Home / News

Selasa, 17 Mei 2022 - 19:58 WIB

Tips Meningkatkan Siswa Berpikir Kreatif!

Meningkatkan Siswa Berpikir Kreatif – Berpikir kreatif merupakan kompetensi yang penting untuk dimiliki oleh anak. Karena berpikir kreatif dapat mengasah kecerdasan otak siswa.

Yang menjadi utama adalah, berpikir kreatif sangat penting untuk masa depan siswa. Karena siswa yang kreatif akan mampu menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. sebab, anak akan mencari cara untuk dapat menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya.

Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif artinya menaikkan skor kemampuan siswa dalam memahami masalah, kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan penyelesaian masalah. 

Siswa dikatakan memahami masalah bila menunjukkan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan. Siswa memiliki kefasihan dalam menyelesaikan masalah bila dapat menyelesaikan masalah dengan jawaban bermacam macam yang benar secara logika. 

Dalam hal ini siswa memiliki fleksibilitas dalam menyelesaikan masalah bila dapat menyelesaikan soal dengan dua cara atau lebih yang berbeda dan benar. Siswa memiliki kebaruan dalam menyelesaikan masalah bila dapat membuat jawaban yang berbeda dari jawaban sebelumnya atau yang umum diketahui siswa.

Kreativitas ini merupakan proses belajar yang ada dalam diri anak. Bersama dengan kecerdasan, motivasi, minat, dan perhatian. Kreativitas ini mampu memberikan pengalaman yang banyak pada siswa.

Ketika siswa banyak mempunyai pengalaman, maka tidak akan diragukan lagi kepercayaan diri untuk melalui semua proses belajar yang akan anak tempuh. Oleh karena itu, kemampuan berpikir kreatif wajib diasah sejak anak sekolah.

Bermain

Bermain adalah hal yang menyenangkan bagi siswa. Selain itu, bermain juga menjadi sarana belajar bagi siswa. Dengan bermain, maka siswa akan lebih tenang. Sehingga apa yang siswa lihat dan dengar akan mudah diingat dalam memorinya.

Oleh karena itu, ajaklah anak bermain dengan beragam permainan. Ingat, bermain yang tidak hanya sekedar menyenangkan, tetapi pilihlah permainan yang mendidik bagi siswa tetapi tidak membuat siswa merasa tertekan atau terpaksa.

Hal ini akan membuat anak memiliki banyak pengalaman yang memicu kreativitasnya. Sesekali, biarkan anak-anak bermain bersama dengan teman-temannya tanpa orang tua atau guru ikut didalamnya. Hal ini akan membantu anak untuk berinteraksi dengan baik.

Mengeksplorasi Banyak Tempat

Ajaklah siswa untuk berkunjung ke tempat-tempat di luar kelas. Seperti hutan kota, kebun binatang, perpustakaan, pantai, pusat perbelanjaan konvensional atau modern, atau tempat lainnya. Tidak harus yang jauh, tetapi yang terpenting adalah siswa diajak untuk belajar di luar kelas.

Baca Juga:  Guru Harus Mendorong Siswa Berpikir Mandiri, Begini Caranya!

Dengan mengajak anak belajar di luar, maka siswa akan menemukan banyak hal baru yang mungkin sebelumnya belum pernah mereka rasakan atau jarang mereka rasakan. Hal ini akan memperkaya pengalamannya.

Selain memperkaya pengalaman, mengajak anak jalan-jalan akan membuat otak menjadi lebih segar. Apabila jadwal keluar dilakukan dua minggu sampai satu minggu sekali, maka otak siswa akan lebih sering diperbaharui daripada hanya belajar di balik tembok kelas.

Memberi Ruang Berkreasi

Untuk meningkatkan siswa berpikir kreatif, berilah ruang kepada anak untuk berkreasi sesuai apa yang anak inginkan. Janganlah membuat patokan yang membuat anak merasa terbatasi.

Hal ini akan membuat anak tidak berkembang sama sekali. Apalagi ketika anak dilarang untuk melakukan ini itu. Cukup perhatikan dari jauh saja dan berikan alat-alat yang tidak membahayakan untuk anak.

Selagi tidak melanggar norma dan tidak terlalu berbahaya bagi anak, orang tua dan guru sebaiknya cukup melihat dari jauh. Karena ketika anak bereksplorasi dengan kreasinya sendiri, ada banyak hal yang akan anak temui.

Catatlah apa yang mereka lakukan. Hal ini akan membantu guru untuk melihat perkembangan apa saja yang telah anak capai dari eksplorasinya itu.

Ini dalam jenjang PAUD akan sangat membantu melihat perkembangan anak sesuai dengan tahapan usianya. Sehingga guru tidak akan repot membuat kegiatan yang dapat memunculkan perkembangan itu.

