Home / News

Rabu, 8 Juni 2022 - 11:07 WIB

Penjelasan Menkeu Tentang Penghapusan Tunjangan Sertifikasi Guru!

Tunjangan Sertifikasi Guru – Saat ini pemerintah tengah merancang Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional yang baru.

Perlu dikethaui, pada system Pendidikan di Indonesia sendiri memiliki tiga jenis undang undang diantaranya yaitu Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), Undang undang Pendidikan tinggi (Dikti) serta Undang undang guru dan dosen.

Pemerintah sendiri sedang merancang satu undang undang sisdikas baru yang terintegrasi dan holistic. Undang undang tersebut nantinya akan mencakup 3 jenis undang undang yang ada saat ini UU Sisdiknas, UU Dikti dan UU guru dan dosen yang nantinya akan menjadi satu undang undang system Pendidikan nasional.

Akhir akhir ini muncul kabar bahwa dalam Rancangan UU terbaru tersebut tunjangan profesi guru akan dihapuskan.

Sebagai informasi, Sesuai Pasal 1 ayat (4), Tunjangan Profesi Guru adalah tunjangan yang diberikan kepada guru dan dosen yang memiliki sertifikat pendidik sebagai penghargaan atas profesionalitasnya.

Baca Juga:  Model Pembelajaran Kreatif dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak di Luar Sekolah

Baca Juga : Hasil Audiensi Forum Guru Dengan Kemendikbud! 19 Ribu Guru Belum Bisa Diangkat PPPK Tahun Ini?

Tunjangan Profesi Guru dibayarkan pemerintah dalam sebulan sekali. Besaran Tunjangan Profesi Guru ditetapkan sebesar 1 kali gaji pokok guru PNS sesuai dengan golongannya. Sementara untuk guru non-PNS besarannya merujuk aturan lebih lanjut.

Guru yang bisa mendapatkan TPG adalah mereka yang mengantongi sertifikat profesi pendidik yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi.

Sri mulyani Menteri Keuangan RI mengumumkan terkait bahasan pemerintah dalam salah satu sidang kabinet terbatas mengenai anggaran Pendidikan berupa Kartu Indonesia Pintar dan Tunjangan Sertifikasi Guru.

Sri mulyani juga menambahkan perlunya proses yang Panjang untuk Menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia tahun 2023.

Baca Juga:  Memanfaatkan Google Meet untuk Pembelajaran Daring di Masa Pandemi

Anggaran Pendidikan sendiri direncanakan akan meningkat lebih banyak pada tahun 2023 dibanding dengan tahun ini. Peningkatan tersebut mencapai Rp595,9 Trillun hingga Rp563,6 Triliun.

Baca Juga : Nadiem Makariem : Seleksi PPPK 2022 Akan Prioritaskan Guru Honorer Ini

Pemerintah memberikan anggaran lebih besar untuk mengupayakan serta mendukung berbagai kebutuhan belanja pendidikan di nusantara. Kebutuhan tersebut meliputi beasiswa berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebanyak 973,3 ribu untuk pelajar maupun mahasiswa.

Disamping itu, anggaran tersebut juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan para pendidik yang berupa Tunjangan Sertifikasi Guru bagi yang telah melakukan Pendidikan Profesi Guru serta Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Halaman Berikutnya

Informasi Dari Kemendikbudristek terkait Penghapusan tunjangan guru

Share :

Baca Juga

News

[Breaking News] Kemdikbud Sampaikan Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 1 Program Guru Penggerak Angkatan 6, Cek Sekarang!

News

Pengumuman! Honorer diganti outsourcing, Gaji Akan Setara UMR?
pengolahan data penelitian

News

3 Aplikasi Paling Mudah untuk Membuat Kuis & Ujian Online

News

3 Kesalahan Fatal Jika Guru dan Tendik Belum Memiliki NUPTK

News

Breaking News! Segera Cek 2 Trobosan Baru Kemdikbud Pada Seleksi PPPK Guru Tahap 3

News

5 Aplikasi Gratis untuk Menyusun Penilaian dan Evaluasi Pembelajaran dengan Mudah dan Praktis

News

Apa itu Jalur Afirmasi PPPK? Begini Kata Kementrian PANRB

News

Memahami Penyusunan Penilaian Kinerja Guru (PKG) secara Lengkap