Menjadi Manusia Sehat dan Ceria di Masa Pandemi Covid-19 dengan Permainan Pickleball

- Editor

Kamis, 23 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ditulis oleh Agung Nurhadi, S.Pd

Guru di SD Negeri 002 Babulu

“Selama pandemi Covid-19, perasaan ceria dan aktivitas gerak sangat penting sehingga meningkatkan imunitas dan kebugaran tubuh, salah satunya yaitu dengan bermain pickleball.” 

 

Dewasa ini muncul beberapa permainan modifikasi net yang dimainkan secara tunggal maupun ganda. Salah satu permainan modifikasi net yang sangat menarik yaitu pickleball. Permainan ini merupakan gabungan dari tiga unsur cabang olahraga yaitu tenis meja, tenis lapangan, dan bulu tangkis. Hal tersebut dikarenakan pada permainan pickleball, dimensi lapangannya sebesar lapangan bulu tangkis meskipun dapat dimainkan di dalam ruangan atau di luar ruangan; seperti tenis karena netnya mirip net lapangan tenis, dan paddle yang digunakan mirip dengan bet permainan tenis meja.

Permainan pickleball mulai populer dan dimainkan di Indonesia serta didukung oleh beberapa toko olahraga maupun distributor yang telah melayani penjualan online peralatan yang digunakan dalam pickleball seperti paddle, bola, dan netnya.

Tinggi net pickleball dari tanah adalah 86 cm. Net pickleball dan bulutangkis memiliki ukuran yang sama, namun pada lapangan pickleball jaring net diturunkan ke tanah hingga tinggi net mencapai 34 inchi dari tanah. Meskipun paddle lebih kecil dari raket tenis, tapi lebih besar dari bet tenis meja.

Gambar: Paddle dan Bola digunakan dalam Permainan Pickleball

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Paddle dalam permainan ini terbuat dari dari bahan fiber yang tahan terhadap keausan. Paddle lebih hemat biaya daripada raket bulu tangkis dan tenis. Bolanya terbuat dari plastik berkualitas tinggi dan tahan lama karena desain bola ini berongga dan bergerak lebih lambat.

Permainan pickleball dapat dimainkan menggunakan paddle untuk memukul bola. Untuk memainkan bola, setiap pemain harus memegang satu paddle. Servis dapat dilakukan dengan bola di bawah pusar atau biasa disebut dengan servis bawah untuk memulai pertandingan. Untuk memulai, setiap pemain ditempatkan di sisi terjauh dari lapangan kanan untuk melakukan servis secara diagonal. Bola dipukul dengan paddle secara diagonal ke zona servis lawan. Pelanggaran dalam melakukan servis yaitu apabila pemukul memukul bola di atas ketinggian pinggang. Selanjutnya setelah melakukan servis, pemain lawan bertugas mengembalikan bola ke daerah pemukul.

Reli berlanjut sampai salah satu pemain tidak dapat mengembalikan bola ke area lawan, atau gagal mengikuti kondisi tertentu. Servis hanya diberikan kepada pemain yang mendapatkan poin. Service over terjadi ketika server kehilangan poin.

Dalam kondisi normal, satu set permainan pickleball berakhir di angka 11 dan unggul 2 poin dari lawannya. Jika skor imbang 10-10, permainan berlanjut sampai salah satu pemain unggul 2 poin dari lawannya. Kemudian satu set berakhir dan pemain dapat beristirahat untuk melanjutkan set berikutnya.

Aturan paling penting dalam pickleball adalah pemain tidak boleh menginjak garis kotak depan, dan semua pukulan harus dilakukan di belakang garis kotak depan saat permainan sedang berlangsung.

Pickleball ini adalah permainan yang menyenangkan untuk dimainkan karena mudah dipelajari dan dimainkan bahkan untuk orang dengan keterampilan motorik terbatas. Karena lapangan pickleball lebih kecil dari lapangan tenis, permainan ini dapat dinikmati oleh semua orang mulai dari anak-anak hingga manula dalam waktu yang lama.

Selain itu, olahraga pickleball ini juga sangat cocok dipraktikkan bersama siswa di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Sebab dengan permainan ini bisa menjadi media rekreatif yang dapat menghadirkan rasa bahagia, olah fisik, yang pada akhirnya akan meningkatkan sistem imun tubuh.

Salah satu fungsi rekreasi adalah untuk merasa bahagia. Meskipun  terlihat sederhana, namun perasaan ceria besar manfaatnya dalam kehidupan ini. Perasaan ceria membuat seseorang refresh dan membantu menghindari kecemasan. Perasaan ceria ini memberi manfaat apabila masih dalam takaran yang wajar dan tidak berlebihan.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013, persentase penduduk Indonesia yang tidak melakukan aktivitas fisik meningkat. Persentase ini diperkirakan meningkat selama pandemi Covid-19 karena banyak tugas yang dapat dilakukan dari rumah dan membatasi aktivitas masyarakat. Jika kita tidak melakukan gerakan fisik sehari-hari, kita berisiko terkena penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung, dan diabetes. Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia mendorong warganya untuk menggunakan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Tujuan dari program GERMAS adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya aktif secara fisik dan menghindari gaya hidup sedentary. Dari segi kesehatan, gaya hidup sedentary adalah keadaan terlalu malas untuk bergerak. Menjaga penampilan yang baik juga membutuhkan gerakan aktif.

Selama pandemi Covid-19, sinergi kesenangan dan aktivitas yang penuh semangat dapat digabungkan menjadi permainan yang menyenangkan dan aman. Berikut langkah-langkah yang dilakukan untuk memastikan permainan dapat berjalan aman selama masa pandemi: (1) menjaga jarak aman agar tidak terjadi kerumunan, (2) menjaga peralatan permainan dengan cairan desinfektan, seperti bola, raket dan sebagainya, (3 ) memakai masker untuk semua pemain, (4) mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir setiap dan setelah pertandingan, dan (5) permainan dilakukan di dalam dan di luar ruangan dengan sirkulasi udara dan pencahayaan yang memadai.

Permainan net seperti pickleball dianggap aman dimainkan selama pandemi Covid-19 karena tidak menyebabkan penyakit dan dapat menjaga jarak aman. Ini berlaku untuk pemain net seperti bola voli, tenis meja, sepak takraw dan bulu tangkis. Dan bermain pickleball dengan peserta didik, komunitas atau keluarga adalah cara yang menyenangkan untuk tetap bergerak aktif sambil mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi. (*)

 

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Editor: Moh. Haris Suhud, S.S.

Berita Terkait

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka
Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 
Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan
Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan
Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan
Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 
Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua
Keajaiban Kecerdasan Buatan (AI) yang Mampu Merevolusi Dunia Pendidikan
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:35 WIB

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB

Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 

Jumat, 16 Februari 2024 - 09:32 WIB

Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:50 WIB

Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Selasa, 6 Februari 2024 - 10:35 WIB

Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Senin, 5 Februari 2024 - 10:27 WIB

Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:55 WIB

Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:20 WIB

Keajaiban Kecerdasan Buatan (AI) yang Mampu Merevolusi Dunia Pendidikan

Berita Terbaru