Home / Opini

Selasa, 26 April 2022 - 00:55 WIB

Pembelajaran Tata Boga yang Efektif

Oleh  Siti Alif Munifah, S.Pd  

Guru SMKN 1 Petarukan  

Belajar tata boga, jika dikaitkan dengan teori Sund, akan lebih efektif jika dalam pembelajaran dapat terjadi discovery (menemukan ide baru).  Maka dalam belajar mengolah makanan, guru perlu memberi kesempatan  pada peserta didik untuk menemukannya sendiri dalam menyajikan hidangan untuk menghasilkan penampilan hidangan tersebut setelah memahami prinsip-prinsip menyajikan  suatu hidangan. 

Secara umum hasil dari kegiatan belajar pada peserta  didik diharapkan terjadinya perubahan tingkah laku pada peserta didik sebagai hasil pengalaman dalam  berinteraksi dengan lingkungan. 

Guru sebagai jabatan atau profesi memerlukan  keahlian khusus. Pendidik yang baik pastinya akan menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dalam menjawab tantangan yang menuntut kompetensi seperti sekarang ini. Tak terkecuali bagi guru mata pelajaran tata boga,  seorang guru harus mampu menciptakan kondisi yang dapat merangsang serta mengarahkan kegiatan belajar peserta didik untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang mengakibatkan perubahan tingkah laku. 

Dalam pembelajaran tata boga yang dapat diterapkan oleh guru kepada peserta didik, dapat disesuaikan dengan kehidupan keluarga masing-masing siswa dengan cara mengamati. Walaupun proses ini penuh tantangan, aktivitas,  serta kreativitas tinggi tentunya akan menjadi pembelajaran yang berharga. 

Baca Juga:  Strategi Mengatasi Siswa Bermasalah di Sekolah Tingkat SMP

Belajar tata boga akan efisien dan efektif  bila peserta didik dilibatkan, tidak hanya jadi penonton melainkan bisa tampil dengan segala makanan yang dikelola oleh  setiap siswa dan siswi sendiri. Produk tata boga yang menarik dan dapat diminati konsumen akan menstimulasi minat belajar lebih lanjut dan mempercepat belajar.  

Dalam prosesnya, siswa perlu mengamati produk tata boga. Dengan begitu, sesuatu yang teramati akan lebih lama untuk diingat. Pembelajaran tata boga juga butuh praktik sehingga akan lebih mudah dipahami. 

Adapun faktor yang mempengaruhi hasil belajar tata boga yaitu kemampuan  yang dimiliki oleh peserta didik sendiri, baik berupa kemampuan dasar maupun kemampuan fungsional. 

Kemampuan dasar meliputi daya pikir, daya kalbu dan daya raga. Daya pikir dalam belajar tata boga yaitu kemampuan menyusun menu dari beberapa hidangan yang telah diketahui, mengenal resep hidangan dari  bahan dasar bumbu, langkah-langkah pembuatan, mengenal kegagalan membuat hidangan makanan dari suatu resep, menciptakan resep hidangan yang  rasanya telah ditentukan, menciptakan hidangan yang berbeda  dengan yang sudah ada. 

Daya kalbu dalam belajar tata boga diperlukan agar siswa mengerti etika makan sebagai makhluk  berbudaya dan beragama; menerapkan sanitasi dan kebersihan dalam mengolah makanan untuk  menghasilkan produk makanan yang menyehatkan lahir dan batin. 

Baca Juga:  Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa dengan Model Pembelajaran Kooperatif TGT (Team Game Tournament) 

Sementara itu daya raga dalam belajar tata boga diperlukan dalam mengolah dan menyajikan berbagai  jenis makanan untuk pesta besar, upacara tradisi atau keagamaan yang memerlukan stamina,  ketahanan dan ketekunan di samping keterampilan. 

Dalam belajar tata boga, selain kemampuan dasar juga diperlukan pula kemampuan fungsional yaitu kemampuan memanfaatkan teknologi dalam melakukan pengawetan makanan, kemampuan mengelola bahan makanan yang melimpah, mendistribusikan bahan dan produk makanan  untuk orang banyak seperti makanan untuk pesanan rumah sakit, makan karyawan buruh  pabrik. Kemampuan mengelola makanan ini diperlukan ilmu tingkat tinggi agar tidak berlebih dan  kekurangan. Semua itu memerlukan perhitungan yang tepat .

Peserta didik yang memiliki minat yang sama dalam tata  boga, jika belajar secara berkelompok akan lebih cepat proses belajarnya jika dibandingkan dengan sendirian. Namun selain itu yang menentukan kesuksesan dalam pembelajaran tata boga adalah kualitas  dari pembelajaran tata boga itu sendiri. (*)

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Editor: Moh. Haris Suhud, S.S.

Share :

Baca Juga

pengaruh gadget pada siswa sekolah

Opini

Waspadai Penyalahgunaan Gadget oleh Anak di Era Pembelajaran Online
https://naikpangkat.com/materi-pertemuan-ketiga-pelatihan-penilaian-interaktif-dan-koreksi-jawaban-ujian-secara-mudah-gratis-32jp--scanning-jawaban-ujian-tatap-muka-dengan-zipgrade/(buka di tab baru)

Opini

​​Menghindari Dampak Negatif Dunia Maya

Opini

Perlunya Desain Media Pembelajaran Menggunakan  Media Adobe Flash untuk Siswa  SMK Otomotif
belajar sambil bermain

Opini

Bermain sebagai Metode Pembelajaran
pembelajaran menarik di masa pandemi

Opini

Menciptakan Pembelajaran Jarak Jauh yang Menarik di Masa Pandemi

Opini

Membangun Personal Grooming di Kalangan Pendidik
metode belajar membaca anak sekolah dasar

Opini

Metode Card Sort: Meningkatkan Kemampuan Membaca Kelas I

Opini

Dinamika Pembelajaran Matematika secara Daring di Masa Pandemi