Home / News

Senin, 16 Mei 2022 - 22:15 WIB

Penyakit Hepatitis Akut Bisa Terjadi di Sekolah? Guru dan Kepsek Segera Lakukan Hal Ini!

Hepatitis Akut di Sekolah – Sebuah berita menyedihkan kembali datang terjadi pada negara kita, Indonesia. Baru saja kita berangsur pulih dari efek pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan juga di seluruh dunia, namun akhir-akhir ini berkembang isu yang tidak sedap mengenai sebuah penyakit yang misterius yang secara mendadak banyak menyerang manusia.

Penyakit ini terkhususnya terjadi di banyak anak-anak. Penyakit hepatitis akut yang sampai saat ini masih dalam tahap pemeriksaan para peneliti.

Jenis penyakit hepatitis akut yang disebut misterius dikarenakan sejauh ini para peneliti di dunia sampai dengan WHO belum mengetahui jelas jenis dari etiologi penyakit ini. Kasus ini pertama kali terjadi dan berkembang dari belantara negeri Inggris Raya.

Per tanggal 5 April 2022 ditemukan 10 kasus hepatitis akut yang secara jelas etiologinya belum diketahui oleh tenaga kesehatan. Kabar terakhir tanggal 9 Mei 2022, telah terlaporkan pasien yang mengalami serangan penyakit ini mencapai angka 115 orang.

Seakan-akan masif berkembang, penyakit misterius ini begitu saja menyebar di beberapa negara mulai dari Eropa, Amerika Serikat, bahkan sampai di Asia. Sudah ada 12 negara yang teridentifikasi diduga adanya kasus misterius ini.

Lalu WHO mulai menetapkan kondisi yang ada pada derajat Kejadian Luar Biasa/KLB pada tanggal 15 April 2022. Hal ini didasarkan karena merebaknya secara cepat kasus ini di beberapa negara. Tercatat sampai 21 april 2022 sudah 169 kasus ditemukan di 12 negara Eropa dan Amerika Serikat. Hal ini harus menjadi perhatian bersama.

Untuk di Indonesia sendiri, kasus dugaan hepatitis akut misterius ini mulai masuk ke Indonesia semenjak dilaporkannya kematian beberapa anak akibat dugaan hepatitis misterius.

Pada tanggal 30 April 2022 dan 6 Mei 2022, dilaporkan ada 3 pasien anak di RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta dan 1 pasien anak di RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur meninggal dunia.

Sampai kabar terbaru di daerah DKI Jakarta telah dilaporkan 21 kasus yang diduga hepatitis akut menjangkiti anak-anak per 11 Mei 2022. Hal ini menjadi perhatian serius yang harus disiapkan untuk mencegah kasus semakin merebak terutama di lingkungan sekolah karena kasus banyak menjangkiti anak-anak.

Mengenal Tentang Hepatitis Akut

Secara ilmu medis, hepatitis terbagi ke dalam beberapa jenis. Hepatitis menyerang fungsi hati. Ada 5 jenis hepatitis yang sejauh ini dialami para pasien, yaitu Hepatitis A, B, C, D, E. Secara umum gejala yang terjadi pada hepatitis adalah demam, mual, kulit berwarna kuning, kotoran baik air seni atau feses berwarna pekat dan gelap.

1. Hepatitis A

Virus Hepatitis A (HAV) biasanya terdapat pada kotoran dari orang yang terinfeksi dan proses penularan paling sering ditemui melalui konsumsi air atau makanan bersamaan dengan penderita dan terkontaminasi.

Baca Juga:  Jurusan IPA & IPS SMA Dihapus Di Kurikulum Merdeka? Apa Gantinya?

Biasanya melalui penggunaan alat makan dan minum yang sama dengan penderita. Selain itu juga Hepatitis A juga dapat menular melalui perilaku seks tertentu.

Biasanya orang yang terkena virus jenis ini akan sembuh dan menjadi kebal dari virus ini. Namun bila virus ini mengenai orang yang lanjut usia akan menjadi kendala serius dan dapat mengganggu sistem imun.

2. Hepatitis B

Virus Hepatitis B (HBV) dapat ditularkan melalui paparan darah yang ter-infeksi, air mani (sperma), dan cairan tubuh yang lainnya. Virus jenis ini juga dapat menular dari Ibu yang terinfeksi kepada sang bayi melalui proses persalinan atau dari anggota keluarga ke bayi.

Penularan juga dapat melalui transfusi darah dan juga produk darah yang terkontaminasi virus HBV ini, serta suntikan yang sudah terkontaminasi selama prosedur medis, juga narkoba jenis suntikan.

3. Hepatitis C

Sedangkan Virus Hepatitis C ( HCV) untuk proses penularan sebagian besar melalui paparan darah infektif (terinfeksi). Proses yang terjadi penularan hampir sama dengan penularan hepatitis B yaitu melalui transfusi darah atau produk darah yang terkontaminasi HCV, suntikan yang terkontaminasi selama proses prosedur medis dan narkoba jenis suntikan.

Sejauh ini belum ditemui vaksin untuk jenis hepatitis C ini. Sedangkan peningkatan risiko jenis ini meningkat pada mereka yang berusia diatas 50 tahun, laki-laki, pecandu alkohol, dan ragam jenis penyakit hati lainnya.

4. Hepatitis D

Proses infeksi virus hepatitis D (HDV) hanya terjadi pada penderita hepatitis juga. Pada penderita hepatitis jenis ini pasien mengalami infeksi ganda dari jenis hepatitis yang lebih dulu menyerang dan mengakibatkan penyakit lebih serius dan buruk.

