Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Mendukung Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Ini Wajib Diketahui Guru

- Editor

Rabu, 17 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Strategi Pembelajaran berdiferensiasi memikiki 3 macam yakni sebagai berikut:

1. Diferensiasi Konten

Pertama, diferensiasi konten merupakan strategi pembelajaran berdiferensiasi yang berhubungan dengan sesuatu yang diajarkan kepada siswa dengan mempertimbangkan pemetaan kebutuhan belajar siswa baik dalam aspek kesiapan belajar, aspek minat siswa, serta aspek profil belajar siswa maupun kombinasi dari ketiga aspek tersebut.

Kesiapan belajar tidak hanya berkaitan mengenai tingkat intelektualitas (IQ). Akan tetapi juga berkaitan dengan informasi mengenai pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki siswa saat ini sesuai dengan keterampilan atau pengetahuan baru yang akan diajarkan.

Minat merupakan salah satu motivator penting bagi siswa agar dapat ‘terlibat aktif’ dalam proses pembelajaran. Antara siswa yang satu dengan yang lainnya akan menunjukkan minat pada topik yang berbeda. Gagasan untuk membedakan melalui minat tersebut bertujuan untuk “menghubungkan” siswa pada proses kegiatan pembelajaran agar sesuai dengan minat siswa.

Dengan demikian, diharapkan pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan kinerja siswa.  Pemetaan kebutuhan belajar siswa berdasarkan profil belajar adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk terus belajar secara natural dan efisien. Sehingga dengan demikian guru juga perlu menggunakan metode dan pendekatan mengajar sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.

2. Diferensiasi Proses

Kedua, diferensiasi proses merupakan strategi pembelajaran berdiferensiasi dimana dalam kegiatan ini guru perlu memahami apakah siswa akan belajar secara berkelompok atau mandiri.

Pada kegiatan pembelajaran berdiferensiasi, guru harus menyiapkan sejumlah bantuan yang akan diberikan pada siswa. Berikut merupakan cara untuk menerapkan strategi pembelajaran diferensiasi proses yakni di antaranya:

1. Pertama, kegiatan berjenjang yang mana semua siswa harus bekerja untuk membangun pemahaman yang sama tetapi dilakukan dengan dukungan, tantangan dan kompleksitas yang berbeda.

2. Kedua, guru harus menyediakan pertanyaan pemandu atau tantangan melalui sudut-sudut minat, dengan demikian akan mendorong siswa agar dapat mengeksplorasi berbagai materi yang dipelajari.

3. Ketiga, guru harus membuat agenda individual untuk siswa sehingga apabila siswa telah selesai mengerjakan pekerjaan umum maka mereka dapat selesai melihat agenda individual dan pekerjaan yang dibuat khusus untuk mereka.

4. Keempat, guru harus memfasilitasi durasi waktu yang harus siswa kerjakan untuk menyelesaikan tugas. Sehingga dalam hal ini untuk memberikan dukungan bagi murid yang mengalami kesulitan atau sebaliknya mendorong siswa untuk mengejar topik secara lebih cepat dan mendalam.

5. Kelima, guru harus mengembangkan kegiatan yang bervariasi yang mengakomodasi gaya belajar visual, auditori dan kinestetik.

6. Keenam, guru harus menggunakan pengelompokan yang fleksibel yang sesuai dengan kesiapan, kemampuan dan minat siswa.

3. Diferensiasi Produk

Ketiga, diferensiasi produk merupakan strategi pembelajaran berdiferensiasi yang mana hasil pekerjaan atau unjuk kerja harus ditunjukan pada guru. Produk merupakan sesuatu yang berwujud dimana dapat berbentuk karangan, tulisan, hasil tes, pertunjukan, presentasi, pidato, rekaman, diagram, dan lain sebagainya.

Produk juga harus mencerminkan pemahaman siswa yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Cara untuk mendiferensiasi produk dapat dilakukan dengan berbagai cara dengan mempertimbangkan kebutuhan belajar siswa terlebih dahulu sebelum memberikan penugasan produk.

Penugasan produk harus dapat membantu siswa baik secara individual atau kelompok, serta menentukan kembali dari apa yang mereka pelajari selama periode waktu tertentu (satu semester atau satu tahun). Produk tersebut sangat penting karena akan mewakili pemahaman dan aplikasi dalam bentuk yang luas. Selain itu, produk juga merupakan elemen kurikulum yang langsung dapat dimiliki oleh siswa.

Halaman Selanjutnya

Diferensiasi produk meliputi dua hal…

Berita Terkait

Kriteria Sekolah Swasta yang Bisa Menerima Redistribusi Guru ASN
Guru ASN Bisa Mengajar di Sekolah Swasta, Ini Kriterianya! Apakah Anda Termasuk?
Telah Terbit Permendikdasmen 1 Tahun 2025 tentang Redistribusi Guru ASN (PNS dan PPPK) Pada Satuan Pendidikan Masyarakat
Hanya Di Tanggal 21 Januari, Semua Guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK Jangan Sampai Ketinggalan!
[Breaking News] Siaran Pers BKN Kriteria Pelamar Tambahan Seleksi PPPK Guru, Ada Kesempatan Ikut Seleksi PPPK Tahap II
Tahun 2025 Guru Sertifikasi Maupun Non Sertifikasi Akan Sejahtera dengan Program Prioritas Mendikdasmen
Guru Wajib Tahu, Poin Penting dalam PermenPANRB Nomor 21 Tahun 2024 tentang Jabatan Fungsional Guru
4 Tahapan Pengelolaan Kinerja Tahun 2025, Jangan Sampai Keliru!
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Januari 2025 - 18:16 WIB

Kriteria Sekolah Swasta yang Bisa Menerima Redistribusi Guru ASN

Senin, 20 Januari 2025 - 17:51 WIB

Guru ASN Bisa Mengajar di Sekolah Swasta, Ini Kriterianya! Apakah Anda Termasuk?

Senin, 20 Januari 2025 - 12:27 WIB

Telah Terbit Permendikdasmen 1 Tahun 2025 tentang Redistribusi Guru ASN (PNS dan PPPK) Pada Satuan Pendidikan Masyarakat

Senin, 20 Januari 2025 - 11:43 WIB

Hanya Di Tanggal 21 Januari, Semua Guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK Jangan Sampai Ketinggalan!

Rabu, 15 Januari 2025 - 12:24 WIB

[Breaking News] Siaran Pers BKN Kriteria Pelamar Tambahan Seleksi PPPK Guru, Ada Kesempatan Ikut Seleksi PPPK Tahap II

Berita Terbaru

Advertorial

HHRMA Bali: Jembatan Karier di Industri Perhotelan

Selasa, 11 Feb 2025 - 09:45 WIB

Unduh Sertifikat Pendidikan 32 JP Gratis