5 Model Menarik Blended Learning untuk PTM Terbatas

- Editor

Sabtu, 22 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blended Learning pada dasarnya merupakan gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap-muka dan secara virtual.

Adanya pandemi Covid-19 yang mengubah berbagai aktivitas masyarakat, termasuk juga dalam dunia pendidikan.

Dimana sebelumnya sistem belajar mengajar dalam dunia pendidikan selalu bertatap muka, kini telah bertransformasi menjadi beragam model, termasuk satu di antaranya adalah metode Blended Learning.

Menurut Association for Talent Development, blended learning atau pembelajaran campuran merupakan praktik menggunakan beberapa media dalam satu kurikulum dan menggabungkan pembelajaran formal dan informal, seperti kegiatan belajar di kelas, online, dan pembelajaran langsung di lapangan, serta pembinaan pekerjaan.

Blended learning adalah sebuah kemudahan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan orang yang mendapat pengajaran.

Blended learning menjadi pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyampaian, cara mengajar dan gaya pembelajaran yang berbeda serta ditemukan pada komunikasi terbuka diantara seluruh bagian yang terlibat dengan pelatihan.

Terdapat beberapa unsur yang perlu diperhatikan dalam menerapkan metode pembelajaran Blended Learning yaitu sebagai berikut :

  1. Tatap muka, yang sebenarnya bukan menjadi hal baru dalam dunia pendidikan, khususnya di Indonesia. Ini penting dilakukan agar tim pengajar atau siswa dapat melakukan proses pengajaran dengan efektif.
  2. Mandiri, dengan metode pembelajaran Blended Learning, siswa tentu akan memiliki kesempatan untuk belajar mandiri karena tidak memusatkan proses mengajar dari pengajar saja, tetapi juga kepada banyak hal yang harus dijalani oleh siswa yang bersangkutan.
  3. Pengajar memberikan materi yang berbasis masalah, siswa pun secara tidak langsung akan dituntut untuk memberikan atau mencari solusi dengan berbagai konsep yang ada.
  4. Kerjasama dan evaluasi, unsur ini sangat penting karena, baik pengajar dan siswa diharapkan dapat memaksimalkan waktu dengan efektif ketika proses pembelajaran dilakukan secara daring. Selain itu, evaluasi dari metode pengajaran pun perlu dilakukan untuk mengukur tingkat keefektifan proses pembelajaran di ruang kelas maupun virtual.

Macam-Macam Blanded Learning

Terdapat berbagai macam blanded learning yang dapat diterapkan dalam pembelajaran yaitu :

  1. The Flipped Classroom Model

The Flipped Classroom merupakan model pembelajaran di mana pelatih memberikan pengajaran secara virtual maupun tatap muka dalam waktu bersamaan. Di samping itu, pelatih juga memberikan waktu untuk belajar mandiri bagi peserta. Pembelajaran mandiri bisa dilakukan dengan beragam metode antara lain diskusi kelas maupun tugas kelompok.

2. The Enriched Virtual Model

The Enriched Virtual Model ini menerapkan pengajaran secara online. Pengajaran model ini memiliki perbedaan dengan Flipped Classroom dalam waktu pengajaran tatap muka online. Dalam model pembelajaran Enriched Blended Learning, peserta tidak akan belajar secara tatap muka dengan guru setiap hari, tetapi dalam jadwal model flipped classroom, peserta menyelesaikan tugas secara mandiri atau kelompok.

3. The Individual Rotation Model

Pembelajaran model The Individual Rotation ini mengedepankan pada pendidikan yang berbeda dari umumnya. Materi yang disampaikan menyesuaikan dengan algoritma peserta. Peserta bisa memiliki jadwal khusus yang disesuaikan dengan pemograman.  

4. The Flex Model

The Flex Model awalnya dirancang untuk membantu siswa yang kembali yang belum menyelesaikan pendidikan sekolah menengah. The Flex Model ini mengedepankan belajar mandiri dengan modul-modul yang telah disediakan. Komponen lainnya bisa dilakukan secara langsung dengan praktik kerja kelompok, latihan, dan kolaborasi.

5. The A La Carte Model

Model pembelajaran A La Carte ini mementingkan pemilihan materi dari peserta. Mereka bebas memilih materi di luar materi pelatihan. Selain itu, kemandirian belajar juga begitu menonjol pada model pembelajaran tersebut. 

Konsep blended learning dalam program pelatihan menerapkan learning management system (LMS). Blended learning tersebut memadukan model pengajaran secara tatap muka dengan pelatih (Synchronous) dan pembelajaran mandiri (Asynchronous). Pelaksanaan synchoronous pun bisa dilakukan melalui webinar atau video konferensi. 

Keuntungan dari penggunaan blended learning sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, tapi lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial yaitu:

  1. Fleksibel, memberikan fleksibilitas terhadap siswa maupun pengajar saat belajar. Karena dengan metode tersebut, siswa dan pengajar tidak perlu setiap hari datang ke dalam kelas.
  2. Efisien, dapat memangkas biaya karena biaya transportasi untuk datang ke kampus dapat dipangkas. Demikian halnya dengan efisiensi waktu yang bisa membuat siswa dan pengajar dapat kapanpun melakukan proses belajar di rumah.
  3. Materi lebih interaktif, siswa dapat menerima materi pembelajaran berbentuk video interaktif, video penjelasan dari dosen, materi e-book, hingga podcast.

Manfaat dari penggunaan e-learning dan juga blended learning dalam dunia pendidikan saat ini adalah e-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran. mahasiswa tidak perlu mengadakan perjalanan menuju tempat pelajaran disampaikan, e-learning bisa dilakukan dari mana saja baik yang memiliki akses ke Internet ataupun tidak.

