Home / Opini

Sabtu, 4 Juni 2022 - 01:38 WIB

Sebuah Alternatif Mendorong Siswa Mahir Bicara Bahasa Inggris

Oleh Evi Hafidha, S.Pd

Guru di SMK Negeri 1 Brebes

 

Sebagian besar siswa kita masih memiliki masalah dalam belajar Bahasa Inggris, terutama ketika menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi. Itulah mengapa kebanyakan siswa yang lulus SMA/SMK di Indonesia belum mampu berbicara bahasa Inggris dengan baik. Padahal jika dilihat dari waktu belajar yang cukup lama mulai SD, seharusnya siswa yang lulus SMA/SMK sudah mampu berbicara bahasa Inggris dengan baik.

Seiring dengan perkembangan zaman, bahasa Inggris sekarang telah menjadi bahasa internasional. Oleh karena itu, menguasai bahasa Inggris merupakan salah satu kunci keberhasilan di masa mendatang bagi para siswa. Akan tetapi sayang sekali, jika para pelajar tidak dapat menguasai bahasa tersebut. 

Ada beberapa faktor yang menyebabkan siswa kurang bersemangat dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris. Faktor-faktor tersebut antara lain karena banyak siswa yang menganggap bahwa bahasa Inggris itu sulit, takut diejek teman karena dianggap sok ‘Bule’, tidak ada lawan untuk berbicara dan merasa malu dengan teman.  

Selain itu kurangnya motivasi dari guru juga sangat berpengaruh pada kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa Inggris. Ada juga siswa merasa tidak membutuhkan kemampuan berbicara bahasa Inggris. Padahal kemampuan berbicara adalah skill yang  memiliki nilai plus baik di dunia kerja maupun di jenjang pendidikan selanjutnya dan merupakan kemampuan yang paling mudah untuk dinilai secara cepat dibandingkan dengan skill membaca, menulis dan mendengarkan.

Ada beberapa cara untuk membangkitkan semangat siswa untuk aktif berbicara menggunakan bahasa Inggris. Yang pertama adalah guru meyakinkan kepada siswa bahwa berbicara dengan bahasa Inggris itu mudah dan menyenangkan. Guru juga harus memberikan motivasi kepada siswa dengan menjabarkan manfaat yang akan diperoleh sehingga siswa merasa membutuhkan. 

Gunakan media audio visual untuk merangsang ketertarikan siswa. Selanjutnya guru membimbing siswa tentang apa yang harus dilakukan dengan konsep yang jelas sehingga bisa dengan mudah dipahami oleh siswa. Kemudian guru dan siswa bersama-sama menciptakan suasana yang hidup di kelas dengan aktif mempraktikkan berbicara menggunakan bahasa Inggris secara langsung. 

Kerja sama antara guru dan murid harus terjalin dengan baik, demikian juga dengan kerja sama antar siswa. Dan satu hal yang harus ditanamkan kepada siswa adalah guru meyakinkan kepada mereka bahwa semua bisa dilakukan dengan mudah dan menyenangkan jika mereka berusaha untuk bersungguh-sungguh dan saling bekerja sama. 

Setelah selesai pembelajaran, guru dan siswa sebaiknya “merayakan” kesuksesan bersama dengan memberikan pujian dan penghargaan secara psikis yang meningkatkan semangat dan kepercayaan diri.

Nah, adapun tips dan langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk membuat siswa aktif dan semangat dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris adalah sebagai berikut: 

Pertama, menyadarkan siswa bahwa bahasa Inggris adalah bahasa yang menyatu dengan diri kita. Bahasa Inggris bukanlah bahasa langit yang hanya ada di awang-awang dan hanya dipelajari di kelas saja, akan tetapi seiring dengan perkembangan zaman, bahasa Inggris sudah menjadi bahasa komunikasi yang lazim digunakan dan memungkinkan bagi siapa saja untuk berinteraksi dengan warga negara manapun di dunia. 

Setelah mereka menyadari hal itu, kita ajak mereka untuk berinteraksi menggunakan bahasa Inggris di dalam kelas untuk menanamkan pembiasaan. Salah satunya  dengan melakukan Role Play atau bermain peran. Ada yang berperan menjadi siswa dan ada di antara mereka yang berperan sebagai guru di mana peran tersebut ditentukan secara acak.

