Guru Jadi Konten Kreator Youtube, Kenapa Tidak?

- Editor

Rabu, 15 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Muhlisin, S.Pd.I

Guru di SMK Diponegoro Banyuputih

Guru masa kini harus dapat menyesuaikan dengan zaman. Untuk itu, tidak ada salahnya jika guru menjadi seorang konten kreator Youtube. 

Definisi guru adalah seorang tenaga pendidik profesional yang mendidik, mengajarkan suatu ilmu, membimbing, melatih, memberikan penilaian, serta melakukan evaluasi kepada peserta didik. Oleh sebab itu seorang guru harus memiliki kualifikasi yang mumpuni. Hal tersebut tertuang pada UU No. 14 Th. 2005 Pasal 8, yaitu seorang guru harus memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan mengajar.

Selain itu,  seorang guru harus memiliki kreativitas dan inovasi agar dapat menemukan berbagai model pembelajaran yang cocok untuk diterapkan di kelas. Guru yang kreatif dan inovatif akan mampu menemukan cara-cara mengatasi masalah (problem solving), baik yang berhubungan dengan masalah peserta didik ketika di kelas, di sekolah, maupun di luar sekolah.

Terlebih lagi sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, di mana sekolah-sekolah yang semula melaksanakan pembelajaran tatap muka secara langsung harus berubah menjadi pembelajaran daring. Kondisi seperti ini menuntut guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan pembelajaran agar anak tidak jenuh dan bosan. Di antara kreativitas dan inovasi yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan mengemas pembelajaran melalui channel Youtube di mana guru sebagai konten kreatornya.

Guru dan Konten Kreator

Konten kreator merupakan sebutan bagi seseorang yang dapat membuat berbagai materi konten baik berupa tulisan, gambar, video, suara, maupun gabungan dari dua atau lebih materi, yang kemudian akan ditampilkan pada berbagai media populer seperti Youtube dan sebagainya.

Adapun konten kreator Youtube adalah seorang yang mampu membuat konten untuk Youtube. Semua orang bisa menjadi konten kreator Youtube, termasuk di antaranya adalah guru.

Sudah dijelaskan di awal bahwa guru harus kreatif dan inovatif. Wujud dari inovasi dan kreativitas itu salah satunya adalah sebagai konten kreator Youtube dengan menuangkan isi materi pembelajaran serta ide-ide kreatif yang dikemas menjadi sebuah video pembelajaran yang menarik.  Kemudian diunggah ke channel Youtube dan tentunya mudah diakses sebagai media belajar peserta didik.

Namun dalam perjalanan menjadi guru sekaligus konten kreator Youtube terkadang muncul berbagai masalah. Kebanyakan para konten kreator Youtube yang masih awal atau yang baru mulai terjun menjadi seorang konten kreator akan menemui berbagai masalah yang membuat mereka menjadi pesimis. Masalah ini sangat beragam, mulai dari masalah yang kecil maupun masalah yang cukup kompleks. Misalnya, masalah ketersediaan alat, kesulitan membuat konten, tidak jago proses editing, terkena masalah copyright dan sebagainya. 

Untuk mengatasi hal tersebut seorang guru harus fokus tujuan awal yaitu mengemas materi pembelajaran menjadi sebuah video yang interaktif, menarik, dan mudah diakses. Sehingga peserta didik tidak jenuh ataupun bosan dalam pembelajaran dan tercapai tujuan pembelajarannya. 

Pada prinsipnya, seorang guru adalah manusia pembelajar sejati, yang harus terus menerus belajar untuk menjaga martabatnya sebagai seorang profesional melalui upaya pengembangan diri dan harus selalu siap menghadapi perubahan zaman sekaligus mengikuti perkembangannya. Dengan begitu, semangat tinggi guru  akan mengikis kendala ataupun masalah yang muncul baik masalah yang kecil maupun masalah yang besar. Dan status sebagai konten kreator Youtube akan mengikuti dengan sendirinya.

