Terapkan Model Pembelajaran Ini Agar Siswa Bisa Mandiri dalam Belajar!

- Editor

Rabu, 24 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tahap-Tahap Model Pembelajaran Self-Directed

Secara garis besar, model pembelajaran self-directed mempunyai tiga tahap, yaitu:

  1. Tahap planning (perencanaan), yaitu siswa merencanakan aktivitas (pengamatan dan observasi) pada tempat dan waktu di mana siswa merasa nyaman untuk belajar.
  2. Tahap monitoring, yaitu siswa mengamati dan mengobservasi pembelajaran mereka. Pada tahap ini banyak tantangan untuk memperoleh pembelajaran bermakna.
  3. Tahap evaluating (evaluasi), yaitu siswa mengevaluasi pelajaran dan pengetahuan yang dimiliki kemudian guru memberikan umpan balik serta mengkolaborasikan pengetahuan siswa yang satu dengan yang lainnya untuk mencapai suatu pemahaman yang benar. 

Namun, seiring berjalannya waktu, tiga tahap tersebut dikembangkan dan dijelaskan lebih rinci lagi seperti yang dikatakan oleh Knowles dalam Saha. Enam tahap tersebut antara lain:

  1. Setting suasana belajar.
  2. Diagnosis kebutuhan dalam pembelajaran.
  3. Perumusan tujuan pembelajaran.
  4. Identifikasi kemampuan pembelajar dan sumber belajar di dalam pembelajaran.
  5. Implementasi dan pemilihan strategi belajar yang tepat.
  6. Evaluasi hasil belajar.

Selain enam tahap diatas yang dianggap penting oleh Knowles, Knowles juga menyebutkan ada hal yang dapat digunakan oleh guru atau siswa dalam melakukan enam tahap diatas, yaitu kontrak belajar (learning contracts atau learning plans).

Penerapan Model Pembelajaran Self-Directed

Dalam menerapkan model pembelajaran self-directed, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Pre planning, yaitu aktivitas awal proses pembelajaran.
  2. Menciptakan lingkungan belajar yang yang positif.
  3. Mengembangkan rencana pembelajaran.
  4. Mengidentifikasi aktivitas pembelajaran yang sesuai.
  5. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dan monitoring.
Tingkat Kategori Model Pembelajaran Self-Directed

Ada tiga tingkat kategori dalam model pembelajaran self-directed, yaitu:

Pertama, kategori rendah yaitu individu dengan skor self-directed learning yang rendah memiliki karakteristik yaitu siswa yang menyukai proses belajar yang terstruktur atau tradisional, seperti peran guru dalam ruangan.

Kedua, kategori sedang adalah individu dengan skor self-directed learning sedang memiliki karakteristik yaitu berhasil dalam situasi yang mandiri, tetapi tidak sepenuhnya dapat mengidentifikasi kebutuhan belajar, perencanaan belajar dan dalam melaksanakan rencana belajar.

Ketiga, kategori tinggi yaitu individu dengan skor self-directed learning yang tinggi memiliki karakteristik yaitu siswa yang biasanya mampu mengidentifikasi kebutuhan belajar mereka, mampu membuat perencanaan belajar serta mampu melaksanakan rencana belajar tersebut.

Siswa dengan kategori ketiga yaitu tinggi adalah siswa yang mengetahui arah dari tujuan belajarnya atau apa yang ingin dicapainya. Karena sudah dapat memilih sumber belajarnya sendiri dan mengetahui dimana bahan-bahan yang diinginkannya dapat ditemukan.

Selain itu, mereka mempunyai rasa percaya diri dan keyakinan yang tinggi untuk menafsirkan topik pembelajaran dengan benar dan memilih bahan belajar dengan baik sesuai dengan program pembelajaran yang telah direncanakan.

Kemudian, mampu menilai tingkat kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pembelajarannya atau untuk memecahkan masalah ketika menemukan kendala, bertanggung jawab serta aktif dalam proses pembelajaran serta memiliki motivasi dan disiplin belajar yang tinggi.

Bagi siswa dengan kategori pertama yaitu rendah, lebih memilih pembelajaran yang melibatkan tutor, memiliki karakter lebih menyukai program pembelajaran yang sudah terstruktur dan cenderung menyukai program pembelajaran yang tujuannya sudah dirumuskan dengan jelas.

Menginginkan suatu program dengan komunikasi antara pendidik dan siswa yang telah diatur dengan jelas dan terjadwal atau pembelajaran yang berpusat pada guru atau pendidik.

Halaman berikutnya

Faktor-faktor yang mempengaruhi model pembelajaran self-directed..

Berita Terkait

Kriteria Sekolah Swasta yang Bisa Menerima Redistribusi Guru ASN
Guru ASN Bisa Mengajar di Sekolah Swasta, Ini Kriterianya! Apakah Anda Termasuk?
Telah Terbit Permendikdasmen 1 Tahun 2025 tentang Redistribusi Guru ASN (PNS dan PPPK) Pada Satuan Pendidikan Masyarakat
Hanya Di Tanggal 21 Januari, Semua Guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK Jangan Sampai Ketinggalan!
[Breaking News] Siaran Pers BKN Kriteria Pelamar Tambahan Seleksi PPPK Guru, Ada Kesempatan Ikut Seleksi PPPK Tahap II
Tahun 2025 Guru Sertifikasi Maupun Non Sertifikasi Akan Sejahtera dengan Program Prioritas Mendikdasmen
Guru Wajib Tahu, Poin Penting dalam PermenPANRB Nomor 21 Tahun 2024 tentang Jabatan Fungsional Guru
4 Tahapan Pengelolaan Kinerja Tahun 2025, Jangan Sampai Keliru!
Berita ini 697 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Januari 2025 - 18:16 WIB

Kriteria Sekolah Swasta yang Bisa Menerima Redistribusi Guru ASN

Senin, 20 Januari 2025 - 17:51 WIB

Guru ASN Bisa Mengajar di Sekolah Swasta, Ini Kriterianya! Apakah Anda Termasuk?

Senin, 20 Januari 2025 - 12:27 WIB

Telah Terbit Permendikdasmen 1 Tahun 2025 tentang Redistribusi Guru ASN (PNS dan PPPK) Pada Satuan Pendidikan Masyarakat

Senin, 20 Januari 2025 - 11:43 WIB

Hanya Di Tanggal 21 Januari, Semua Guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK Jangan Sampai Ketinggalan!

Rabu, 15 Januari 2025 - 12:24 WIB

[Breaking News] Siaran Pers BKN Kriteria Pelamar Tambahan Seleksi PPPK Guru, Ada Kesempatan Ikut Seleksi PPPK Tahap II

Berita Terbaru

Advertorial

HHRMA Bali: Jembatan Karier di Industri Perhotelan

Selasa, 11 Feb 2025 - 09:45 WIB

Unduh Sertifikat Pendidikan 32 JP Gratis