Tips Meningkatkan Minat Belajar Anak

- Editor

Senin, 3 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tips meningkatkan minat belajar anak menjadi salah satu aspek penting untuk mendukung proses akademik anak, namun masih banyak anak yang malas untuk belajar dikarenakan kurangnya minat belajar. Terlebih lagi pada beberapa mata pelajaran khusus misalnya matematika.

Minat dapat dimaknai sebagai ketertarikan anak untuk mengerjakan sesuatu. Secara umum memang minat anak tidak dapat dipaksakan, baik oleh orang lain atau oleh anak itu sendiri. Minat tumbuh dengan perasaan senang di dalamnya. Oleh sebab itu, minat dapat ditumbuhkan apabila dipupuk dengan menggunakan cara yang benar.

Minat belajar secara tidak langsung akan mempengaruhi hasil belajar pada anak, hal tersebut dikarenakan minat belajar mempengaruhi perilaku anak, salah satunya adalah proses belajar itu sendiri.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa setiap anak memiliki minat masing-masing yang tidak dapat dibandingkan satu sama lain. Begitupun dengan cara untuk meningkatkan minat belajar pada anak yang tidak dapat dipaksakan untuk sama antara satu anak dengan anak lain.

Berikut adalah beberapa alternatif cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat belajar pada anak :

1. Gali potensi yang dimiliki oleh anak


Potensi dapat diartikan sebagai kemampuan dalam diri anak yang belum sepenuhnya terlihat. Potensi pada anak dapat diketahui melalui hobi yang disukai oleh anak serta hasil yang diciptakan oleh anak, kemudian potensi juga dapat dilihat melalui nilai yang diperoleh dari bangku sekolah.

Namun untuk memastikan potensi tersebut, orang tua atau guru perlu melakukan penguatan terlebih dahulu terhadap kemampuan tersebut, apakah kemampuan tersebut dipengaruhi oleh sepenuhnya faktor dari luar atau memang potensi tersebut muncul dari dalam diri anak.

Setelah mengenali potensi yang dimiliki oleh anak, maka apabila memungkinkan maka libatkan kemampuan tersebut dalam proses belajar untuk meningkatkan ketertarikan anak.

2. Kenali hobi dan minat anak secara umum


Hobi dan minat untuk melakukan sebuah kegiatan akan mempengaruhi perasaan yang tercipta. Melalui hobi dan minat (tidak hanya dalam aspek pendidikan) anak diharapkan nantinya dapat memilih metode pembelajaran yang sesuai sehingga proses belajar yang terjadi menjadi sebuah proses belajar yang menyenangkan.

Salah satu aspek penting dalam proses belajar adalah dengan meningkatkan minat baca pada anak. Peningkatan minat baca ini dapat dilakukan dengan penggunaan buku yang sesuai dengan umur anak, dapat menggunakan buku bergambar dan berwarna agak terlihat lebih menarik.

Selain itu proses bercerita dengan orang terdekat terkait dengan hasil bacaan anak juga turut membuat anak merasa berharga dan senang atas kegiatan membaca tersebut.

Tidak hanya membaca, apabila anak memiliki hobi menggambar atau hobi lain, orangtua juga dapat mengkombinasikan proses tersebut dalam kegiatan belajar.

3. Beri penguatan pada cita-cita dan libatkan anak dalam merencanakan masa depan


Peran dari cita-cita secara tidak langsung akan mempengaruhi motivasi dan minat anak dalam belajar. Cita-cita yang semakin spesifik akan memberikan gambara pada anak terkait dengan tujuan yang akan dicapainya kelak.

Beberapa anak membutuhkan alasan kenapa dia harus belajar, salah satu cara yang biasanya dilakukan oleh orang terdekat adalah dengan memberikannya motivasi eksternal seperti hadiah.

Namun yang tidak kalah penting adalah pemberian motivasi internal yang muncul dari dalam diri anak, salah satunya dengan adanya cita-cita.

Setelah menemukan cita-cita, maka ajak anak untuk merencakan cara yang harus dilakukan oleh anak untuk mencapainya. Mulai dari langkah awalnya yaitu harus belajar, agak menjadi siswa yang pintar, kemudian naik kelas, lulus, melanjutkan kuliah, untuk kemudian bekerja sesuai cita-cita.

4. Ajak anak merencanakan jadwal pembelajaran


Metode pembelajaran dimana anak hanya disuruh untuk belajar saja membuat sebagian anak merasa tidak memiliki kendali atas pilihannya, sehingga merasa kurang hadir dalam proses belajar itu. Secara fisik anak berada di tempat tersebut, namun pikirannya sedang berlarian kemana-mana.

Salah satu metode yang dapat dilakukan yaitu dengan melibatkan anak dalam perencanaan jadwal pembelajaran dan manajemen aktivitas dalam kehidupan sehari-hari.

Proses manajemen diri perlu ditekankan pada anak bahwa tidak hanya berfokus pada perencanaan saja, namun juga pengendalian diri dalam melaksanakan jadwal tersebut.

Ajak anak untuk turut merencanakan hidupnya, namun tidak perlu terlalu saklek, beri jeda anak untuk bermain dan melakukan aktivitas yang disukai lainnya.

5. Beri penguatan positif pada setiap perilaku anak yang diharapkan


Penguatan positif ini merupakan motivasi eksternal atau dorongan dari luar diri anak. Berikan penguatan positif pada perilaku anak yang diharapkan, misalnya belajar seminggu penuh. Namun tidak perlu selalu diberikan penguatan dari luar, anak juga harus diberikan motivasi internal agak tidak melakukan sesuatu demi sebuah hadiah.