Manfaat Blanded Learning

  • Efisien secara biaya dan waktu

Pembelajaran menjadi lebih efisien dari segi biaya dan waktu. Instruktur tidak akan mengeluarkan biaya sewa tempat pelatihan karena bisa dilakukan di mana saja, termasuk di kamar atau rumah. 

  • Pembelajaran yang lebih fleksibel

Pembelajaran yang fleksibel dengan blended learningcukup membantu para karyawan. Pasalnya dalam setiap pembelajaran, mereka bisa mengakses kapan saja dan di mana saja. Waktu belajar bisa disesuaikan dengan aktivitas harian para karyawan.

  • Meningkatkan partisipasi peserta pelatihan

Beragam media pembelajaran yang digunakan sama halnya mampu meningkatkan partisipasi atau keterlibatan peserta dalam pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan cukup variatif, mulai dari teks, video, dan grafik. Hal tersebut membuat peserta tidak merasa bosan.

  • Memberikan pembelajaran yang menyesuaikan ritme peserta

Peserta pelatihan dengan blended learning akan merasa lebih nyaman. Pasalnya, blended learning ini tidak menekankan pada cepat atau tidaknya menyelesaikan tugas. Setiap peserta mampu menyesuaikan keinginan dalam ritme belajarnya.

  • Memudahkan untuk mengukur efektivitas pelatihan 

LMS yang diterapkan mampu mengukur efektivitas pelatihan. Hal tersebut terlihat dari adanya daftar kehadiran, laporan kinerja karyawan, siapa yang terlibat aktif dalam pelatihan, bagaimana hasil tes mereka, dan lain-lain.

Blended Learning dianggap sebagai penyempurna dari metode e-learning, yang mengkhususkan para siswa melakukan proses belajar secara penuh dengan sistem daring. Dengan Blended Learning, proses mengajar dianggap akan lebih efektif dan tidak membuat siswa merasa cepat bosan karena tetap memiliki kesempatan berkomunikasi dua arah secara langsung.

Untuk itu Guru dapat meningkatkan kemampuan diri dengan mengikuti pelatihan yang berjudul “Penerapan Blended Learning dengan Metode Flipped Classroom dalam PTM Terbatas”.

Pelatihan ini dilaksanakan oleh e-Guru.id secara online pada tanggal 21 – 28 Februari 2022 dengan fasilitas berupa Materi Pelatihan, e-Sertifikat 32JP, Full Support dari Tim Instruktur, dan Laporan Pengembangan Diri.

Untuk dapat bergabung dengan pelatihan tersebut maka Anda harus melakukan registrasi pembeyaran sebesar Rp. 97.000 untuk peserta umum atau non-member e-Guru.id.

Sedangkan bagi Anda yang sudah terdaftar sebagai member e-Guru.id dapat mendapatkan pelatihan secara gratis.

Pendaftaran dapat dilakukan dengan cara KLIK DISINI.

Penulis : Eka Susiyanti

Berita Terkait

Info Jadwal Pencairan Tambahan 1 Bulan Tunjangan Guru TK, SD, SMP, dan SMA/SMK
Pemerintah Melalui Kemdikbud Ubah Jadwal Pencairan TPG Triwulan 1 Tahun 2024, Benarkah Demikian?
 Kebijakan Kemdikbud yang Berpihak untuk Guru Honorer Lebih Sejahtera, Dengan Ketentuan Ini
Daftar Linieritas Kualifikasi S-1/D-IV dengan Bidang Studi PPG Prajabatan Tahun 2024
Tutorial Lengkap Langkah Pendaftaran PPG Prajabatan Tahun 2024
Ditjen GTK Berikan Bocoran Mekanisme Seleksi PPPK Guru dan PPPK Teknis Administrasi Sekolah 2024
Tuai Pro dan Kontra, Ada Isu Pramuka Akan Menjadi Mata Pelajaran? Simak Penjelasan Nadiem Makarim
Pemerintah Siapkan THR untuk Guru Non ASN Hingga Rp. 66 M, Segera Cek Rekening Anda!
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 April 2024 - 17:37 WIB

Info Jadwal Pencairan Tambahan 1 Bulan Tunjangan Guru TK, SD, SMP, dan SMA/SMK

Jumat, 12 April 2024 - 17:15 WIB

Pemerintah Melalui Kemdikbud Ubah Jadwal Pencairan TPG Triwulan 1 Tahun 2024, Benarkah Demikian?

Kamis, 11 April 2024 - 05:31 WIB

 Kebijakan Kemdikbud yang Berpihak untuk Guru Honorer Lebih Sejahtera, Dengan Ketentuan Ini

Rabu, 10 April 2024 - 10:40 WIB

Daftar Linieritas Kualifikasi S-1/D-IV dengan Bidang Studi PPG Prajabatan Tahun 2024

Selasa, 9 April 2024 - 10:12 WIB

Tutorial Lengkap Langkah Pendaftaran PPG Prajabatan Tahun 2024

Senin, 8 April 2024 - 10:30 WIB

Tuai Pro dan Kontra, Ada Isu Pramuka Akan Menjadi Mata Pelajaran? Simak Penjelasan Nadiem Makarim

Senin, 8 April 2024 - 08:26 WIB

Pemerintah Siapkan THR untuk Guru Non ASN Hingga Rp. 66 M, Segera Cek Rekening Anda!

Minggu, 7 April 2024 - 09:54 WIB

Jadwal Pemutakhiran Data Non ASN Resmi Diperpanjang! Perhatikan Hal- Hal ini Agar Tidak Terkendala

Berita Terbaru