 9 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Gideon Benu, S.Pd.SD

Guru Kelas 2 SDN Kutowinangun 10, Salatiga, Jawa Tengah

Model pembelajaran dapat ditentukan oleh guru dengan memperhatikan tujuan dan materi pembelajaran yang akan diajarkan, merujuk pada situasi dan kondisi yang terjadi di sekolah. Maka salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan pembelajaran berbasis metode Blended Learning.

Blended Learning dapat dipilih sebagai alternatif sebagai upaya meningkatkan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dengan alasan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam teknologi. Selain itu, para siswa dapat memanfaatkan fasilitas teknologi yang ada di rumah dengan baik; dapat belajar dari rumah tanpa harus ke sekolah; dapat berinteraksi langsung dengan banyak orang tanpa tatap muka; memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan tetap di rumah dan tidak berkerumun dengan banyak orang. 

Implementasi Blended Learning ini dapat memberikan motivasi kuat kepada siswa untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah. Sehingga siswa yang bosan dengan pembelajaran yang bersifat penugasan menjadi semangat belajar karena dapat berinteraksi secara langsung dengan guru dan teman, walaupun tanpa bertatap muka secara langsung. Pembelajaran dengan model tersebut dapat berjalan dengan baik dikarenakan ada komunikasi dua arah yang menyenangkan. Dan, materi pembelajaran dapat tersampaikan dan dapat diterima siswa dengan baik.

Melalui Blended Learning pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19, dampak yang dirasakan sekolah di antaranya guru tetap bisa memberikan pembelajaran. Materi pembelajaran juga akan tetap bisa tersalurkan dari guru kepada siswa secara online. Meskipun secara online, peningkatan pembelajaran tetap dapat tercapai dikarenakan siswa bisa aktif bertanya jawab dengan guru tentang materi pembelajaran. 

Adapun kendala-kendala yang umum dihadapi dalam implementasi Blended Learning sebagai model pembelajaran jarak jauh di antaranya adalah keterbatasan sarana prasarana, lokasi atau rumah siswa tidak terjangkau jaringan internet termasuk kendala terbatasnya kuota internet yang dimiliki  murid, sebagian siswa belum memiliki handphone sendiri dan masih menggunakan handphone orang tua sedangkan orang tua harus bekerja, penyerapan materi pelajaran sangat minimalis, penilaian yang dilakukan guru berupa Penilaian Harian (PH) kurang berintegritas. 

Sementara itu pembelajaran di masa pandemi di SD Negeri Kutowinangun 10, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga tidak mengalami kendala yang berarti. Hal itu karena faktor ikatan antara guru negeri, guru wiyata bakti, pegawai tidak tetap, maupun karyawan yang sangat erat. Selain itu, antusias, semangat dan motivasi siswa untuk belajar juga sangat tinggi. Dengan dukungan orang tua wali agar pembelajaran tetap dapat dilaksanakan walaupun dengan jarak jauh. Penerapan Blended Learning adalah sebagai salah satu strategi yang digunakan untuk proses pembelajaran di masa pandemi ini. 

Pembelajaran pada masa pandemi Covid -19 ini memang menjadi permasalahan di seluruh dunia, khususnya di Indonesia.  Adanya perubahan metode pembelajaran yang tidak biasa membuat banyak pendidik kebingungan. Namun mereka harus tetap melaksanakan tugas mendidik dan meningkatkan prestasi siswa.  

Secara rela maupun terpaksa, proses pembelajaran harus menggunakan metode yang luar biasa dari biasanya. Pembelajaran yang di luar kebiasaan ini dapat mengakibatkan shock therapy bagi komponen yang berkecimpung di dalamnya. Satu-satunya jalan keluar adalah tetap mempertahankan proses pembelajaran sebagaimana mestinya dengan cara tatap muka secara daring. Semua komponen pendidikan dipaksa untuk melakukan transformasi proses pembelajaran berbasis internet.

Hal itu sesuai dengan surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) No. 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) yang menyatakan bahwa belajar dapat dilakukan dari rumah melalui pembelajaran daring atau jarak jauh untuk memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa.

Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa, tetapi dilakukan secara online menggunakan jaringan internet dan teknologi multimedia seperti video, kelas virtual, video animasi, pesan suara, email, telepon konferensi, dan streaming. Semua itu perlu dilakukan untuk menghindari kontak langsung antara pendidik dan peserta didik. Sebab, sistem pembelajaran secara konvensional atau tatap muka di kelas dinilai dapat memperluas penyebaran virus di masa pandemi. Untuk itu, diperlukan strategi yang tepat dalam melaksanakan proses pembelajaran.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Berita Terkait

Penerapan Teknologi Satelit sebagai Upaya Pencegahan Dampak Abrasi Pantai
Mengenal Affordability Energy, Serta Kaitannya dengan Kron’s Loss Equation dan Transmission Line Losses
Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali
Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka
Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 
Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan
Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan
Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Juni 2024 - 19:50 WIB

Penerapan Teknologi Satelit sebagai Upaya Pencegahan Dampak Abrasi Pantai

Jumat, 21 Juni 2024 - 13:28 WIB

Mengenal Affordability Energy, Serta Kaitannya dengan Kron’s Loss Equation dan Transmission Line Losses

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:59 WIB

Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:35 WIB

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB

Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 

Berita Terbaru