Solusi Pembelajaran Daring untuk Daerah Lemah Koneksi Internet

- Editor

Sabtu, 3 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masalah ketersediaan sinyal atau koneksi internet yang lemah masih menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pembelajaran daring di Indonesia. Sementara itu, pembelajaran dengan sistem jarak jauh ini harus dilakukan agar proses pembelajaran tetap berlangsung meskipun di tengah kondisi pandemi Covid-19. 

Sejak bulan Maret tahun 2020 lalu, lembaga pendidikan formal telah memulai pembelajaran jarak jauh dengan sistem daring. Ini terpaksa dilakukan untuk mencegah risiko penularan virus Covid-19, khususnya di kalangan para pelajar. 

Hingga saat ini dan sampai entah kapan, pembelajaran jarak jauh melalui sistem daring masih akan berlangsung. Meskipun sudah terdapat vaksin untuk Covid-19, tapi faktanya tingkat penularan virus masih sangat tinggi. Sehingga lagi-lagi pemerintah harus melakukan pembatasan aktivitas sosial secara ketat, termasuk di antaranya kegiatan pendidikan di sekolah. 

Dalam beberapa bulan terakhir terdapat angin segar bahwa pembelajaran tatap muka akan segera bisa dilakukan secara terbatas. Namun hal itu belum dapat dipastikan karena tingkat penyebaran virus Covid-19 varian baru justru muncul dan meningkatkan jumlah korban terinfeksi. 

Melihat kondisi yang ada, seorang guru perlu menyiapkan strategi jika ternyata pembelajaran belum bisa dilakukan secara tatap muka dalam waktu dekat. 

Selama setahun kemarin, para pendidik sudah mencoba untuk melakukan penyesuaian diri dengan cara mempelajari berbagai aplikasi yang dapat menunjang pembelajaran jarak jauh. Di antara aplikasi yang digunakan dalam pembelarajan daring adalah Zoom, Youtube, Google Classroom, Telegram, WhatsApp, dan lain sebagainya. 

Sebagian aplikasi tersebut memang cukup efektif untuk melaksanakan pembelajaran jauh, namun hanya untuk daerah tertentu saja, yakni daerah yang memiliki jaringan internet yang bagus–kebanyakan sekolah yang berada di perkotaan. Sementara sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil, mengalami kesulitan jaringan sehingga tidak dapat menggunakan sejumlah aplikasi tersebut untuk membuat pembelajaran daring berjalan efektif. 

Aplikasi Zoom, misalnya, sangat bagus digunakan dalam pembelajaran jarak jauh. Dengan aplikasi tersebut, guru dan siswa dapat menggelar pertemuan virtual secara online. Namun jika koneksi internet lemah, maka peserta dalam kelas online tersebut akan terpental dan keluar dari aplikasi. Sehingga aplikasi Zoom ini kurang cocok digunakan di daerah yang minim koneksi internet. 

Dengan pertimbangan kelebihan dan kekurangan dari aplikasi yang telah digunakan, WhatsApp ternyata menjadi media paling efektif. Aplikasi ini dapat menjadi platform untuk kelas online dan juga dapat berjalan baik meskipun dalam koneksi internet yang lemah. 

WhatsApp adalah aplikasi yang sangat populer. Sudah hampir pasti, setiap ponsel terdapat aplikasi tersebut dan dapat digunakan secara gratis. Artinya, para siswa pun diharapkan bisa mengikuti pembelajaran online tanpa perlu memasang aplikasi yang lain. 

WhatsApp juga bisa digunakan sebagai media pembelajaran yang interaktif. Fitur yang terdapat pada WhatsApp bukan hanya bisa digunakan sebagai pengiriman pesan dalam bentuk teks, namun juga bisa melakukan panggilan video secara bersama-sama. 

Dan yang menarik lagi, melalui fitur yang ada di WhatsApp, guru dapat menyajikan soal-soal dengan berbagai tipe mulai dari soal pilihan ganda, esai, dan lain sebagainya. Dan soal-soal tersebut dapat memberikan respon secara otomatis ketika siswa menuliskan jawabannya atas soal yang muncul. 

Siswa tidak perlu menunggu nilai dari soal-soal yang telah dijawab. Pasalnya, skor dapat dilihat setelah seluruh soal terjawab. Nah, itulah kelebihan WhatsApp yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan penyajian soal yang interaktif. 

Untuk dapat membuat soal melalui WhatsApp ini, aplikasi tersebut perlu disambungkan dengan Google Drive. Dan dalam penyusunan soal dapat dilakukan melalui Google Spreadsheet. 

Penasaran bagaimana caranya? 

Klik di SINI untuk mengikuti e-Course Optimasi WhatsApp untuk Pembelajaran dan Penilaian Otomatis

Berita Terkait

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka
Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 
Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan
Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan
Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan
Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 
Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua
Keajaiban Kecerdasan Buatan (AI) yang Mampu Merevolusi Dunia Pendidikan
Berita ini 157 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:35 WIB

Memaksimalkan ChatGPT untuk Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Senin, 19 Februari 2024 - 15:20 WIB

Dampak Positif Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan di Indonesia 

Jumat, 16 Februari 2024 - 09:32 WIB

Menggali Potensi Kecerdasan Buatan dan Etika Penerapannya di Dunia Pendidikan

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:50 WIB

Kecerdasan Buatan yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Selasa, 6 Februari 2024 - 10:35 WIB

Geogebra Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Senin, 5 Februari 2024 - 10:27 WIB

Apakah  Sosok Guru Akan Tergantikan oleh Teknologi AI? 

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:55 WIB

Kehadiran ChatGPT dalam Dunia Pendidikan, Bagai  Pedang Bermata Dua

Sabtu, 3 Februari 2024 - 15:20 WIB

Keajaiban Kecerdasan Buatan (AI) yang Mampu Merevolusi Dunia Pendidikan

Berita Terbaru