Kemampuan Apa Saja yang Perlu Dimiliki Siswa untuk Transformasi Pendidikan Abad 21 Di Era Global? Mari Simak Penjelasannya!

- Editor

Selasa, 7 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Transformasi pendidikan – Abad ke-21 ditandai sebagai abad keterbukaan atau abad globalisasi, artinya kehidupan manusia pada abad ke-21 mengalami perubahan-perubahan yang fundamental yang berbeda dengan tata kehidupan dan transformasi pendidikan dalam abad sebelumnya. Dikatakan abad ke-21 adalah abad yang meminta kualitas dalam segala usaha dan hasil kerja manusia. Dengan sendirinya abad ke-21 meminta sumberdaya manusia yang berkualitas, yang dihasilkan oleh lembaga-lembaga yang dikelola secara profesional sehingga membuahkan hasil unggulan. Tuntutan-tuntutan yang serba baru tersebut meminta berbagai terobosan dalam berfikir, penyusunan konsep, dan tindakan-tindakan.

Keterampilan abad 21 pada transformasi pendidikan adalah (1) life and career skills, (2) learning and innovation skills, dan (3) Information media and technology skills. Ketiga keterampilan tersebut dirangkum dalam sebuah skema yang disebut dengan pelangi keterampilan pengetahuan abad 21/21st century knowledge-skills rainbow (Trilling dan Fadel, 2009). Adapun konsep keterampilan abad 21 dan core subject 3R, dideskripsikan berikut ini.

Dalam konteks pendidikan, 3R adalah singkatan dari reading, writing dan arithmatik, diambil lafal “R” yang kuat dari setiap kata. Dari subjek reading dan writing, muncul gagasan pendidikan modern yaitu literasi yang digunakan sebagai pembelajaran untuk memahami gagasan melalui media kata-kata. 3R yang diadaptasi dari abad 18 dan 19 tersebut, ekivalen dengan keterampilan fungsional literasi, numerasi dan ICT yang ditemukan pada sistem pendidikan modern saat ini. Selanjutnya, untuk memperjelas fungsi core subject 3R dalam konteks 21st century skills, 3R diterjemahkan menjadi life and career skills, learning and innovation skills dan information media and technology skills Penjelasan tentang keterampilan menurut (Trilling and Fadel, 2009:47) adalah sebagai berikut:

1.      Life and Career Skills

Life and Career skills (keterampilan hidup dan berkarir) meliputi (a) fleksibilitas dan adaptabilitas/Flexibility and Adaptability, (b) inisiatif dan mengatur diri sendiri/Initiative and Self- Direction, (c) interaksi sosial dan budaya/Social and Cross Cultural Interaction, (d) produktivitas dan akuntabilitas/Productivity and Accountability dan (e) kepemimpinan dan tanggungjawab/Leadership and Responsibility.

Tabel 1. Keterampilan Hidup dan Berkarir

Keterampilan Abad 21                                               

Keterampilan hidup dan berkarir :

  1. Fleksibilitas dan adaptabilitas: Siswa mampu mengadaptasi perubahandan fleksibel dalam belajar dan berkegiatan dalam kelompok.
  2. Memiliki inisiatif dan dapat mengatur diri sendiri: Siswa mampu mengelola tujuan dan waktu, bekerja secara independen dan menjadi siswa yang dapat mengatur diri sendiri.
  3. Interaksi sosial dan antar-budaya: Siswa mampu berinteraksi dan bekerja secara efektif dengan kelompok yang beragam.
  4. Produktivitas dan akuntabilitas: Siswa mampu mengelola proyek dan menghasilkan produk.
  5. Kepemimpinan dan tanggungjawab: Siswa mampu memimpin teman- temannya dan bertanggungjawab kepada masyarakat luas.

