Pembelajaran Blended Learning dan Kreativitas Seorang Guru

- Editor

Senin, 20 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Ifa Zulaifah, S.Pd.,M.Pd

Guru di SMA Negeri 1 Sooko

Blended learning adalah sebuah kemudahan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara guru dan siswa. Blended learning juga sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online. 

Berikut ini adalah sejumlah manfaat  dalam pembelajaran blended learning (pembelajaran campuran): 

1. Lebih fleksibel

Dengan menerapkan pembelajaran campuran, siswa dapat belajar dengan lebih fleksibel. Berbeda dengan pembelajaran tradisional, blended learning memungkinkan siswa untuk belajar sesuai dengan kecepatannya sendiri.

2. Efektif meningkatkan hasil belajar siswa

Gabungan metode-metode pengajaran yang diterapkan dalam blended learning terbukti efektif meningkatkan hasil belajar sebagian besar siswa. 

3. Meningkatkan keterlibatan siswa

Saat ini, kebanyakan siswa sudah akrab dengan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, menggunakan teknologi saat belajar membuat siswa lebih mudah terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

4. Meningkatkan kepuasan belajar siswa

Blended learning juga terbukti meningkatkan kepuasan siswa terhadap pembelajaran dan hasil belajar mereka. Sebab dari awal siswa sudah mengetahui alur pembelajaran. Mulai dari apa yang diharapkan oleh siswa hingga syarat untuk mencapai tujuan atau nilai akhir.

5. Meningkatkan partisipasi aktif siswa

Di banyak pembelajaran tradisional, siswa cenderung lebih banyak berperan pasif dalam kegiatan pembelajaran, sebab sistem pembelajaran tradisional berpusat pada pengajar. Pada Pembelajaran blended learning, siswa akan lebih aktif berpartisipasi karena banyaknya interaksi dengan guru baik secara tatap muka atau secara online dan offline.  

Pelaksanaan pembelajaran blended learning saat ini merupakan solusi terbaik yang bisa dipilih. Pembelajaran blended learning dilakukan dan disesuaikan dengan keadaan dan situasi yang dihadapi oleh guru dan siswa, khususnya di masa pandemi Covid-19. 

Menurut Profesor Steve Slemer  menyarankan enam tahapan dalam merancang dan  menyelenggarakan  blended learning agar hasilnya optimal, di antaranya :

1.     Menetapkan macam dan materi bahan ajar. Pendidik harus paham betul bahan ajar yang seperti apa yang relevan diterapkan pada pendidikan jarak jauh (PJJ) yang sebagian dilakukan secara face to face dan secara online.

2.     Menetapkan rancangan dari blended learning yang digunakan. Rancangan harus dibuat dengan baik agar rancangan  pembelajaran yang dibuat tersebut benar-benar relevan dan memudahkan sistem pembelajaran face to face dan jarak jauh.

3.     Menetapkan format online learning. Artinya, apakah bahan ajar tersedia dalam format PDF, video, dan lain sebagainya. 

4.     Melakukan uji terhadap rancangan yang dibuat. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah sistem pembelajaran ini sudah berjalan dengan baik atau belum, termasuk bagaimana efektivitas dan efisiensi dari rancangan yang telah dibuat.

5.     Menyelenggarakan blended learning dengan baik yang artinya sebelum dilaksanakan pembelajaransudah dilakukan sosialisasi terkait pengenalan tugas, cara akses terhadap bahan ajar dan lain-lain.

6.     Menyiapkan kriteria untuk evaluasi.

Yang tak kalah penting dalam menjalankan pembelajaran blended learning adalah kreativitas dari guru. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “Kreativitas” adalah kemampuan untuk mencipta atau mengandung daya cipta atau pekerjaan yang menghendaki kecerdasan imajinasi. 

Sementara itu menurut Utami Munandar (1992:41), “Kreativitas” adalah kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengelaborasi suatu gagasan.

Di era pandemi ini, sekolah menghadapi permasalahan yaitu tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka seperti biasa. Siswa harus belajar dari rumah (BDR). Bagaimana agar kegiatan BDR tersebut berlangsung secara efektif, hal ini memerlukan inovasi; diperlukan adanya suatu kreativitas guru dalam mengembangkan metode atau strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi BDR tersebut. Guru dituntut untuk mengembangkan kreativitas dalam menciptakan suasana proses belajar mengajar, sehingga BDR menjadi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. 

