Claudia Wang dari Oliver Wyman menekankan pentingnya negara-negara, termasuk Indonesia, untuk menyesuaikan strategi pendidikan berbasis teknologi sesuai konteks wilayahnya. Wang menganggap gerakan Merdeka Belajar sebagai langkah yang tepat bagi Indonesia.
Studi juga mengungkap bahwa 60% guru telah menggunakan lebih dari tiga fitur dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM), sementara 40% lainnya fokus pada fitur-fitur untuk mendukung implementasi kurikulum baru, bahan ajar, dan pelatihan mandiri.
Temuan ini menunjukkan upaya proaktif guru dalam menjelajahi berbagai fitur di PMM. Pada Oktober 2023, 85% guru di Indonesia telah menggunakan platform tersebut.
Data per November 2023 menunjukkan sekitar 21 ribu modul perangkat ajar diunduh sebanyak 7 juta kali oleh 880.000 akun guru dan kepala sekolah.
Ini menunjukkan bahwa setiap guru rata-rata mengunduh 8 materi Perangkat Ajar, dan 39% pengguna PMM menggunakannya beberapa kali seminggu, termasuk dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di Indonesia.
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Ristek, Nunuk Suryani, menyatakan bahwa PMM memberikan kesempatan yang sama kepada guru untuk meningkatkan kompetensi tanpa terkendala lokasi atau keterbatasan undangan pelatihan dari pemerintah daerah atau pusat.
Dengan adanya PMM, guru dari berbagai wilayah di Indonesia dapat mengakses pelatihan dengan cara yang lebih inklusif dan tanpa hambatan.
Nunuk menekankan bahwa hal ini membuka kesempatan bagi guru-guru untuk meningkatkan kualitas mereka dengan akses yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Untuk update informasi terbaru mengenai GURU dan PENDIDIKAN simak selengkapnya di Literasi Guru Indonesia. Mari bergabung di Grup Telegram , cara KLIK LINK INI kemudian ‘join’. Pastikan Anda instal dulu aplikasi Telegramnya ya.
(rtq/rtq)
Halaman : 1 2