Home / Opini

Minggu, 4 Juli 2021 - 04:38 WIB

Studi Kasus di SUPM: Boarding School Solusi Pendidikan Modern

Kegiatan di sekolah asrama (Boarding School) sudah dimulai pada pukul 03.30 WIB, ketika terdengar lantunan ayat-ayat suci di masjid. Semua penghuni asrama wajib bangun menyiapkan diri untuk menghadap Sang Pencipta di masjid yang berada dalam kampus. Semua kegiatan seperti makan, belajar,  sholat dan kegiatan ekstrakurikuler telah diatur sedemikian rupa sesuai jadwal. Kegiatan harian akan diakhiri pada malam hari pukul 21.30 WIB, biasanya setelah apel malam.

Boarding School adalah sebuah lembaga pendidikan yang menyediakan asrama bagi para siswanya untuk tinggal dan belajar di tempat tersebut.

Di zaman modern ini, banyak orang tua yang menginginkan untuk menyekolahkan anaknya di pendidikan berbasis Boarding School. Pasalnya, di sekolah tersebut anak dapat terpantau dan terjamin keamanannya.  Selama anak menempuh pendidikan, orang tua bisa fokus untuk mencari nafkah.  

Banyak sekali contoh pendidikan berbasis Boarding School di Indonesia, di antaranya adalah pesantren dan pendiddikan kedinasan seperti Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) di Tegal yang dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sekolah tersebut memiliki visi menghasilkan sumber daya manusia kelautan dan perikanan tingkat menengah yang kompeten dan memiliki daya saing tinggi. Dan sekolah tersebut telah menerapkan sistem sekolah berasrama sejak tahun 1962.

Adapun maksud diasramakan semua siswa dalam satu tempat selama proses pendidikan adalah untuk menyatukan ego dan rasa kedaerahan semua siswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Para siswa tersebut dididik agar menjadi pribadi yang tangguh sehingga mampu bersaing di masyarakat.

Baca Juga:  Menjadi Guru yang Ramah di Sekolah dan di Rumah

Semua fasilitas di SUPM disediakan oleh pemerintah termasuk fasilitas yang ada di sekolah, asrama, kegiatan keagamaan, dan ekstrakurikuler. Adapun sistem pendidikannya menganut program sekolah vokasi di mana pembelajaran praktik lebih banyak daripada teori dengan perbandingan 70:30. Sehingga siswa lebih banyak terjun ke lapangan untuk praktik.

Berdasarkan pengamatan pada Sekolah Usaha Perikanan Menengah di atas, setidaknya terdapat beberapa keunggulan dari penerapan Boarding School.

Fasilitas Lengkap

Fasilitas untuk belajar dan praktik cukup lengkap karena disediakan oleh pemerintah. Sehingga hal tersebut menguntungkan dalam aplikasinya di dunia kerja. Begitu juga untuk fasilitas asrama telah dipenuhi agar semua siswa menjadi nyaman selama tinggal di tempat tersebut.

Pendidikan Unggul

Sekolah asrama dan menerapkan sistem pendidikan vokasi dapat menjadikan siswa unggul karena selain belajar teori juga langsung praktik. Mereka akan lebih tangguh ketika berhadapan dengan situasi sebenarnya yang ada di lapangan. Teori yang mereka dapatkan selama pendidikan dapat lebih dipertajam dengan mencari informasi di internet.

Jiwa Sosial Yang Kuat

Siswa yang tinggal Boarding School berasal dari seluruh wilayah Indonesia. Otomatis sikap, perilaku, budaya sangat berbeda. Setelah tinggal dan belajar di asrama secara bersama-sama, situasi ini akan berubah sehingga asrama menjadi tempat yang nyaman selama pendidikan selama tiga tahun.

Pribadi Yang Mandiri

Tidak ada lagi istilah “anak mama” karena semuanya sama. Mulai dari mencuci baju, membersihkan kamar, menata lingkungan dikerjakan sendiri oleh siswa. Mengulang pelajaran yang telah diterima dan menata buku untuk pelajaran besok wajib dilakukan. Situasi ini membuat siswa menjadi mandiri sehingga ketika mereka terjun ke masyarakat, diharapkan akan menjadi pribadi yang unggul dan mandiri.

Baca Juga:  Pembelajaran Luar Biasa di Tengah Pandemi Covid-19

Jiwa Korsa yang Kuat

Ada satu keunggulan lagi yang sangat menonjol dalam sistem boarding school ini yaitu jiwa korsa yang sangat kental pada siswa. Selama tiga tahun berkumpul membuat mereka sangat kompak, rasa persaudaraan sangat kental.  Sistem komando yang diciptakan membuat mereka sangat menghormati dan menghargai antara satu dengan yang lainnya.

Pendidikan Kerohanian

Pembinaan keagamaan seperti sholat di masjid dan kebaktian di gereja telah dilaksanakan sesuai jadwal. Semua siswa wajib ikut, sehingga asrama terasa pondok pesantren.

Kegiatan FMD Terpusat

Kegiatan Fisik, Mental dan Disiplin (FMD) dilaksanakan secara terpusat oleh personil Angkatan Laut dengan tujuan membentuk pribadi yang unggul dan tangguh.

Apakah menjalani hari-hari di Boarding School itu berat? Jawabannya, tidak. Awalnya mungkin siswa akan merasa berat karena kurangnya waktu istirahat. Kegiatan yang dimulai dari jam 03.30 WIB sampai dengan 21.30 WIB menyebabkan beberapa siswa bisa merasa kelelahan dan tidak betah. Namun seiring berjalannya waktu, rasa itu akan berkurang bahkan hilang. Yang ada hanya rasa persaudaraan dan kenyamanan selama tinggal dan belajar di asrama.

Ditulis oleh Kuswanto

Share :

Baca Juga

mendidik anak menggunakan smartphone

Opini

Mewaspadai Penggunaan Gawai dalam Pembelajaran Jarak Jauh
guru menulis

Opini

Guru Tidak Mampu Menulis, Bagaimana Solusinya?
pandemi covid-19

Opini

Bagaimana Kami (Guru) Menghadapi Pandemi Covid-19  

Opini

Belajar Asyik Mapel PPKn dengan Metode Tanya Jawab

Opini

Trik Jitu Pembagian Porogapit Sederhana

Opini

Pentingnya Penerapan Task Analisis Matematis dalam Belajar Fisika
photo of woman writing on blackboard

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Delvina Bidari
belajar di masa pandemi covid-19

Opini

Covid-19 Tak Boleh Membuat Siswa Berhenti Belajar