Home / Opini

Kamis, 10 Juni 2021 - 00:11 WIB

Menghindari Lost Generation di Tahun Ajaran Baru 2021

Pada sekolah vocational seperti SMK, pembelajaran daring penuh akan menjadi polemik yang dapat menyebabkan lost generation, terutama dalam pembelajaran praktik. Pembelajaran praktik adalah kompetensi penting bagi sekolah vocational dan merupakan hal yang wajib dilakukan.

Pembelajaran praktik akan membekali kemampuan siswa untuk terampil melakukan pekerjaan sesuai bidang keahliannya. Kemampuan inilah yang menjadi bekal siswa untuk bekerja.

Pembelajaran praktik yang hanya dilakukan secara daring nyatanya memiliki capaian kompetensi berbeda, meskipun bisa menggunakan video tutorial untuk memandunya. Sementara itu pembelajaran praktik riil memberi pengalaman nyata bagi siswa sehingga lebih bermakna. Siswa dapat berdiskusi, mencoba secara riil dan berulang dengan panduan serta bimbingan langsung dari ahlinya.

Pada pembelajaran praktik riil siswa harus berkarakter disiplin, jujur, tanggung jawab, etos kerja tinggi, menjaga keselamatan diri dan tempat kerja. Pembelajaran ini hanya dapat diterapkan langsung dan terus menerus, sehingga menjadi kebiasaan untuk dibawa ke tempat kerja nantinya.

Pembelajaran di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 telah mengubah pola dan sistem pendidikan, terutama proses belajar mengajarnya.  Proses pembelajaran dari tatap muka menjadi daring penuh. Pembelajaran daring dilakukan secara jarak jauh menggunakan aplikasi e-learning seperti  WhatsApp, Zoom, atau Webex.

Melalui media tersebut membantu guru untuk upload materi dan lembar kerja siswa, download hasil pekerjaan siswa, melakukan proses evaluasi, memberi umpan balik secara kualitatif dan kuantitatif.

Baca Juga:  Sekolah Pengembangan Keterampilan dan Bakat sebagai Wadah Anak Desa yang Terampil

Berdasar pengalaman sebagai guru, pembelajaran dengan sistem tersebut ternyata kurang interaktif dan efektif. Misalnya untuk menjelaskan materi yang bersifat abstrak, berisikan simbol, rumus, proses hitungan pemecahan masalah. Media tersebut juga kurang bisa untuk mengukur kemampuan psikomotorik siswa.

Biasanya guna meminimalisir kelemahan yang ada, guru memberikan materi dilengkapi video tutorial. Video tutorial tersebut berisi langkah-langkah penyelesaian masalah yang dapat dipelajari berulang-ulang.

Salah satu problem lain dalam proses belajar mengajar daring yakni menuntut kemampuan finansial. Pasalnya, kegiatan pembelajaran ini memerlukan jaringan internet, komputer atau ponsel serta kuota internet sebagai sarana utama pembelajaran.

Proses pembelajaran daring juga memerlukan kemampuan dalam memanfaatkan aplikasi dan fitur-fitur yang ada untuk belajar. Nah, pembelajaran daring ini akan menjadi tidak efektif  jika sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa belum memiliki fasilitas pendukung yang memadai. Apalagi jika  kemampuan dalam menggunakan aplikasi dan fitur-fitur aplikasi pembelajaran daring masih kurang.

Menyambut Tahun Ajaran Baru

Pada awal tahun ajaran baru 2021, agar tidak terjadi lost generation di bidang pendidikan, pemerintah melalui Kemendikbud menegaskan akan diberlakukan sekolah tatap muka langsung terbatas dengan protokol kesehatan ketat. Sekolah akan memberikan pilihan pada orang tua wali siswa untuk mengizinkan putra-putrinya mengikuti pembelajaran tatap muka langsung terbatas dengan penerapan disiplin protokol kesehatan secara ketat.

Terjadinya lost generation dalam dunia pendidikan di masa pandemi Covid-19 dapat dihindari bila proses pembelajaran efektif, bermakna, dan aman, dilakukan menerapkan blended learning. Pemberian materi, lembar kerja, lembar penugasan, evaluasi, dan umpan balik non praktik  dapat dilakukan secara daring. Pada pembelajaran praktik yang memerlukan kegiatan riil untuk penguasaan kompetensi, ketrampilan, dan penilaian praktik harus dilakukan dengan tatap muka langsung.

Baca Juga:  Meningkatkan Disiplin Anak dengan Pemberian Hadiah dan Hukuman

Pelaksanaan diskusi dan pembimbingan dapat dilakukan melalui daring maupun tatap muka langsung. Pelaksanaan tatap muka langsung harus menerapkan disiplin protokol kesehatan ketat.  

Tahun ajaran baru 2021 kurang beberapa hari lagi. Tentunya sekolah sudah melakukan persiapan sarana, prasarana, perangkat pembelajaran, guru, dan tenaga kependidikan untuk siap menyongsong pelaksanaan proses pembelajaran efektif, bermakna, dan aman di masa pandemi Covid-19.

Blended learning bisa menjadi pilihan untuk dilakukan di masa pandemi ini agar tidak terjadi lost generation. Sekolah harus berani dan siap menawarkan pada orang tua siswa untuk memilih proses pembelajaran tatap muka langsung terbatas dengan protokol kesehatan ketat.  

Mari kita songsong tahun ajaran baru 2021 dengan penuh semangat, belajar sungguh-sungguh, disiplin melaksanakan protokol kesehatan, menjalin kerjasama yang baik antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk mewujudkan tujuan pendidikan agar tidak terjadi lost generation di masa pandemi Covid-19 yang juga belum berakhir.

Ditulis oleh Farida Andriani, Guru Kimia SMKN 1 Blitar

Share :

Baca Juga

sekolah ramah anak

Opini

Mewujudkan Sekolah Ramah Anak
laporan perkembangan anak paud

Opini

Praktik dan Contoh Pengenalan Matematika dan Sains pada Anak Usia Dini

Opini

Supervisi Sekolah Binaan Melalui Pendekatan Humanistik dan Komunikatif 
dampak pembelajaran jarak jauh

Opini

Dampak Covid-19 pada Pendidikan Anak SD dan Masalah yang Harus Dipecahkan

Opini

Trik Membuat Siswa Fokus dalam Pembelajaran di Masa Pandemi
orang tua idola anak

Opini

Menjadi Orang Tua Idola Anak
tahun 2022

Opini

Tahun Baru, Kurikulum Baru

Opini

Penggunaan Google Meet Dapat Meningkatkan Minat Belajar Siswa dalam PJJ