Selain itu, seluruh guru di Finlandia diharuskan mendapatkan gelar master, dan selama itu pula calon guru akan mengikuti pelatihan dengan ditemani oleh mentor untuk perbaikan cara mengajar, membangun antusiasme siswa dalam pembelajaran, hingga penelitian thesisnya.
Selain itu, kualitas pendidikan di Finlandia juga dipengaruhi oleh kesadaran siswa dalam pentingnya pendidikan. Bahkan orang tua juga memberikan kepercayaan penuh kepada sekolah untuk kebebasan anak-anak mereka dalam belajar.
Orang tua jarang terlibat langsung dengan kegiatan anak, sehingga hanya memberikan dukungan moral dengan menanyakan kepada anak apa yang dipelajari, kegiatan di sekolah, maupun pertanyaan ringan lainnya. Berbeda dengan Amerika yang cenderung aktif mengikuti kegiatan anaknya, seperti menjadi pelatih tim olahraga atau ikut penggalangan dana bersama anak untuk aktivitas sekolah.
- Semangat Kompetisi Pelajar Korea
Sudah bukan rahasia umum bahwa Korea memiliki obsesi tinggi dalam pendidikan. Masyarakatnya meyakini bahwa pendidikan merupakan kunci kesuksesan, sehingga dalam masa belajar harus diberikan perhatian penuh pada pendidikan.
Sekolah di Korea dilaksanakan pada pukul 8 pagi hingga 9 malam, ditambah kelas tambahan (yang disebut hagwons) hingga pukul 11 malam sesuai dengan jam malam yang ditetapkan pemerintah.
Tekanan yang sangat tinggi ini pun disadari oleh orang tua dan siswa sendiri, namun budaya kompetisi membuat model pendidikan semacam ini terus berlangsung. Sehingga orang tua akan terus men-support anaknya demi ekspektasi yang ditanamkan sejak dini tersebut.
Dengan demikian, maka anak juga sudah mempersiapkan pendidikan di tingkat Universitas dan mengikuti seluruh rangkaian belajar dari pagi hingga malam, pun karena pembelajaran dalam hagwons lebih mengasyikkan dibanding di sekolah.
- Transformasi Pendidikan di Polandia
Transformasi pendidikan yang dilakukan oleh Polandia terus mengalami perkembangan yang signifikan dari waktu ke waktu. Polandia meyakini bahwa sekolah harus berfungsi sebagai tempat belajar, bekerja keras, berpikir, dan juga gagal.
Halaman Selanjutnya
Perbedaan Transformasi Pendidikan di Polandia dan Amerika Serikat
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya