Home / News

Jumat, 31 Desember 2021 - 09:44 WIB

Begini Strategi Peningkatan Profesionalisme Bagi Guru

Begini strategi peningkatan profesionalisme menurut Rahmawati (2019) Di masa disrupsi, peran guru menjadi begitu strategis sehingga menjadi salah satu penentu keberhasilan siswa dalam transisi ke era disrupsi.

Sekjen Ditjen GTK Supriano mengatakan, peran guru sangat diperlukan di era revolusi industri ke-4 ini.

Namun, sejalan dengan perkembangan teknologi informasi yang cepat berubah, dibutuhkan guru profesional yang mampu membina sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dengan kapabilitas global.

Lalu, Tantangan profesional apa yang dihadapi guru di era revolusioner ini?
Apa strategi Anda untuk mengkhususkan guru dalam menghadapi tantangan di masa pergolakan?

Prinsip Profesional Guru

Menurut UU No. 14 Thn. 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 5 Ayat 1, tercantm bahwa profesi guru dan instruktur adalah bidang kegiatan khusus yang memerlukan prinsip-prinsip professional.

Prinsip profesional meliputi memiliki bakat, minat, profesi, dan idealism, memiliki kualifikasi dan latar belakang akademik sesuai bidang kegiatan, memiliki kompetensi yang dibutuhkan sesuai bidang pekerjaannya.

mengikuti Kode Etik Profesional, memiliki hak dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas, mendapat penghasilan tertentu sesuai dengan apa yang dilakukannya,

kemudian mampu mengembangkan profesi secara berkelanjutan, dilindungi oleh hukum ketika melakukan tugas professional, serta adanya organisasi profesi yang berbadan hukum.

Profesi Guru dalam Pandangan Akademik

Guru merupakan profesi profesional yang memerlukan keahlian khusus untuk memastikan bahwa mesin yang kompleks tidak dapat menggantikan posisi guru dalam proses pembelajaran.

Keterampilan khusus ini membedakan profesi guru dari profesi lain. Pendidikan guru tidak hanya dituntut untuk menerima pendidikan formal sebelum menjadi guru, tetapi bisa diperoleh seumur hidup atau life long teacher education.

Dengan kata lain, di mana pun Anda berada, Anda terus mengembangkan diri melalui refleksi atau reflective professional.

Guru yang memenuhi tugas dan tanggung jawabnya harus meningkatkan kualifikasinya.

Guru tidak hanya meningkatkan profesionalisme mereka melalui pendidikan dan pelatihan formal, tetapi juga berpartisipasi dalam upaya produktif untuk mereformasi sistem pendidikan.

Menurut Rahmawati (2019) Profesional adalah profesi dengan pengalaman, keterampilan, dan standar kualitas.

Guru profesional diharapkan memiliki standar yang tinggi, meliputi kualifikasi akademik, kemampuan pendidik, kempuan personal, kempuan profesional dan kemampuan sosial.

kemudian kualifikasi pedagogik, yang dinilai dari prestasi akademik dan perilakunya terhadap profesi guru. Guru yang diakui sebagai profesional dapat menjalankan tugasnya secara profesional.

Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru

Upaya tersebut dilakukan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, yaitu S1, dengan meningkatkan kualifikasi dan persyaratan pendidikan tinggi tenaga pengajar.

Upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah program sertifikasi di bawah UU No. 14 Pasal 42 Tahun 2005. Selain akreditasi, Indonesia juga berupaya meningkatkan profesionalisme guru,

Seperti mengaktifkan Pusat Kegiatan Guru (PKG), Rapat Guru (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) tempat guru dapat berbagi pengalaman.

Baca Juga:  DITUTUP 3 HARI LAGI! Segera Daftar Sebelum Ketinggalan! Diklat 35 JP Latihan Merancang Pembelajaran Kurikulum Prototipe

Kriteria Profesi Bidang Pendidikan

Sebagai seorang guru, ia memiliki kode etik yang harus dipatuhi. National Education Association (NEA) menyatakan bahwa profesi pendidikan harus memiliki komitmen dan komitmen siswa terhadap profesinya.

Komitmen siswa berarti guru mendahulukan kepentingan siswa. Komitmen terhadap profesi berarti guru sebagai pendidik harus terus meningkatkan tingkat kompetensi yang menjadi ciri khas profesi tersebut..

Syarat-Syarat Profesi Kependidikan Menurut NEA

Menurut NEA, mengajar membutuhkan beberapa kondisi, meliputi aktivitas intelektual, menggunakan keahlian, memerlukan studi yang panjang, menjanjikan pengalaman seumur hidup dan keanggotaan tetap,

membutuhkan pelatihan profesional berkelanjutan, karir seumur hidup dan keanggotaannya tetap, menentukan standar sendiri, mengutamakan pelayanan di atas kepentingan pribadi, serta memiliki organisasi profesional yang kuat.

Strategi Pengembangan Profesi Guru Abad 21

Menurut Permennegpan menjelaskan bahwa pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) meliputi 3 komponen, yakni:

1. Pengembangan Diri,

Pengembangan pribadi/diri merupakan upaya seorang guru untuk meningkatkan profesionalismenya.

Seorang profesional diakui sebagai ahli jika menurut undang-undang ia memiliki empat kompetensi dan mampu melakukan tugas dasar dan tugas tambahan yang berkaitan dengan keberfungsian sekolah/madrasah dan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).