Adanya ruang berkreasi ini bisa membuat anak bebas bereksplorasi dengan beragam hal. Mulai dari melihat dan mengamati benda-benda di sekitarnya ataupun yang muncul dalam ide berpikirnya.

Membuat Sesuatu Bersama

Ajaklah anak membuat proyek bersama. Buatlah kelompok kecil atau besar. Tentukan benda yang ingin dibuat dalam proyek ini. Tetapi jangan batasi apa yang akan buat dalam benda tersebut.

Ketika anak mengerjakan proyek bersama, maka akan terbentuk ide-ide menarik dari masing-masing anak. Disini anak akan belajar memutuskan ide yang mana yang akan mereka gunakan untuk dapat menyelesaikan proyek ini. Apakah dari salah satu anggota saja atau memasukkan semua ide menjadi satu. 

Baca Juga:  Cara Mudah Membuat E-Rapor pada Jenjang PAUD

Hal ini akan membantu guru melihat perkembangan sosial emosional anak dan pemecahan masalahnya. Guru cukup memberikan arahan saja. Selebihnya, biarkan anak bertanggung jawab dalam keberlangsungan pembuatan proyek itu.

Diskusi

Diskusi oleh anaksudah sering dilakukan di kelas. Mata pelajaran apapun bisa dilakukan dengan berdiskusi.

Tujuan dari diskusi bisa bermacam-macam, diskusi kelompok bisa digunakan anak untuk lebih menguasai dan mendalami materi pelajaran, diskusi antar kelompok bisa digunakan untuk melatih anak belajar berbicara di depan audiens, juga melatih anak berdebat ilmiah secara baik.

Bahkan, debat antar anak sudah menjadi kompetisi baik kompetisi nasional maupun internasional. Untuk bisa berdiskusi dengan baik, membutuhkan pengetahuan yang luas dan kreativitas agar pendapat yang dilontarkan kelompok anak dapat diterima dengan baik oleh anak-anak yang lain.

Pengetahuan luas dapat diperoleh dengan banyak membaca buku, melihat video-video yang bermanfaat. Mempunyai pengetahuan yang luas, akan memberi dampak juga pada cara berpikir secara kreatif.

Memberikan Apresiasi

Jangan lupa untuk selalu memberikan apresiasi kepada anak. Apresiasi tidak hanya diberikan kepada anak yang berhasil, tetapi kepada semuanya. Karena semua anak telah melewati proses untuk menyelesaikannya.

Namun, untuk anak yang berhasil mungkin diberikan sedikit lebih banyak apresiasi dalam bentuk hadiah. Hal ini akan memberikan semangat untuk anak dalam memberikan usaha yang maksimal. Atau dapat dikatakan sebagai pacuan bagi anak.

Tips-tips di atas terlihat sederhana jika hanya dibaca. Namun, ketika diusahakan semaksimal mungkin, hal ini bisa meningkat siswa berpikir kreatif yang akan membantunya menghadapi kehidupan setelah masa sekolahnya. (mfs)

Berikut yang perlu guru persiapkan untuk menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi Merdeka Belajar:

  • Memetakan kebutuhan belajar siswa
  • Merencanakan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil pemetaan
  • Mengevaluasi dan merefleksi pembelajaran yang sudah berlangsung

Anda ingin mendapatkan strategi yang tepat dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi serta dibimbing langsung dengan instruktur? Daftar sekarang juga “Diklat Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berdiferensiasi Merdeka Belajar” bersertifikat 35 JP yang akan dilaksanakan mulai tanggal 20-23 Mei 2022, pukul 19.30-21.00 WIB melalui Zoom Meeting.

Klik di sini untuk mendaftar!

Share :

Baca Juga

News

Konsep Pembelajaran Futuristik Yang Dapat Diterapkan Dengan Kurikulum 2022

News

Tips Membuat Pembelajaran Daring yang Interaktif

News

Webinar Ini Gratis dan Bersertifikat, Guru Wajib Mendaftar Sebelum Ditutup!

News

Ingin Menulis Buku, Dimulai Dari Mana?

News

3 Strategi Guru untuk Membantu Peserta Didik Adaptasi di Lingkungan Baru

News

Mengusir Kejenuhan Pembelajaran Online yang Dilakukan via WhatsApp
https://naikpangkat.com/gratis-pendaftaran-tinggal-hari-ini-seminar-nasional-kurikulum-merdeka-bersertifikat-4jp/

News

Kurikulum 2022, Guru Sertifikasi Tidak Wajib Lagi Mengajar 24 Jam

News

Berbagai Metode Mengajar Paling Dasar yang Wajib Diketahui Guru