Home / Opini

Rabu, 24 Agustus 2022 - 03:30 WIB

The Magic of Read Aloud

Oleh Desri Handayani, S.Pd.

Guru di SDIT Nurul Islam Singkawang

 

 

Ada banyak sekali manfaat membacakan buku secara lantang pada anak. Menurut Roosie seorang pakar sekaligus praktisi read aloud yang telah mempopulerkan kebiasaan membaca nyaring (aloud), sebagai orang tua kita perlu mempraktikkan hal ini setiap hari. 

Sebagai seorang ibu dan juga guru, saya akhirnya menyadari bahwa satu hal ini memang banyak manfaatnya. Bentuk soal ujian atau penilaian akhir semester anak sekolah saat ini sering disajikan dalam bentuk cerita yang panjang, ada juga yang berbentuk membaca data tertentu pada tabel, lalu anak diminta menarik kesimpulan atau mencari informasi rinci di dalamnya. Tentu hal ini membuat anak-anak memerlukan keterampilan membaca untuk memahaminya.

Sementara itu, keterampilan membaca anak-anak kita pada umumnya masih di bawah rata-rata. Dikutip dari laman berita Liputan6.com, berdasarkan hasil laporan PISA (Programme for International Student Assessment) yang dirilis pada tahun 2019, posisi Indonesia menunjukkan adanya kemerosotan di bidang membaca, sains, dan matematika. Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai orang tua untuk mulai bergerak meningkatkan literasi anak-anak. Hal pertama yang bisa kita lakukan adalah rutin membacakan buku dengan nyaring antara 10-15 menit per hari. Yakinlah kegiatan membacakan buku untuk anak ini akan sangat bermanfaat. 

Read aloud atau membaca nyaring adalah metode yang sederhana untuk menumbuhkan minat baca pada anak. Seperti dikutip dari laman resmi Kemendikbud bahwa metode ini yang paling efektif dalam mengajarkan anak-anak membaca. Hal ini karena melalui metode ini otak anak akan dikondisikan untuk merasa nyaman ketika dibacakan buku. Sehingga, kegiatan membacakan buku jadi menyenangkan. 

Kita dapat mulai dengan membacakan buku ke anak dengan konten yang sesuai dengan tahapan usianya setiap hari dengan intonasi suara yang jelas dan ekspresif. Dengan demikian, maka manfaat read aloud akan dirasakan baik oleh orang tua maupun anak. Uniknya lagi, kegiatan ini bisa dimulai pada anak usia dini, bahkan sejak dalam kandungan ibu. Sehingga kita pun sebenarnya sudah bisa mulai menumbuhkan kecintaan terhadap buku dari awal kehidupan anak. Dan manfaatnya tentu akan lebih banyak dirasakan di masa mendatang.

Hal yang paling saya rasakan sebagai orang tua adalah ketika anak selalu minta dibacakan buku setiap malam sebelum tidur. Kadang ia pun sampai merengek-rengek hingga kesal bila saya menunda membacakan. Tentunya ini membuat saya senang karena ia begitu menyukai dan merindukan momen ketika dibacakan buku. 

Di sisi lain, ketika ia bersosialisasi dengan teman dan orang dewasa di lingkungan sekitar, ia begitu berani dan percaya diri berkomunikasi bahkan dengan orang asing sekalipun. Bagi saya, ini semacam keajaiban. 

Baca Juga:  Praktik Baik Nadrita: Membina Kelas “Bengkel” hingga Jadi Juara

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah manfaat dari read aloud:

  1. Meningkatkan Minat Baca

Minat baca yang rendah bisa terjadi karena aktivitas membaca yang dinilai kurang menarik. Buku yang tersedia tidak menunjang kebutuhan anak juga bisa membuat kegiatan membaca menjadi membosankan.

Menghadirkan jenis buku yang beragam untuk anak di rumah sangat direkomendasikan agar momen membaca atau membacakan menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh anak.

Buku tebal atau board book, pop up, full colour, cerita yang singkat-singkat di setiap halaman sangat baik untuk anak-anak balita. Sedangkan buku dengan berbagai tema disarankan untuk anak usia 5 tahun ke atas agar anak-anak tidak mudah bosan.

  1. Mengembangkan Daya Imajinasi Anak

Dengan berbagai tema, jenis, warna serta isi buku yang kita bacakan untuk anak, maka hal tersebut pun turut berperan dalam mengembangkan daya imajinasi anak sehingga anak-anak akan menjadi manusia yang kreatif di masa depan.

  1. Mengasah Keterampilan Berbahasa

Perlu kita ketahui bersama bahwa membacakan buku juga dapat menumbuhkan dan mengasah keterampilan berbahasa anak. Anak jadi berani bertanya tentang hal yang dibacakan. Anak memiliki daya pikir kritis saat menemukan hal baru. Bersama buku mereka juga akan banyak mengenal kosa kata baru yang akan jadi bekal mereka saat berkomunikasi dengan orang lain.

  1. Mengajarkan Nilai Moral dari Cerita

Membacakan buku bisa jadi alat bantu kita sebagai orang tua untuk menanamkan kebaikan, sehingga tertanam di benak mereka nilai-nilai moral dari cerita tanpa mereka merasa dijejali nasihat demi nasihat dan tentu tanpa merasa digurui.

  1. Bonding Moment

Ketika membacakan buku, biasanya anak akan kita pangku atau berdampingan dengan orang tua di tempat tidur. Ini adalah salah satu momen yang pas untuk mempererat kedekatan anak dengan orang tua. 

Dari banyak keajaiban read aloud yang telah dipaparkan di atas, maka orang tua perlu menemukan strong why untuk mulai mempraktikkannya di rumah. Sebagai orang tua, kita harus bersemangat membersamai buah hati dalam membacakan buku mengingat masih banyak manfaat lainnya terkait membacakan buku untuk anak. Walau kadang kita lelah setelah seharian bekerja, namun yakinlah ketika anak kita senang dengan dunia literasi, maka itu pun akan menjadi kebahagian tersendiri untuk kita, orang tuanya. (*)

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Editor: Moh. Haris Suhud, S.S.

 

Share :

Baca Juga

Opini

Mengajar dengan Gerakan Visual, Mencetak Generasi Berpendidikan

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Bustamin
https://naikpangkat.com/terbaru-struktur-kurikulum-merdeka/

Opini

Praktik Baik Vuri Putri Yonatin: Cara Asyik Berliterasi

Opini

Kemerdekaan Mengajar dan Hal-Hal yang Perlu Dilakukan

Opini

Mari Menjaga Kesehatan Mental Guru di Masa Pandemi Covid-19

Opini

Anda Termasuk Tipe Guru Apa, Medioker atau Guru Hebat?

Opini

Mengundang Native Speaker ke Kelas Bahasa Inggris Pakai Google Meet

Opini

Model Pembelajaran Saat Pandemi Covid-19 di Pulau Terpencil