Untuk menghindari jenis ini segera lakukan vaksin hepatitis jenis B untuk melindungi diri dari infeksi Hepatitis D (HDV).

5. Hepatitis E

Virus Hepatitis E (HEV) proses penularan nya sebagian besar ditularkan melalui konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi. HEV sering menjadi faktor penyebab umum terjadinya wabah hepatitis di negara berkembang dan penyebab penyakit di beberapa negara maju. Kabar gembiranya telah ditemukan vaksin yang efektif untuk jenis virus ini.

Pencegahan Penularan Hepatitis di Lingkungan Sekolah

Virus heaptitis akut misterius banyak menyerang anak-anak. Bahkan beberapa kasus menyebabkan kematian.

Maka guru sebagai orangtua di sekolah perlu memerhatikan kondisi lingkungan sekolah dan siswa nya untuk tercegah dari wabah ini. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan guru maupun kepala sekolah lakukan untuk mencegah penularan hepatitis akut di sekolah.

1. Membawa Bekal dan Alat Makan Sendiri dari Rumah

Pada beberapa jenis virus hepatitis, salah satu penularan nya melalui penggunaan alat makan dan makan bersamaan di tempat dengan orang yang terinfeksi virus.

Baca Juga:  3 Kiat Praktis Menyusun Bahan Ajar yang Menarik

Maka yang perlu dilakukan guru adalah merekomendasikan siswa untuk membawa bekal dan alat makan sendiri dari rumah dan tidak meminjamkan ke orang lain.

2. Selalu Mencuci Tangan Sebelum dan Sesudah Beraktivitas

Kebiasaan yang dihadirkan saat pandemi COVID yang lalu terkait protokol kesehatan dan budaya hidup sehat perlu digalakkan kembali dilaksanakan di sekolah. Terutama di bagian mencuci tangan.

Usahakan wastafel cuci tangan berada di sudut-sudut sekolah dan siswa dianjurkan untuk mencuci tangan selalu setiap beraktivitas baik sebelum maupun sesudah melakukan sesuatu.

3. Sosialisasi pada Orang Tua Mengenai Penyebaran Virus

Selain siswa yang perlu teredukasi tentang virus hepatitis ini, orangtua di rumah juga perlu diberikan pencerahan mengenai wawasan virus ini. Pihak sekolah perlu melakukan sosialisasi atau informasi kepada orangtua di rumah.

Mulai dari jenis penyakit, cara penularan, dan cara pencegahan serta cara penanganan bila ditemui gejala yang ada. Hal ini menjadi penting untuk dilakukan agar orangtua juga ikut memerhatikan kesehatan siswa dan lingkungan nya saat di rumah.

4. Bekerjasama dengan Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan Terdekat

Pihak sekolah perlu melakukan penjajakan kerjasama dengan fasilitas kesehatan terdekat baik puskesmas ataupun rumah sakit perihal prosedur penanganan bila ada yang terinfeksi di sekolah. Hal ini menjadi penting agar penanganan tidak terlambat apabila sedini mungkin dideteksi dan penanganan yang dilakukan menjadi tepat.

Beberapa kasus yang terjadi di Indonesia ialah pasien yang dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan lanjut sehingga tenaga medis menjadi kesulitan memberikan perawatan yang membuat akhirnya pasien kehilangan jiwa karna terlambatnya dibawa ke rumah sakit.

Selain itu juga pencegahan penyakit hepatitis akut di sekolah perlu dilakukan dengan pengadaan kiegiatan pemberian vaksin gratis kepada siswa di sekolah agar imun siswa menjadi kebal terhadap virus ini.

Semoga hal ini bisa segera teratasi agar tidak menjadi pandemi yang berkelanjutan setelah kita menghadapi pandemi COVID 19 yang lalu. Tetap jaga kesehatan untuk seluruh guru dan Siswa dimanapun berada. (mfs)

Berikut yang perlu guru persiapkan untuk menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi Merdeka Belajar:

  • Memetakan kebutuhan belajar siswa
  • Merencanakan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil pemetaan
  • Mengevaluasi dan merefleksi pembelajaran yang sudah berlangsung

Anda ingin mendapatkan strategi yang tepat dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi serta dibimbing langsung dengan instruktur? Daftar sekarang juga “Diklat Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berdiferensiasi Merdeka Belajar” bersertifikat 35 JP yang akan dilaksanakan mulai tanggal 20-23 Mei 2022, pukul 19.30-21.00 WIB melalui Zoom Meeting.

Klik di sini untuk mendaftar!

Share :

Baca Juga

News

Jangan Sampai Salah! Ini Perbedaan PPG Prajabatan dan PPG Dalam Jabatan

News

Model Pembelajaran Yang Dapat Diterapkan Pada Kurikulum Prototipe 2022

News

Akan Didiskualifikasi Bagi Peserta PPPK Guru Tahap 3 Tahun 2022, Berikut Aturannya!

News

Cara Melakukan Penyusunan dan Penilaian SKP Terbaru

News

Panduan Penyusunan Jadwal Pembelajaran PTM Terbatas

News

Download Materi Diklat Pertemuan Kedua: Mengembangkan Semangat Guru dalam Meningkatkan Publikasi Ilmiah
ide bisnis bagi guru

News

Mengenal Lebih Kurikulum Baru Kurikulum Prototipe
https://naikpangkat.com/terbaru-struktur-kurikulum-merdeka/

News

KemendikbudRistek Resmi Luncurkan Kurikulum Merdeka