2.      Learning and Innovation Skills

Learning and innovation skills (keterampilan belajar dan berinovasi) meliputi (a) berpikir kritis dan mengatasi masalah/Critical Thinking and Problem Solving, (b) komunikasi dan kolaborasi/Communication and Collaboration, (c) kreativitas dan inovasi/Creativity and Innovation.

Keterampilan Abad 21                                                

Keterampilan Belajar dan Berinovasi:

1. Berpikir kritis dan mengatasi masalah: siswa mampu

mengunakan berbagai alasan (reason) seperti induktif atau deduktif untuk berbagai situasi; menggunakan cara berpikir sistem; membuat keputusan dan mengatasi masalah.

  1. Komunikasi dan kolaborasi: siswa mampu berkomunikasi dengan jelas dan melakukan kolaborasi dengan anggota kelompok
  2. Kreativitas dan inovasi: siswa mampu berpikir kreatif, bekerja secara kreatif dan menciptakan inovasi

3.      Information Media and Technology Skills

Information media and technology skills (keterampilan teknologi dan media informasi) meliputi (a) literasi informasi/information literacy, (b) literasi media/media literacy dan (c) literasi ICT/Information and Communication Technology literacy.

Keterampilan Abad 21                                                

  1. Literasi informasi: siswa mampu mengakses informasi secara efektif (sumber informasi) dan efisien (waktunya); mengevaluasi informasi yang akan digunakan secara kritis dan kompeten; mengunakan dan mengelola informasi secara akurat dan efektif untuk mengatasi
  2. Literasi media: siswa mampu memilih dan mengembangkan media yang digunakan untuk berkomunikasi.
  3. Literasi ICT: siswa mampu menganalisis media informasi; dan menciptakan media yang sesuai untuk melakukan komunikasi.
  • Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Era Global

Pergeseran masyarakat dari struktur tradisional ke struktur industri akan membawa implikasi terhadap terjadinya transisi ketenagakerjaan atau kualifikasi tenaga kerja, menurut Suryadi (2002:69) pergeseran tersebut dijabarkan sebagai berikut:

  1. Jenis pekerjaan dan kualifikasi jabatan

Dewasa ini di dunia tengah ditandai dengan perubahan revolusioner dalam industri dan teknologi dibarengi dengan berbagai bentuk transformasi dalam jenis pekerjaan dan kualifikasi jabatan. Perubahan terjadi dalam sebagian jenis pekerjaan yang ada sekarang, sementara jenis pekerjaan yang lainnya mulai menyusut dan pada akhirnya menghilang.

Perkembangan struktur ketenagakerjaan di Indonesia ditandai oleh terus  berkurangnya kesempatan kerja pada sector pertanian dan perlahan-lahan berganti dengan bertambahnya kesempatan kerja sektor-sektor industri. Tidak lama lagi, industri-industri berteknologi tinggi terus berkembang sehingga menurunkan pertumbuhan kesempatan kerja pada sektor pertanian yang umumnya bersifat tradisional. Kecenderungan ini akan semakin kentara sejalan dengan pesatnya pertumbuhan industri jasa dalam berbagai sektor yang mampu menciptakan kesempatan kerja dengan pertumbuhan yang lebih pesat.

  1.  Jenis pengetahuan dan keterampilan

Perubahan struktur pekerjaan dan jabatan tersebut akan mengakibatkan terjadinya pergeseran kebutuhan akan jenis-jenis pengetahuan dan keterampilan pekerja. Dalam masa pengetahuan (knowledge age) jenis-jenis pekerjaan tradisional atau subsistensi yang mengandalkan keterampilan motoris akan terus berganti dengan jenis-jenis pekerjaan yang berlandaskan pada otomatisasi dan pengolahan informasi. Jenis-jenis pekerjaan dalam era teknologi yang diperkirakan akan berkembang sebagai berikut:

