Pendidikan Budi Pekerti bagi Siswa di Sekolah

- Editor

Rabu, 24 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendidikan budi pekerti  seringkali menjadi topik perbincangan yang menarik.  Baik di sekolah-sekolah, forum seminar, diskusi di kampus-kampus, dan di berbagai media elektronik maupun media cetak. Pendidikan budi pekerti adalah sesuatu yang penting terlebih dalam lingkup sekolah.

Sebagaimana yang kita ketahui, karakter generasi muda kita saat ini tengah dilanda degredasi. Budi  pekerti generasi penerus bangsa sebagian sudah terpengaruh oleh hal-hal yang sifatnya negatif sehingga mengarah pada penyimpangan. Hal tersebut  ditandai dengan adanya  tawuran antar pelajar, antar mahasiswa, antar pemuda kampung, dan sebagainya. Semua itu, hanya sekian dari contoh degradasi budi pekerti generasi muda pada saat ini.

Melihat adanya fenomena penyimpangan budi pekerti generasi muda seperti ini, pemerintah Republik Indonesia menetapkan bahwa pendidikan budi pekerti perlu diajarkan kembali di sekolah. Pendidikan budi pekerti di sekolah diharapkan bisa menjadi solusi problem moralitas dan budi pekerti generasi muda .

Menurut Haidar dalam bukunya Pemberdayaan Pendidikan Islam di Indonesia (2004) mengatakan bahwa pendidikan budi pekerti adalah usaha sadar yang dilakukan dalam rangka menanamkan atau menginternalisasikan nilai-nilai moral ke dalam sikap dan perilaku peserta didik agar memiliki sikap dan perilaku yang luhur (berakhlakul karimah) dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berinteraksi dengan Tuhan, dengan sesama manusia, maupun dengan alam/lingkungan.

Tujuan Pendidikan Budi Pekerti di Sekolah

Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 merupakan salah satu dasar hukum pelaksanaan pendidikan budi pekerti di sekolah. Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) sendiri adalah kegiatan pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah yang dimulai sejak dari hari pertama sekolah, masa orientasi peserta didik baru untuk jenjang sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan, sampai dengan kelulusan sekolah.

Pelaksanaan pendidikan budi pekerti yang sekarang dikenal dengan istilah Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) di sekolah ini didasari oleh adanya pertimbangan bahwa masih terabaikannya implementasi atau penerapan nilai-nilai dasar kemanusiaan yang berakar dari Pancasila yang masih terbatas pada pemahaman nilai dalam tataran konseptual, belum sampai mewujud menjadi nilai aktual dengan cara yang menyenangkan baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun di masyarakat.

Bagi peserta didik, budi pekerti merupakan suatu hal yang  harus diperhatikan dan  dilaksanakan di sekolah. Maka setiap peserta didik diharapkan dapat mengamalkan dan mempraktikkan budi pekerti yang luhur yang sesuai dengan tuntunan agama baik di sekolah, di rumah maupun di masyarakat. 

Dengan pendidikan budi pekerti tersebut diharapkan peserta didik agar berkembang potensinya menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Penerapan Pendidikan Budi Pekerti di Sekolah

Menurut Tabrani Rusyan (2006), pendidikan budi pekerti perlu diajarkan di sekolah dengan maksud antara lain untuk membangun generasi penerus bangsa agar selain cerdas juga berakhlak dan berbudi pekerti luhur.

Pendidikan budi pekerti di sekolah dalam pelaksanaannya terintegrasi ke dalam seluruh mata pelajaran terutama  dalam mata pelajaran agama dan PPKn.

Kemudian menurut Masnur Muslich (2011), strategi yang dapat dilakukan dalam penerapan pendidikan budi pekerti adalah memberikan keteladanan, mengadakan kegiatan spontan, memberikan teguran, pengkondisian lingkungan di sekolah, mengadakan kegiatan rutin yang dapat membentuk budi pekerti siswa.

Peran guru di sini sangat penting. Seorang pendidik atau guru harus menjadi model, sekaligus menjadi mentor bagi peserta didik dalam mewujudkan nilai-nilai moral pada kehidupan di sekolah. Guru dapat membentuk serta membina sikap dan mengembangkan nilai moral dan budi pekerti peserta didik.

Adapun bekal yang harus dimiliki seorang guru dalam membentuk karakter siswa antara lain, religiusitas/ketaatan, bersyukur, toleransi, disiplin, tertib, tanggung jawab, kemampuan kerjasama, saling menghormati, sikap sopan santun, jujur, adil, pemaaf dan pemurah.

Sementara itu pihak sekolah perlu memprogramkan kegiatan pendidikan  budi pekerti secara terus-menerus. Dengan kegiatan pendidikan karakter atau budi pekerti, diharapkan dapat membawa peserta didik menjadi individu yang mampu bekerja sama, hidup rukun antar sesama, saling memahami, membantu satu sama lain dalam mengatasi persoalan, dan tidak bersikap sendiri-sendiri.

Mengingat pentingnya pendidikan budi pekerti bagi siswa di sekolah maka semua warga sekolah diharapkan mendukung sekaligus  membantu pelaksanaan program tersebut. Program pendidikan budi pekerti akan berhasil apabila semua elemen mulai dari guru hingga orang siswa dapat menjalin kerjasama. Sehingga tujuan pendidikan yang diharapkan oleh bangsa akan benar-benar dapat dirasakan dan memberikan nilai-nilai positif kepada generasi bangsa.  

Ditulis oleh: Asih Aswandari, S.Pd.

Berita Terkait

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka
Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 
Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan
Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan
Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan
Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 
Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua
Keajaiban Kecerdasan Buatan (AI) yang Mampu Merevolusi Dunia Pendidikan
Berita ini 573 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:35 WIB

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB

Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 

Jumat, 16 Februari 2024 - 09:32 WIB

Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:50 WIB

Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Selasa, 6 Februari 2024 - 10:35 WIB

Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Senin, 5 Februari 2024 - 10:27 WIB

Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:55 WIB

Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:20 WIB

Keajaiban Kecerdasan Buatan (AI) yang Mampu Merevolusi Dunia Pendidikan

Berita Terbaru