Beberapa bentuk penguatan positif yang dapat diberikan yaitu dalam wujud hadiah barang, jalan-jalan keluarga, maupun pujian.

Melalui penguatan positif tersebut diharapkan akan membuat anak lebih bersemangat untuk melakukan kegiatan atau perilaku positif tersebut misalnya dalam kegiatan belajar.

6. Beri ruang pada anak untuk menyampaikan perasaan dan kesulitannya dalam belajar


Hal yang wajar apabila dalam proses belajar, anak merasakan kebosanan dan kesulitan dalam mengolah informasi yang didapatkan.

Oleh sebab itu, sebagai orang terdekat dari anak dapat memberikan sedikit waktu untuk menjadi telinga bagi anak untuk menyampaikan perasaan dan kesulitan yang dihadapinya dalam proses belajar.

Jika belum terbiasa, maka sebagai orang terdekat dapat menciptakan ruang aman bagi anak untuk bercerita dengan menanyakan terkait kesulitan anak dalam belajar.
Namun yang cukup menjadi tantangan adalah bagaimana menciptakan situasi tersebut menjadi situasi yang tidak menyeramkan sehingga anak dapat bercerita dengan bebas.

Keuntungan menjadi pendengar bagi anak tidak hanya menemukan titik permasalahan anak yang akan dicarikan solusinya bersama, namun manfaat lain yang diperoleh adalah timbulnya kedekatan antara anak dengan orang terdekat.

Ketika anak sedang dalam keadaan yang cukup nyaman untuk bercerita, maka di tahap ini dapat menjadi celah untuk orang terdekat anak untuk menyampaikan beberapa motivasi, misalnya dengan memberitahukan pada anak bahwa beberapa kalimat motivasi yang disampaikan dengan penuh hati kepada anak.

Selain minat belajar pada anak, salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam proses belajar anak adalah lingkungan. Lingkungan dapat berwujud tempat belajar yang nyaman (tidak haru mewah), tidak bising, dan tidak banyak faktor yang mampu mengalihkan perhatian dan konsentrasi anak.

Seperti halnya bahan makanan yang harus diproses sesuai dengan karakteristiknya, dimana proses pengolahan beras dan apel yang memiliki caranya sendiri untuk diolah menjadi makanan. Anak juga memiliki karakteristiknya masing-masing.

Apabila kurang dapat mengikuti proses belajar formal di sekolah, maka dapat dilakukan pemeriksaan psikologis untuk mengetahui apa yang terjadi pada anak serta potensi apa yang dimiliki oleh anak agar dapat memberikan perilaku yang sesuai dengan karakteristik anak.

Salah satu upaya mendasar yang harus diupayakan oleh orang terdekat anak yaitu dengan meningkatkan minat belajar pada anak, dimana proses belajar diolah menjadi proses yang tidak menakutkan dan membosankan namun menjadi sebuah proses yang menyenangkan.

Pelajari ice breaking lebih lanjut, silahkan mengikuti Pelatihan Ice Breaking Seru, No Boring Dan Anti Garing Agar Pembelajaran Menjadi Menarik Dan Menyenangkan. DAFTAR SEKARANG!

More Info:
https://wa.me/6285161610200

Berita Terkait

BKN Luncurkan 2 Fitur Baru, Berikut Sederet Manfaatnya bagi Guru
Terbaru, Keterangan Dirjen GTK Terkait Pengelolaan Kinerja dan Tantangan Guru
Ternyata Masih Banyak Guru dan Kepala Sekolah Belum Pernah Cek Data Penting Ini!, Simak Selengkapnya
Gaji Guru dan Pensiunan Naik, BKN Sosialisasikan Peraturan BKN Tahun 2024
Bersiap Tanggal Penting untuk Semua Guru TK, SD, SMP, SMA/SMK Sederajat, Mulai Maret 2024
MenPANRB dan Mendikbudristek Sepakat, Formasi Guru pada CASN 2024 Ditambah
PGRI Berhasil Gugat Permendikbud Nomor 26 Tahun 2024, Bagaimana dengan Pengelolaan Kinerja di PMM?
Sebentar Lagi! Berikut Tanggal Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 11:39 WIB

BKN Luncurkan 2 Fitur Baru, Berikut Sederet Manfaatnya bagi Guru

Senin, 26 Februari 2024 - 11:26 WIB

Terbaru, Keterangan Dirjen GTK Terkait Pengelolaan Kinerja dan Tantangan Guru

Senin, 26 Februari 2024 - 10:50 WIB

Ternyata Masih Banyak Guru dan Kepala Sekolah Belum Pernah Cek Data Penting Ini!, Simak Selengkapnya

Minggu, 25 Februari 2024 - 11:20 WIB

Gaji Guru dan Pensiunan Naik, BKN Sosialisasikan Peraturan BKN Tahun 2024

Sabtu, 24 Februari 2024 - 11:32 WIB

Bersiap Tanggal Penting untuk Semua Guru TK, SD, SMP, SMA/SMK Sederajat, Mulai Maret 2024

Jumat, 23 Februari 2024 - 17:02 WIB

PGRI Berhasil Gugat Permendikbud Nomor 26 Tahun 2024, Bagaimana dengan Pengelolaan Kinerja di PMM?

Jumat, 23 Februari 2024 - 11:34 WIB

Sebentar Lagi! Berikut Tanggal Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan

Kamis, 22 Februari 2024 - 11:23 WIB

Terbaru! Secara Resmi Menteri Keuangan Bagikan Info THR dan Gaji Ke-13 untuk Guru Tahun 2024

Berita Terbaru