  1. Pekerja pemikir (mind worker)

   Mind worker adalah pekerjaan yang lebih mengandalkan usaha manusia dalam mendayagunakan kemampuan intelektual dan daya inovasi. Dalam era industri, jenis-jenis pekerjaan industri konvensional yang ditandai dengan pengulangan (repetition), pemilihan (fragmentation) dan tidak manusiawi (dehumanization) akan semakin tidak relevan dengan era teknologi tinggi. Sebaliknya, industri berteknologi tinggi menciptakan jenis-jenis pekerjaan besar yang dijabarkan menjadi satuan- satuan jenis pekerjaan kecil sebagai bagian dari pekerjaan besar tadi. Jenis-jenis pekerjaan tersebut lebih membutuhkan keterampilan, keahlian, dan kreativitas yang didukung oleh kemampuan profesional para pekerja. Mind worker tersebut bersandarkan pada kemampuan berpikir, kemampuan mengabstraksikan serta artikulasi dan estetika.

2. Kemampuan belajar mandiri (self training skill)

Selain itu, akan berkembang kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan belajar mandiri (self training skill) agar dapat ikut berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan sesuai dengan tingkatannya. Para pekerja harus memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang tujuan mereka mengerjakan sesuatu walaupun sangat kecil dan fragmental. Pekerja dituntut untuk dapat memadukan satuan-satuan pekerjaan yang bersifat fragmental ke dalam suatu kesatuan sistemnya. Dengan demikian, para pekerja industri tidak dituntut untuk menjadi para pelaksana yang hanya memiliki sifat penurut, tetapi para pekerja yang mampu menunjukkan jiwa kreatif, mandiri, belajar terus, dan tidak menjadikan dirinya sebagai komponen dari mesin-mesin industri.

3. Kompleksitas keahlian (multitasking)

Disamping kedua hal di atas, akan berkembang pula kompleksitas keahlian dan  keterampilan  yang diperlukan (multitasking). Dalam era industri dengan teknologi tinggi, perubahan dalam jenis- jenis keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan serta perubahan dalam tingkat  kompleksitasnya telah diteliti di dalam suatu studi yang dilakukan di Jepang yang mengemukakan  bahwa mengandalkan peran serta sektor swasta, pemerintah dapat melayani sebagian besar penduduk untuk mendapatkan pendidikan, terutama mereka yang mempunyai keterbatasan pembiayaan untuk mengikuti pendidikan.

Pendidikan seharusnya memberikan kompetensi dan keterampilan yang memungkinkan orang untuk berpartisipasi dalam masyarakat dan hidup sukses. Kompetensi dan keterampilan berubah dari waktu ke waktu. Orang sukses pada abad 19 dan 20 adalah orang yang memiliki kemampuan melek huruf, berhitung, keterampilan ilmiah, dan menerapkan keterampilan untuk produksi masal, kompetensi mereka tidak akan bisa diterapkan pada abad 21. Kompetensi dan keterampilan abad 21 muncul karena revolusi informasi dan teknologi, akibatnya orang menjadi saling terhubung dari sebelumnya dan menawarkan kesempatan untuk pertumbuhan bisnis dan ekonomi, kemampuan mengakses informasi, berkomunikasi, berbahasa menggunakan dan menciptakan teknologi baru  sangat penting untuk produktivitas tenaga kerja (Wang and World Bank, 2012).

 

Upaya mengembangkan kompetensi individu pelajar dalam bidang teknologi sesuai dengan tuntutan era globalisasi (persaingan dalam kerjasama dan kerjasama dalam persaingan) melalui praktek pembelajaran melalui praktik pembelajaran di lembaga pendidikan (teknologi) saat ini menjadi sangat penting.

