Home / Opini

Sabtu, 24 April 2021 - 08:31 WIB

Usir Kejenuhan Pembelajaran Jarak Jauh dengan Membuat LKPD di Liveworksheets

Sudah satu tahun ini pandemi Covid-19 mewabah di seluruh dunia termasuk negara tercinta kita Indonesia. Hal ini berakibat terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah. 

Dimulai pertengahan bulan Maret tahun lalu, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi pilihan alternatif Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyelenggarakan pendidikan dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona yang makin merebak.

Semua jenjang pendidikan dari SD, SMP, SMA tak terkecuali perguruan tinggi melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh. Kegiatan belajar dan mengajar tatap muka yang biasanya dilakukan di dalam ruang kelas sekarang digantikan dengan pembelajaran secara daring dari rumah.

Cara ini dianggap sebagai tindakan paling sesuai di masa pandemi Covid-19. Perubahan yang mendadak ini mengakibatkan para tenaga pendidik kalang kabut. Ada yang hanya menggunakan grup WhatsApp sebagai media pembelajaran karena hanya itu yang bisa dilakukan saat awal-awal pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.

Seiring dengan berjalannya waktu, baru kemudian para pendidik menemukan gagasan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan berbagai  aplikasi seperti Google Classroom. Di Google Classroom, siswa  dapat melakukan presensi, mengakses bahan ajar/ materi pelajaran, dan lain sebagainya. 

Untuk evaluasi  pemahaman siswa, guru bisa memberi latihan soal dan ulangan harian melalui Google Form yang dikirim melalui Google Classroom tersebut. Dengan Google Form ini siswa dapat langsung mengerjakan soal dan guru dapat merekap nilai secara otomatis dengan spreadsheets. Selanjutnya guru dapat dengan mudah merekap nilai tugas, penilaian harian, penilaian tengah semester, penilaian akhir semester dan akhirnya menjadi nilai rapor. 

Namun, ternyata penyajian latihan soal yang monoton melalui Google Form ini menjadikan anak jenuh dan tidak bersemangat mengerjakan latihan soal. Ini dapat dilihat mulai berkurangnya antusias anak mengerjakan soal dan terkesan asal-asalan dalam mengerjakannya. 

Baca Juga:  Sistem Pembelajaran Jarak Jauh Belum Bisa Menggantikan Sekolah Tatap Muka

Hal tersebut dirasakan oleh sebagian besar guru  di tempat saya mengajar. Beruntung sekali saya kemudian menemukan e-Guru.id yang sering mengadakan pelatihan-pelatihan terkait materi TIK yang luar biasa bagus dan membantu saya untuk memperbaiki cara saya membuat media pembelajaran. 

Nah, di e-Guru.id saya mengikuti salah satu pelatihan yang menarik yaitu “Pelatihan Membuat LKPD Interaktif dengan Liveworksheets.” 

Apa itu LKPD interaktif dengan Liveworksheets? 

Membuat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)  interaktif dengan Liveworksheets bisa dikerjakan secara online. Ini adalah salah satu cara menghadirkan media pembelajaran alternatif yang menarik dan menyenangkan bagi siswa terutama dalam keadaan pandemi seperti saat ini di mana kita tidak bisa bertatap muka langsung dengan siswa. 

Liveworksheets memungkinkan kita mengubah lembar kerja peserta didik dalam bentuk cetak menjadi latihan online interaktif. Peserta didik dapat mengerjakan lembar kerja secara online dan mengirimkan jawaban mereka kepada guru.

Cara membuat LKPD interaktif dengan Liveworksheets 

Berikut ini adalah langkah – langkah membuat LKPD interaktif dengan Liveworksheets:

  1. Ketik https://www.liveworksheets.com/ di browser Anda.

2. Klik Teacher Access di bagian kanan atas lalu klik register/daftar.

3. Lengkapi isian formulir registernya sesuai data Anda.       

 

4. Masuk ke email yang Anda daftarkan tadi dan lakukan konfirmasi.   

5. Masuk ke alamat https://www.liveworksheets.com/ lagi dan klik teacher access lalu masukkan alamat email / username dan passwordnya. Kemudian klik tulisan “enter”.

6. Ubah setting pilihan bahasa sesuai yang Anda inginkan di bagian kanan atas.

Baca Juga:  Peran Keluarga dalam Membentuk Kepribadian Religius pada Anak

7. Klik ‘make interactive worksheet’ pada bagian menu lalu klik ‘get started’

8. Upload LKPD  yang sudah kita buat. Tapi sebelum upload harus mengubahnya menjadi format pdf atau jpg. Ukuran file maksimal 5 MB.

9. Modifikasi LKPD  yang kita upload dengan format interaktif. Anda dapat melihat video tutorial yang disediakan di website Live Worksheet. 

Ini adalah contoh LKPD interaktif yang saya buat dengan Liveworksheets dalam bentuk soal pilihan ganda dan menjodohkan. Untuk membuat soal pilihan ganda, pakai rumus “select:yes” diletakkan pada kotak pilihan yang benar dan “select:no” pada pilihan yang salah. Sedangkan pada soal menjodohkan pakai rumus “join:1”, “join:2”, “join:3”, dst. sesuai dengan jumlah soal. 

  1. Jika sudah selesai, kita bisa meninjau LKPD interaktif yang kita buat dengan klik preview yang ada di bagian atas.  
  2. Akan ada dua pilihan saat melakukan penyimpanan LKPD yang sudah kita buat, yaitu menyimpan dan membagikan untuk umum  atau menyimpan dengan izin akses terbatas. Jika kita ingin menyimpan dan membagikannya untuk umum, kita diminta melengkapi data terkait nama mata pelajaran, topik materi, kelas, perkiraan usia, dan jenis LKPD. Jika kita ingin menampilkan LKPD interaktif dengan liveworksheets ini di blog tinggal menyalin kode yang disediakan oleh Liveworksheet. Kemudian menempelkannya pada area menulis pada blog kita.

Itulah cara penggunaan Liveworksheets untuk membuat LKPD yang menarik dan interaktif. Memanfaatkan media tersebut sangat penting sehingga siswa tidak jenuh mengikuti pembelajaran jarak jauh. 

Ditulis oleh: Sulastri, S.Pd, Guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Tayu, Pati, Jawa Tengah. 

Share :

Baca Juga

pembelajaran online

Opini

Nasib Buruk Guru Honorer dari Dulu sampai Saat Ini

Opini

Macam-Macam Kegiatan Menyenangkan di Masa Pandemi Covid-19
meningkatkan literasi sekolah

Opini

Meningkatkan Budaya Literasi di Sekolah
close up photography of yellow green red and brown plastic cones on white lined surface

Opini

Model Pembelajaran “Make a Match” dan Menentukan Strategi yang Tepat di Masa Pandemi
guru idola siswa

Opini

7 Tanda-tanda Guru Idola Siswa

Opini

Meningkatkan Karier dan Kompetensi Guru dengan Mengikuti Diklat Online
bosan belajar online

Opini

Pendidikan Seksual dan Perkembangan Peserta Didik

Opini

Peran Orang Tua Menanamkan Pemikiran Pembelajaran Menyenangkan bagi Anak