Home / Opini

Rabu, 14 Juli 2021 - 02:43 WIB

Strategi ‘Pekojarasi’ untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa

Mengajarkan siswa bagaimana cara belajar merupakan suatu tujuan pendidikan yang sangat penting dan merupakan tujuan utama. Sangat ironis apabila kita mengharapkan siswa kita belajar, namun jarang atau tidak sama sekali  mengajarkan bagaimana siswa itu belajar. Kita sering mengharapkan siswa dapat memecahkan masalah, namun sebaliknya kita tidak pernah mengajarkan bagaimana tentang pemecahan masalah tersebut.

Menurut teori konstruktivisme, belajar tidak sekedar menghafal. Agar siswa benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan yang diperolehnya, maka siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan bergelut dengan ide-ide (Ibrahim, 2003: 3). Hal tersebut  mengandung makna bahwa siswa harus aktif menemukan dan menerapkan informasi kompleks, mengecek informasi baru, membandingkan dengan aturan lama,  dan memperbaiki aturan itu  apabila sudah tidak sesuai.

Tugas guru adalah bagaimana membimbing siswa agar mampu mengkoordinasikan  pengetahuan awal yang telah diketahui sebelumnya dengan pengetahuan baru  yang diperolehnya, hal tersebut menjadi sangat penting  agar terjadi pemahaman terhadap transfer ilmu pengetahuan yang diperolehnya.

Salah satu kegiatan selama proses belajar mengajar adalah memberi tugas siswa untuk mengerjakan tugas-tugas tertentu. Seringkali siswa juga diminta untuk membaca suatu topik guna menyusun suatu laporan  singkat atau untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam suatu tes. Untuk memenuhi tuntutan tersebut siswa  harus terlibat dalam proses-proses berpikir dan berperilaku, membaca cepat, suatu bacaan, meringkas,  membuat catatan, dan sekaligus harus memonitor  jalan pikiran diri mereka sendiri. Agar dapat melakukan hal di atas  diperlukan strategi-strategi belajar tertentu.

Baca Juga:  Akhir Perjuangan Seorang Guru Honorer

Berdasarkan pengalaman, pemantauan dan diskusi yang mendalam antara penulis sebagai guru sains Biologi pada SMP Negeri 2 Wawotobi ditemukan bahwa siswa  kurang aktif dalam proses belajar mengajar,  hal ini  dimungkinkan  belum optimalnya guru-guru dalam menerapkan strategi pembelajaran, guru lebih banyak mengambil peran dalam proses belajar mengajar, tanpa lebih banyak melibatkan aktivitas  siswa dalam pembelajaran.

Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan   upaya atau strategi-strategi belajar yang sesuai. Hal ini untuk mengatasi masalah yang dihadapi sehubungan dengan rendahnya  prestasi belajar siswa. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan mengajak siswa untuk mengidentifikasi ide pokok atau prinsip yang melingkupi sejumlah konsep,  mengidentifikasi ide-ide atau konsep-konsep sekunder  yang menunjang ide utama, menempatkan ide utama di tengah atau di puncak peta tersebut dan mengelompokkan ide-ide sekunder di sekeliling ide utama yang secara visual menunjukkan hubungan ide-ide tersebut  dengan ide utama. Strategi tersebut dinamakan Strategi pekojarasi (strategi peta konsep pohon jaringan,  rantai dan siklus)

Strategi Pekojarasi  atau strategi peta konsep pohon jaringan, rantai dan siklus  dikembangkan oleh Lucy Daiel  dalam bukunya Merril Life Science yang  menjelaskan bahwa peta konsep pohon jaringan, rantai dan siklus  siswa dapat belajar bagaimana membangun tiap-tiap tipe dari peta konsep ini melalui latihan, siswa akan mempunyai banyak kesempatan  untuk berlatih keterampilan membuat peta konsep (Rachmadiarti, 2003: 16).   Selanjutnya dijelaskan pula strategi ini dapat digunakan untuk mengulang/merangkum isi bab secara visual berkaitan dengan konsep yang dipelajari dan membuat siswa membaca  dengan tujuan tertentu. Penggunaan peta konsep untuk merangkum dan bermanfaat bila ada banyak istilah kunci baru  bagi siswa untuk dipelajari.

Baca Juga:  Meningkatkan Minat Membaca Materi Bahasa Inggris Melalui Liveworksheet

Menurut Pratiwi (2003: 12) untuk membuat strategi  peta konsep seperti pekojarasi atau peta konsep pohon jaringan, rantai dan siklus  terdapat urutan langkah-langkah  sebagai berikut:

1).  Mengidentifikasi ide pokok atau prinsip yang melingkupi sejumlah konsep

2).  Mengidentifikasi ide-ide atau konsep-konsep  sekunder yang menunjang ide utama tersebut.

3).  Tempatkan ide utama ditengah atau di puncak  peta tersebut

4).  Kelompokkan ide-ide sekunder disekeliling ide utama yang secara visual menunjukkan hubungan ide-ide tersebut dengan ide utama.

Dalam pembelajaran dengan menggunakan strategi pekojarasi atau peta konsep pohon jaringan, rantai dan siklus sebaiknya guru menyediakan format peta konsep  dan nama konsep yang akan digunakan. Cara  ini bertujuan agar dalam pembelajaran lebih efisien dibandingkan dengan apabila siswa yang menyusun peta konsep sendiri, selain itu akan memudahkan guru dalam melakukan penilaian atas hasil belajar siswa terutama dalam upaya meningkatkan kemampuan pemahaman konsep.

Berdasarkan  temuan penelitian yang pernah penulis lakukan, penerapan strategi pekojarasi dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi pertumbuhan dan perkembangan Sains-Biologi di kelas IX SMP Negeri 2 Wawotobi. Penerapan strategi pekojarasi juga dapat melatih siswa menjadi pembelajar  yang aktif, otonom dan mandiri, karena siswa berusaha memetakan konsep pengetahuan yang diperoleh dari pengetahuan abstrak menjadi konkret dan bermanfaat. 

Ditulis oleh Hasin, S.Pd., M.Si., Guru di SMP Negeri 2 Wawotobi

Share :

Baca Juga

pendidikan karakter anak usia dini

Opini

Implementasi Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini
penggunaan masker di tengah pembelajaran

Opini

Guru Rentan Terpapar Lupa Akibat Masker

Opini

Penggunaan Google Meet Dapat Meningkatkan Minat Belajar Siswa dalam PJJ
mengajar online

Opini

Implementasi Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19
media pembelajaran jarak jauh

Opini

Memilih Media yang Tepat untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Opini

Pendidikan Karakter Harus Tetap Diajarkan Meski secara Daring
monochrome photo of opened quran

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Siti Komariyah
meningkatkan literasi sekolah

Opini

Meningkatkan Budaya Literasi di Sekolah