Home / Opini

Rabu, 9 Juni 2021 - 02:16 WIB

Teknologi, Guru dan Pandemi

Perkembangan teknologi di dunia sudah terjadi sejak abad ke-20 dan terus berkembang hingga sekarang. Perkembangan teknologi sendiri tentu memberikan banyak manfaat bagi manusia khususnya memudahkan aktivitas dan pekerjaan. Oleh karena itu, penting rasanya bagi kita sebagai guru untuk mengetahui dan mengikuti perkembangan teknologi di dunia.

Dengan perkembangan teknologi semakin pesat maka kita bisa menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran. Seperti yang dirasakan oleh para pendidik dan peserta didik khususnya di Indonesia sekarang ini. Saat ini sistem pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dan guru adalah sistem pembelajaran online atau daring (dalam jaringan).  Dengan terbitnya surat edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 13 Maret 2020 terkait Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Coronavirus Disease (Covid -19), sejak itulah semua elemen pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA, mulai berbenah untuk dapat melakukan pembelajaran secara daring (online).  

Kebijakan pemerintah ini diberlakukan di hampir di seluruh wilayah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Dan Covid -19 telah berhasil mengubah mengubah wajah pendidikan di Indonesia. Proses belajar mengajar antara siswa dan guru yang sebelumnya dapat dilakukan dengan tatap muka di sekolah, kini menjadi pembelajaran non tatap muka. Proses pembelajaran dilakukan dari rumah (online).  

Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat seperti ponsel,  komputer, atau laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan internet. Guru dapat melakukan pembelajaran media sosial seperti WhatsApp, Telegram,  Zoom  ataupun media lainnya. Dengan media tersebut, guru dapat memastikan apakah siswa mengikuti pembelajaran dalam waktu yang bersamaan, meskipun di tempat yang berbeda.

Pembelajaran di Masa Pandemi

Pembelajaran yang dilakukan secara online ini memiliki banyak tantangan.  Baik siswa maupun orang tua siswa masih ada yang tidak memiliki perangkat ponsel  yang memadai untuk menunjang kegiatan pembelajaran daring  (online). Sehingga pihak sekolah perlu ikut mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut. Akhirnya, beberapa siswa yang tidak memiliki perangkat melakukan pembelajaran secara luring (luar jaringan). Mereka melakukan aktivitas pembelajaran dengan cara guru memberi tugas materi-materi dalam bentuk print out (modul) yang dapat dipelajari di rumah.

Baca Juga:  Bagaimana Mengatasi Kecemasan Orang Tua dalam Pembelajaran Online? 

Masalah yang terjadi bukan hanya terdapat pada sistem media pembelajaran akan tetapi juga ketersediaan kuota internet yang membutuhkan biaya cukup tinggi. Kuota internet menjadi melonjak dan banyak di antara orang tua siswa yang tidak mampu untuk menambah anggaran dalam menyediakan kebutuhan tersebut.

Sementara itu bagi peserta didik, kendala yang sering dihadapi selama pembelajaran daring adalah jaringan internet tidak stabil, penggunaan aplikasi yang rumit,  tugas terlalu banyak, pulsa kuota terbatas, sulit fokus, dan lebih senang dengan pembelajaran tatap muka. Koneksi jaringan internet menjadi kendala  bagi siswa yang tempat tinggalnya di daerah yang tidak terjangkau jaringan internet. Sementara itu pembelajaran daring tidak bisa lepas dari jaringan internet.  Dan ketidaksiapan guru terhadap pembelajaran daring juga menjadi masalah. Masalah seperti ini tidak terjadi pada satu atau dua sekolah saja, melainkan hampir menyeluruh di daerah di Indonesia.

Untuk mengatasi permasalahan ini pemerintah harus membuat kebijakan dengan memberikan pelayanan gratis untuk penggunaan aplikasi pembelajaran serta bekerjasama dengan penyedia internet. Sementara itu bagi sekolah perlu untuk melakukan bimbingan teknik (bimtek) online proses pelaksanaan daring dan melakukan sosialisasi tentang tata cara pelaksanaan pembelajaran daring.