  • Pertama, pembelajaran di lembaga pendidikan teknologi merupakan bentuk interaksi antara pembelajar dan sumber belajar, baik yang by design maupun by utilization yang mengarah pada pembentukan dan pengembangan kompetensi tertentu, sebagai wujud sinergi antara ranah kognitif, afektif dan keterampilan.
  • Kedua, pembelajaran di lembaga pendidikan teknologi merupakan upaya memfasilitasi pembentukan dan pengembangan kompetensi sebagai representasi dari upaya mewujudkan potensi individu secara optimal dengan dinamika kebutuhan hidup di masyarakat, baik dalam jangka pendek, menengah atau panjang.
  • Ketiga, pembelajaran di lembaga pendidikan teknologi merupakan upaya memfasilitasi pembentukan dan pengembangan kompetensi individu yang berfungsi sebagai intervening antara pembentukan kompetensi individu sebagai prasyarat dalam pengembangan kecakapan hidup yang diperlukan dalam konteks kehidupan pada tingkat keluarga dan masyarakat (industri). Dengan kata lain, esensi fungsi pembelajaran di lembaga pendidikan teknologi adalah memfasilitasi terjadinya prakarsa dan terbiasa melakukan tindak (aktivitas) belajar yang bermuara pada pembentukan dan pengembangan kemampuan belajar bagaimana belajar (learning how to learn) (Mukhadis, 2013:43).

Bergabunglah bersama dengan menjadi member e-Guru.id untuk meningkatkan skill dan pengetahuan Anda agar menjadi pendidik yang hebat dan dapatkan berbagai macam pelatihan gratis dan bonus lainnya. Daftarkan diri Anda sekarang juga!

01. (revisi) Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru melalui Kompetensi Sosial Emosional-02

Penulis: WDS

 

Berita Terkait

Pengumuman Terbaru Kemendikbud Menanggapi Beredarnya Link Cek Peserta PPG  Daljab 2024
Kemdikbud Resmi Mengeluarkan Edaran Yang Dinanti Khusus Guru Non Sertifikasi 
Ternyata Ini Maksud Sekolah SD di Salatiga Study Tour Naik Pesawat Terbang
Study Tour Disebut Jadi Ladang Bisnis Sekolah
Dinas Pendidikan Jawa Tengah Larang Sekolah Gelar Study Tour
Update Terbaru 16 Mei: 100 Lebih Pemerintah Daerah Siap Salurkan TPG ke Rekening Guru. Cek Daerahmu…
Kemendikbud Imbau Para Guru Tidak Terjebak Pinjaman Online
Contoh Perbedaan Tampilan PMM-nya Bagi Guru Terpanggil dan Tidak Terpanggil PPG Daljab 2024
Berita ini 111 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Mei 2024 - 23:37 WIB

Pengumuman Terbaru Kemendikbud Menanggapi Beredarnya Link Cek Peserta PPG  Daljab 2024

Jumat, 17 Mei 2024 - 23:29 WIB

Kemdikbud Resmi Mengeluarkan Edaran Yang Dinanti Khusus Guru Non Sertifikasi 

Jumat, 17 Mei 2024 - 23:00 WIB

Ternyata Ini Maksud Sekolah SD di Salatiga Study Tour Naik Pesawat Terbang

Jumat, 17 Mei 2024 - 22:30 WIB

Study Tour Disebut Jadi Ladang Bisnis Sekolah

Jumat, 17 Mei 2024 - 22:20 WIB

Dinas Pendidikan Jawa Tengah Larang Sekolah Gelar Study Tour

Kamis, 16 Mei 2024 - 18:35 WIB

Kemendikbud Imbau Para Guru Tidak Terjebak Pinjaman Online

Kamis, 16 Mei 2024 - 11:12 WIB

Contoh Perbedaan Tampilan PMM-nya Bagi Guru Terpanggil dan Tidak Terpanggil PPG Daljab 2024

Kamis, 16 Mei 2024 - 10:35 WIB

OJK: Profesi Guru Paling Banyak Lakukan Pinjaman Online

Berita Terbaru

PPG Angkatan 1 Kemenag Resmi Dibuka pada 15 Mei 2023, Kuota untuk 6.300 Guru Madrasah

News

Study Tour Disebut Jadi Ladang Bisnis Sekolah

Jumat, 17 Mei 2024 - 22:30 WIB