Cara Membuat Media Pembelajaran Berbasis Video Youtube

Langkah awal membuat media pembelajaran berbasis video Youtube adalah, guru harus memiliki channel Youtube terlebih dahulu. Dan untuk membuat channel Youtube harus memiliki akun Google. 

Hampir semua guru mungkin sudah memiliki akun Google.  Artinya, membuat channel Youtube itu sebenarnya tidak terlalu susah.

Berikut adalah langkah-langkah membuat channel Youtube :

·      Buka situs www.youtube.com di browser komputer atau laptop. 

·      Klik login di pojok sebelah kanan dan masuk dengan akun Google. 

·      Setelah masuk dengan akun Google, pada pojok kanan atas, klik akun yang akan digunakan untuk membuat channel Youtube. 

·      Pilih opsi “Buat Channel” atau “Create Channel.”

·      Setelah itu akan muncul pop-up (jendela) untuk memilih nama channel sesuai akun Google atau membuatnya sendiri secara custom. Pilih nama custom agar Anda bisa menentukan nama channel Youtube sendiri, misalnya membuat nama Channel Guru Kreatif.

·      Setelah itu, masukkan nama channel yang ingin dibuat. Lalu centang syarat dan ketentuan, dan klik “Buat”.

·      Channel YouTube sudah berhasil dibuat. Dengan demikian, Anda bisa mengganti foto profil, deskripsi channel, dan memberi tautan ke situs atau media sosial lainnya.

·      Setelah semuanya selesai, Anda bisa mulai mengunggah video pembelajaran yang dibuat. 

Manfaat Guru Jadi Konten Kreator Youtube

Ada banyak manfaat yang dapat dipetik dari guru yang sekaligus menjadi konten kreator di Youtube. Pertama, menjadikan guru bisa semakin kreatif, inovatif dan produktif. Kedua, bisa berbagi ilmu kepada peserta didik maupun khalayak umum melalui video pembelajaran yang diunggah melalui channel Youtube.

Ketiga, video youtube dapat dijadikan media pembelajaran yang interaktif, asyik, menyenangkan, dan mudah diakses. Dan yang terakhir dapat menghasilkan passive income (meskipun ini bukan tujuan utama) dari hasil monetisasi video Youtube yang telah dibuat.

Ketika seorang guru sudah memiliki channel Youtube dan berisi banyak video yang bermanfaat, serta memiliki banyak pelanggan (subscriber), maka tidak mustahil untuk mendapatkan passive income dari monetisasi Youtube. Monetisasi Youtube merupakan proses konversi dari performa suatu video di Youtube menjadi sumber penghasilan bagi kreator video tersebut.

Monetisasi Youtube dan Mendapatkan Penghasilan Tetap 

Agar video di Youtube bisa memenuhi program monetisasi, channel Youtube harus memiliki 1.000 pelanggan (subscriber) dan telah mengumpulkan setidaknya 4.000 jam waktu tayang dalam 12 bulan terakhir.

Jadi apakah guru bisa mendapatkan penghasilan dari video pembelajarn di Youtube? Jawabannya adalah bisa, yaitu dengan monetisasi Youtube menggunakan Google Adsense, melalui endorse, jualan melalui Youtube, dan lain sebagainya.

Seorang guru memang tidak boleh menyerah menghadapi tantangan zaman dengan hiruk-pikuk yang ada di dalamnya. Seorang guru harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan kemajuan teknologi yang luar biasa ini dan harus mampu memanfaatkannya untuk tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Melalui media-media kontemporer yang berkembang seperti Youtube  ini dapat menghasilkan passive income bagi seorang guru.  

Guru menjadi konten kreator Youtube? Kenapa tidak!? 

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Berita Terkait

Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali
Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka
Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 
Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan
Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan
Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan
Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 
Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:59 WIB

Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:35 WIB

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB

Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 

Jumat, 16 Februari 2024 - 09:32 WIB

Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:50 WIB

Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Selasa, 6 Februari 2024 - 10:35 WIB

Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Senin, 5 Februari 2024 - 10:27 WIB

Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:55 WIB

Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua

Berita Terbaru