Salah satu kegiatan PKB adalah pengembangan diri dalam dua arah, pembelajaran fungsional dan kerja tim.

2. Publikasi Ilmiah,

Publikasi ilmiah merupakan bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas kurikulum dan dunia pendidikan umum.

Publikasi ilmiah dapat berupa artikel ilmiah yang disajikan dalam rangka acara presentasi penelitian ilmiah sebagai konsultan dan publikasi hasil penelitian dan gagasan inovatif.

3. Karya Inovatif

Karya inovatif dapat berupa hasil penemuan, pengembangan, atau modifikasi baru berupa kontribusi guru terhadap peningkatan mutu kurikulum di sekolah dan memajukan dunia pendidikan.

Ilmu pengetahuan/teknologi, dan seni. Karya inovatif ini meliputi penemuan keterampilan yang sesuai dalam kategori kompleks atau sederhana,

penemuan/penciptaan atau pengembangan karya seni yang kompleks atau sederhana, kategori praktik paroki/visual/kompleks atau sederhana, penciptaan/modifikasi standar, pedoman, pertanyaan, dll di tingkat nasional dan lokal.

Baca Juga:  Aplikasi yang Dapat Memudahkan Pekerjaan Guru

Profesi Guru abad 21

Abad 21 telah mengubah pembelajaran, terutama di era perubahan besar yang menghancurkan, termasuk dunia pendidikan. Digitalisasi sistem pendidikan dan model pembelajaran digital akan menjadi kebutuhan generasi.

Kelas di ruang virtual yang lebih interaktif, kreatif, beragam, multimedia dan inklusif. Kursus online terbuka (MOOC) skala besar dan penggunaan gabungan kecerdasan buatan (AI), teknologi realitas virtual (VR), komputasi, dan penggunaan Internet (cloud) akan menggantikan ruang kelas tradisional.

Hubungan antara manusia dan mesin semakin dekat seolah-olah mereka bereaksi satu sama lain.

Guru tidak hanya harus memiliki pengetahuan TIK seperti yang dijelaskan dalam Modul 1, tetapi juga perlu mengontekstualisasikan informasi dan mengajarkan nilai-nilai etika, budaya,

kebijaksanaan, pengalaman, empati sosial, hubungan, dan keterampilan kunci abad ke-21: kolaborasi, komunikasi, pemikiran kritis, dan kreativitas melakukan (4C).

berbagai kompetensi maka pengembangan profesi perlu diarahkan pada;
Keterampilan pedagogis, yakni mengembangkan kemampuan berpikir kritis, membentuk kebiasaan, dan memecahkan masalah kehidupan yang kompleks
Keterampilan melakukan penilaian terkait dampak kegiatan pembelajaran dengan beragam pendekatan serta metode yang sesuai.

Penilaian meliputi kemajuan belajar terhadap standar kompetensi kurikulum nasional, pencatatan sistematis prestasi akademik, melakukan penilaian aktual, merumuskan pertanyaan untuk mengukur kinerja siswa, dan mengelola umpan balik atas hasil penilaian.

Keterampilan mengelola suasana dalam kegiatan pembelajaran, yakni proses pembelajaran adalah respon budaya di mana guru mengontrol instruksi dalam konteks komunikasi pribadi dan memberikan motivasi, komunikasi langsung satu sama lain, dan metode pengajaran.

Keterampilan professional: Guru menghadapi kebutuhan untuk membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 (konsep 4C) di era di mana keterampilan menengah digantikan oleh keterampilan lanjutan yang mendukung kreativitas.

Salah satu kompetensi penting guru adalah memahami konteks di mana mereka bekerja dan mengajar. Kelas ada di mana-mana dan lingkungan pendidikan dari tiga pusat pendidikan kami (sekolah, keluarga, dan komunitas) tumbuh dengan kehadiran media dan lingkungan digital atau virtual.

Agar menjadi guru yang lebih asik, perlu juga memahami tips dan trik untuk menghidupkan suasana kelas, salah satunya dengan kegiatan pembelajaran yang menggunakan Ice Breaking.

Selanjutnya, untuk mempelajari ice breaking lebih lanjut, silahkan mengikuti Pelatihan Ice Breaking Seru, No Boring Dan Anti Garing Agar Pembelajaran Menjadi Menarik Dan Menyenangkan. Yang diselenggarakan oleh e-guru.id DAFTAR SEKARANG!


More Info:
https://wa.me/6285161610200 (Lidiyah)

Share :

Baca Juga

https://bit.ly/Daftar_Diklat64JPGuruInovatif

News

Batas 30 April 2022, Sekolah Segera Lakukan Ini Sesuai Anjuran Edaran Kemdikbud

News

Impelemtasi Blanded Learning Dalam PTM Terbatas

News

3 Cara Jitu Membuat Siswa Menyukai Literasi Numerasi

News

Hari Terakhir Pendaftaran Diklat GRATIS 40JP : Membuat Publikasi Ilmiah untuk Kenaikan Pangkat

News

Kelebihan Kurikulum Baru 2022 dan Karakternya
fitrah manusia

News

Catatan yang Wajib Dimiliki oleh Wali Kelas

News

Mengenal Pembelajaran berdiferensiasi Berbasis Multiple Intelligences di Kurikulum 2022
penilaian sesuai kurikulum 2013

News

Prinsip Penilaian Siswa sesuai Kurikulum 2013