Belajar Asyik Mapel PPKn dengan Metode Tanya Jawab

- Editor

Kamis, 3 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh  Sri Wahyuni, S.Pd

Guru Mapel PPKn di MTs Samailul Huda Mlaten, Mijen, Demak

Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan salah satu mata pelajaran yang kurang diminati oleh siswa.  Hal ini disebabkan karena peserta didik memiliki anggapan bahwa mata pelajaran PPKn adalah mata pelajaran yang identik dengan hafalan, teori, banyak ceramah dari guru. Hal itu  yang menyebabkan pelajaran tersebut kurang menarik dan membosankan bagi peserta didik. 

Keadaan ini terbukti pada saat saya sebagai pengajar mata pelajaran PPKn mengadakan survey di kelas-kelas, menanyakan tentang mapel apa yang disukai dan tidak disukai. Dari hasil survey tersebut ternyata jawaban mereka menyatakan bahwa mapel yang kurang disukai di antaranya adalah pelajaran PPKn. Sebagian besar memberikan jawaban kurang minat atau kurang tertarik dengan mapel PPKn karena banyak hafalan.

Dari situ kemudian muncul pertanyaan bagaimana supaya mapel PPKn bisa diminati peserta didik dan menyenangkan sehingga berkesan. Langkah pertama yang saya ambil yaitu dengan melaksanakan pembelajaran menggunakan metode tanya jawab. Metode pembelajaran tersebut saya terapkan pada kelas VIII. 

Dalam penerapannya, saya mengondisikan dan memberi informasi kepada peserta didik bahwa untuk setiap  materi di akhir pertemuan akan selalu ada sesi tanya jawab. Apabila bisa menjawab, maka peserta didik bisa keluar kelas lebih dulu; atau apabila di jam terakhir berarti bisa pulang lebih dulu. Kadang kala juga dengan memberikan penghargaan kepada peserta didik yang bisa menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat, sehingga peserta didik tertantang untuk bisa menjawab pertanyaan yang diberikan guru. 

Tanggapan dan respon peserta didik tampak ada ketertarikan, senang, sekaligus merasa ada yang tertantang. Walau ada juga yang merasa khawatir karena apabila tidak bisa menjawab pertanyaan maka risikonya akan keluar kelas belakangan. 

Langkah kedua, membentuk kelompok yang terdiri dari 4 anak di setiap kelompok. Setelah terbentuk, setiap kelompok membuat pertanyaan sesuai dengan Kompetensi Dasar yang sedang diajarkan. Pertanyaan yang sudah dibuat oleh peserta didik dengan arahan guru inilah yang nantinya akan dibuat untuk bahan tanya jawab pada pertemuan-pertemuan berikutnya. 

Dengan cara ini, peserta didik menjadi lebih bersemangat, antusias dan menjadi tantangan tersendiri. Di sisi lain, metode ini dapat melatih mental peserta didik untuk mempunyai sikap berani, tegas, dan percaya diri. Sehingga semua itu dapat mengurangi kesan bahwa mata pelajaran PPKn merupakan mapel yang membosankan. 

Hal ini terbukti setelah diadakan evaluasi untuk materi yang sudah dipelajari, ternyata hasilnya bagus. Dengan demikian sudah menunjukkan sedikit gambaran bahwa sebuah metode pembelajaran tanya jawab akan memberikan suasana yang berbeda  sehingga menambah motivasi belajar bagi peserta didik. Ujungnya, pembelajaran PPKn akan selalu dinantikan oleh anak dengan tantangan-tantangan dan berkompetisi dengan teman secara sehat dan menyenangkan. 

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Berita Terkait

Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali
Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka
Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 
Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan
Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan
Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan
Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 
Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:59 WIB

Tantangan Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 7 di Wilayah Jawa, Madura, dan Bali

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:35 WIB

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB

Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 

Jumat, 16 Februari 2024 - 09:32 WIB

Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:50 WIB

Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Selasa, 6 Februari 2024 - 10:35 WIB

Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Senin, 5 Februari 2024 - 10:27 WIB

Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:55 WIB

Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua

Berita Terbaru