Berikut terdapat beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam implementasi pembelajaran kooperatif yaitu seperti di bawah ini :
- Menyampaikan tujuan dan motivasi peserta didik, dalam hal ini guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengkomunikasikan kompetensi dasar yang akan dicapai dan dapat memotivasi peserta didik.
- Menyajikan informasi, dimana guru menyajikan informasi kepada peserta didik.
- Mengorganisasikan peserta didik kedalam kelompok belajar, guru menginformasikan akan dibentuknya pengelompokan peserta didik.
- Membimbing kelompok belajar, guru memotivasi dan juga memfasilitasi kerja peserta didik dalam kelompok belajar.
- Evaluasi, dimana guru melakukan evaluasi hasil belajar terkait dengan materi pembelajaran yang telah dilaksanakan.
- Memberikan penghargaan, guru memberikan penghargaan hasil belajar individual dan kelompok.
Pembelajaran kooperatif lebih mengutamakan pada kolaborasi yang dilakukan untuk memecahkan masalah dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran ini memiliki tujuan untuk dapat menciptakan interaksi yang bertujuan untuk saling mengasah kemampuan, dan keberhasilan berlajar dari setiap individu ditentukan dengan keberhasilan dari kelompoknya.
Setelah mengetahui langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif, dapat kita lihat pendekatan apa saja yang dapat dilakukan dengan pembelajaran kooperatif. Pendekatan dalam pembelajaran kooperatif yaitu :
- STAD (Student Teams Achievement Division)
Pendekatan STAD mengarah pada belajar kelompok, guru memberikan informasi mengenai materi pembelajaran dengan cara verbal dan teks kepada peserta didik.
Pembentukan kelompok dapat dilakukan dengan membagi kelompok yang setiap kelompok berisi 4-5 anggota dan harus rata antara perempuan dan laki-laki. Setiap anggota kelompok saling membantu untuk dapat memahami materi pembelajaran dan menuntaskan materi pembelajaran dengan memanfaatkan lembar jawaban.
Guru memberikan kuis kepada setiap peserta didik selama satu minggu atau dua minggu sekali, dan penilaian dilakukan secara individu.
- Investigasi Kelompok
Pendekatan ini merupakan pendekatan yang dinilai paling sulit untuk penerapannya. Pendekatan ini dilakukan dengan membagi kelas kedalam kelompok yang beranggotakan 5-6 anggota. Kemudian peserta didik dibebaskan untuk dapat memilih topik yang akan diselidiki. Setelah selesai maka setiap kelompok mempersiapkan anggotanya untuk melakukan presentasi hasil kerja kelompoknya di depan kelas.
- Pendekatan Struktural
Pendekatan ini dapat memberikan penekanan dengan menggunakan struktur tertentu yang telah dirancang oleh guru yang dapat berpengaruh pada pola interaksi peserta didik. Struktur yang dimaksud adalah struktur kelas tradisional salah satunya adalah resitasi. Dalaam struktur ini guru memberikan beberapa pertanyaan kepada peserta didik dan jawaban dapat disampaikan oleh peserta didik setelah mengangkat tangan ataupun ditunjuk oleh guru.
Selain itu terdapat dua macam struktur yang dapat digunakan untuk pembelajaran keterampilan sosual dan keterampilan kelompok, struktur tersebut dikenal dengan think-pair-share dan numbered-head-together.
Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(esy/esy)
Halaman : 1 2