Home / News

Jumat, 23 September 2022 - 06:21 WIB

Waspada Jika Guru Lolos Ujian PPPK Dimintai Tebusan hingga 70 Juta

Para guru calon peserta ujian PPPK di tahun 2022 ini patut waspada ketika lolos ujian PPPK. Jika ada oknum yang meminta uang atau tebusan senilai puluhan juta, hal tersebut harus dicurigai. dan  bila perlu bisa segera melaporkan kepada pihak yang berwajib. 

Untuk mengikuti ujian PPPK tidak membutuhkan biaya alias gratis. Ujian PPPK adalah program resmi dari pemerintah untuk memberikan peluang bagi siapa saja yang ingin menjadi abdi negara atau ASN (Aparatur Sipil Negara) dengan status perjanjian kerja. Nah, jika ada orang yang mengatakan harus membayar sekian rupiah untuk mengikuti seleksi tersebut, bahkan untuk memastikan kelulusannya, maka oknum tersebut patut dicurigai. 

Menjadi pegawai pemerintah mungkin adalah harapan banyak guru. Sebab dengan status tersebut akan membuat kesejahteraan para pendidik meningkat sebab bisa mendapatkan honor yang dapat dikatakan lebih baik dibandingkan ketika hanya menjadi guru honorer biasa. 

Baca Juga:  Mengenal 3 Model Pembelajaran Paling Populer dalam Dunia Pendidikan

Dengan alasan tersebut, banyak guru yang menginginkan peluang tersebut. Tapi sayangnya, di samping itu, banyak juga oknum yang memanfaatkan kesempatan ini yaitu berpura-pura menjadi orang yang dapat meloloskan peserta ujian atau memberikan janji-janji lainnya. 

Meskipun sudah dilakukan secara transparan dengan sistem ujian, faktanya masih ada saja oknum yang mencoba mencari keuntungan dengan cara meminta uang tebusan kepada peserta dengan iming-iming tertentu. Dan faktanya, hal serupa telah terjadi di salah satu daerah di Jawa Timur, yaitu di Kabupaten Ponorogo di mana sejumlah peserta ujian PPPK dimintai uang hingga 70 juta. 

Baca Juga:  Honorer Yang tidak diangkat menjadi ASN PPPK 2022

Seperti dilaporkan oleh Kompas.com, hal tersebut ditemukan oleh tim khusus di mana sejumlah guru di kabupaten tersebut diminta uang senilai hingga 70 juta agar bisa masuk sebagai PPPK. Dan uang yang sudah terkumpul telah mencapai 600 juta. 

Pihak yang meminta uang tersebut mengaku sebagai Panitia Seleksi Nasional dengan inisial D. Orang tersebut dikatakan berasal dari Kabupaten Jombang, Jawa timur. 

Aksi pria berinisial D dan komplotannya berhasil terbongkar berkat pengakuan dari sejumlah korban yang kemudian tidak dapat memenuhi komitmen kepada D. 

Adalah tim khusus yang menemukan kasus ini berkat bentukan dari Bupati Ponorogo. 

Halaman Selanjutnya

Perlu diketahui bahwa di setiap daerah…

Share :

Baca Juga

website guru

News

Cara Paling Mudah Buat Presensi Siswa secara Online
https://naikpangkat.com/info-instansi-yang-membuka-sekolah-kedinasan/(buka di tab baru)

News

Info Instansi yang Membuka Sekolah Kedinasan

News

Intip Sistem Pendidikan di Korea Selatan

News

Diklat Nasional Gratis dan Bersertifikat 40 JP: Peningkatan Keterampilan Guru dalam Adaptasi Penerapan Kurikulum Merdeka
pembelajaran kooperatif

News

Memahami Prinsip dan Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif

News

Beberapa Fitur Menarik dari Platform Merdeka Mengajar yang Wajib Guru Coba!
pelatihan membuat rpp

News

Tips Menyusun RPP Pembelajaran yang Baik

Karya Inovatif

2 Cara Membuat Ujian Digital yang Interaktif