Pembelajaran di tengah pandemi dengan sistem pembelajaran online ini tidak seefektif dengan pembelajaran tatap muka. Beberapa guru di sekolah mengakui hal tersebut. Pembelajaran daring ini tidak seefektif kegiatan pembelajaran konvensional dengan cara tatap muka, karena beberapa materi harus dijelaskan secara langsung dan lebih lengkap. Pembelajaran daring hanya efektif untuk memberikan penugasan.

Tapi bagaimanapun, guru wajib memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik. Untuk itu guru dituntut mampu merancang dan mendesain pembelajaran daring secara ringan dan efektif, dan membuat siswa senyaman mungkin dalam belajar dengan memanfaatkan perangkat atau media daring yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan. Hal yang paling sederhana dapat dilakukan oleh guru adalah menggunakan aplikasi WhatsApp.

Baca Juga:  Game Online: Ancaman Era Digital pada Dunia Pendidikan

Namun sekali lagi, pilihlah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa itu sendiri. Tidak semua aplikasi pembelajaran daring bisa dipakai begitu saja. Namun harus dipertimbangkan sesuai kebutuhan guru dan siswa, kesesuaian terhadap materi, keterbatasan infrastruktur perangkat seperti  jaringan. Contohnya, sangat tidak efektif jika guru mengajar dengan menggunakan aplikasi Zoom namun jaringan tidak mendukung.

Tantangan bagi Guru

Guru di masa pandemi Covid-19 mempunyai tantangan tersendiri. Guru harus menjadi penggerak dan pembina yang memiliki kemampuan luar biasa untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Keberhasilan guru dalam melakukan pembelajaran daring pada situasi pandemi ini adalah kemampuan guru dalam berinovasi merancang, dan meramu materi, metode pembelajaran, dan memilih aplikasi yang sesuai. Kreatifitas juga merupakan kunci sukses agar guru dapat memotivasi siswanya tetap semangat dalam belajar secara daring dan tidak menjadi beban psikis.

Di samping itu, kesuksesan pembelajaran daring selama masa pandemi ini tergantung pada kedisiplinan semua pihak. Oleh karena itu, pihak sekolah atau madrasah perlu membuat skema dengan menyusun manajemen yang baik dalam mengatur sistem pembelajaran daring. Hal ini dapat dilakukan  dengan membuat jadwal yang sistematis, terstruktur dan simpel untuk memudahkan komunikasi orang tua agar putra-putrinya yang belajar di rumah dapat terpantau secara efektif.

Memang tidak mudah. Namun kenyataan pembelajaran daring sebagai konsekuensi pemberlakuan work from home dari pemerintah harus diterima dengan lapang dada. Semoga pandemi ini cepat berlalu. Sehingga proses pembelajaran bisa terlaksana seperti semula dengan kehadiran guru dan siswa yang saling berinteraksi secara langsung di dalam kelas.

Ditulis oleh Rusnelli, S.Pd, Guru SMA Negeri 1 Kongbeng

Share :

Baca Juga

bosan belajar online

Opini

Cara Mengatasi Bosan Belajar Online

Opini

Pentingnya Pengetahuan Budaya Kerja bagi Siswa PKL (Praktik Kerja Lapangan)

Opini

Lika-Liku Pendidikan dari Awal Pandemi hingga Saat Ini

Opini

Kelahiran Putraku dan Kelahiranku sebagai Penulis
gaya belajar

Opini

Orang Tua Siswa, Motivasi Belajar, dan Pandemi Covid-19
photo of woman writing on blackboard

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Delvina Bidari
pembelajaran open ended

Opini

Open-ended Learning: Jalan Menuju Keberhasilan AKM
metode pembelajaran tematik anak sd

Opini

Mengenal Model Pembelajaran Tematik untuk Sekolah Dasar