Tidak mudah mengelola kelas dalam kondisi guru dan murid berada di tempat terpisah. Meskipun berbagai teori belajar dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat memungkinkan pembelajaran dilakukan secara daring, namun dalam praktiknya banyak hal yang harus mengalami penyesuaian. Keberhasilan pembelajaran BDR setidaknya tergantung dengan sejumlah faktor, yang terdiri dari guru itu sendiri, siswa, orang tua murid, perangkat TIK, jaringan, dll. 

Guru memegang peran yang sangat penting dalam menciptakan pembelajaran. Walaupun semua perangkat teknologi dan jaringan tersedia, namun apabila guru gagal menciptakan suasana pembelajaran yang baik, maka BDR akan mengalami kegagalan. 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kreativitas Guru 

1.   Faktor internal 

Faktor internal adalah hakikat dari manusia itu sendiri yang dalam dirinya ada suatu dorongan untuk berkembang dan tumbuh ke arah usaha yang lebih baik dari semula, sesuai dengan kemampuan pikirnya untuk memenuhi segala kebutuhan yang diperlukannya. Begitu juga seorang guru dalam hal melaksanakan tugasnya sebagai pelaksana pendidikan pasti menginginkan dirinya untuk tumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik dan berkualitas. 

2.   Faktor eksternal

Faktor eksternal juga sangat berpengaruh pada dorongan dan potensi dari dalam, yaitu pengaruh-pengaruh yang datangnya dari luar yang dapat mendorong guru untuk mengembangkan diri. 

Faktor eksternal  ini dapat dikelompokkan menjadi empat, sebagai berikut :

a.   Latar belakang pendidikan Guru 

Guru yang berkualifikasi profesional, yaitu guru yang tahu secara mendalam tentang apa yang diajarkannya, cakap dalam mengajarkannya secara efektif dan efisien; serta guru tersebut berkepribadian yang mantap. 

b.   Pelatihan-pelatihan guru dan organisasi keguruan 

      Pelatihan-pelatihan dan organisasi sangat bermanfaat bagi guru dalam mengembangkan pengetahuannya serta pengalamannya terutama dalam bidang pendidikan. 

c.    Pengalaman mengajar guru

 Seorang guru yang telah lama mengajar dan telah menjadikannya sebagai profesi yang utama akan mendapat pengalaman yang cukup dalam pembelajaran. Hal ini pun juga berpengaruh terhadap kreativitas dan profesionalismenya, cara mengatasi kesulitan yang ada dan lain sebagainya.

d.   Faktor kesejahteraan 

Guru tidak dapat dipungkiri bahwa guru adalah manusia biasa yang tak terlepas dari berbagai kesulitan hidup, baik hubungan rumah tangga, pergaulan sosial, ekonomi, kesejahteraan, ataupun masalah apa saja yang dapat mengganggu kelancaran tugasnya sebagai seorang guru dalam proses pembelajaran.

Manfaat seorang guru yang kreatif dalam mengajar antara lain dapat menumbuhkan dampak positif bagi siswa, mampu membuat tujuan pembelajaran segera dapat tercapai, dan guru akan mampu menemukan cara-cara mengatasi masalah (problem solving), baik yang berhubungan dengan masalah siswa ketika di kelas, di sekolah, maupun di luar sekolah.

Kreativitas guru dalam pembelajaran blended learning ini tidak dapat ditawar-tawar lagi. Sebab, kreativitas guru akan sangat membantu siswa dalam berperan aktif dalam setiap proses pembelajaran. Selain itu, guru akan senantiasa mengembangkan bahan atau materi pelajaran dan mampu menciptakan suasana belajar yang menarik. 

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Berita Terkait

Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali
Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka
Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 
Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan
Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan
Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan
Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 
Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:59 WIB

Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:35 WIB

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB

Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 

Jumat, 16 Februari 2024 - 09:32 WIB

Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:50 WIB

Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Selasa, 6 Februari 2024 - 10:35 WIB

Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Senin, 5 Februari 2024 - 10:27 WIB

Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:55 WIB

Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua

Berita Terbaru