Guru menayangkan video visual untuk menambah wawasan dan membangkitkan semangat siswa. Setelah itu guru dan siswa menyusun ungkapan-ungkapan apa saja yang sering digunakan di dalam kelas seperti tanya jawab tentang kabar dan kehadiran siswa, bagaimana jika siswa terlambat masuk kelas, bagaimana cara izin meninggalkan kelas karena ada suatu kepentingan, dan lain-lain.

Baca Juga:  Penerapan Sekolah Berwawasan Lingkungan di SDN 05 Bojongbata

Kemudian guru memberikan contoh cara membacanya serta menjelaskan role play yang akan dilakukan. 

Selanjutnya guru memberikan waktu kepada siswa untuk menguasai materi. Ingatkan kembali bahwa pembagian peran pemain role play akan ditunjuk secara acak, jadi semua siswa menyiapkan diri baik berperan sebagai guru maupun sebagai siswa. 

Untuk berlatih dan mempersiapkan diri, siswa diminta untuk berpasangan dengan teman sebangku dan secara bergiliran mereka berdua memperagakan dialog baik sebagai siswa maupun sebagai guru tanpa membaca skrip.

Setelah beberapa saat berlalu, guru menanyakan kesiapan siswa. Jika siswa menyatakan sudah siap, guru memulai role play dengan menunjuk siapa yang akan menjadi guru dan siapa yang akan menjadi siswa secara spontanitas. 

Guru perlu memberikan apresiasi terhadap penampilan siswa dan sesekali diselingi dengan komentar yang menyegarkan suasana. Misalnya dengan mengucapkan kata-kata yang lucu. Komentar tersebut bisa menggunakan bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia karena hanya bertujuan untuk selingan.

Setelah role play selesai dilakukan, guru memberikan evaluasi dari penampilan siswa, mana yang perlu dipertahankan dan mana yang perlu ditingkatkan lagi.

Yang terakhir, guru dan siswa ‘merayakan’ kesuksesan bersama dengan tepuk tangan meriah dan memberikan predikat-predikat positif yang bisa meningkatkan kepercayaan diri siswa.

Setelah role play dilakukan, terbukti siswa tampak menjadi lebih percaya diri dan menikmati proses berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam pertemuan-pertemuan berikutnya karena mereka telah membuktikan bahwa berbicara menggunakan bahasa Inggris adalah hal yang mudah dan menyenangkan. Di situlah kesempatan bagi guru untuk mengembangkan kemampuan berbicara siswa dengan tema yang berbeda disesuaikan dengan kompetensi yang akan dikuasai. 

Selain itu guru juga perlu mengajak siswa untuk menerapkan kemampuan berbicara mereka di luar jam pelajaran bahasa Inggris bersama dengan teman-teman satu kelas. Kondisikan supaya mereka bersatu dan saling mendukung sehingga tidak merasa canggung dan tidak ada lagi cibiran kepada sesama siswa karena dianggap sok “Bule” seperti sebelumnya. 

Kita juga menyampaikan kepada siswa bahwa mereka akan mendapatkan nilai plus jika aktif berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, berikan kesempatan kepada mereka untuk bertanya dan berkonsultasi jika menemukan kendala. Jika tidak keberatan, kita bisa mengizinkan mereka untuk berkonsultasi kapan saja baik secara langsung maupun melalui media  sosial. 

Setelah komunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan teman sekelas berjalan dengan baik, ajak juga mereka untuk menerapkan komunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan teman-teman dari kelas lain yang sama-sama diajar oleh kita supaya terbentuk lingkungan yang kondusif untuk mengembangkan kemampuan berbicara dengan bahasa Inggris. 

Sering-seringlah kita untuk mengecek perkembangan siswa dan terus memotivasi mereka dalam menerapkan komunikasi antar kelas menggunakan bahasa Inggris. Dengan begitu diharapkan akan tumbuh komunitas berbicara bahasa Inggris (speaking community) dengan kesadaran penuh tanpa paksaan, yang akhirnya akan bisa mencetak lulusan-lulusan SMA/SMK yang memiliki kompetensi dan skill berbicara bahasa Inggris yang baik. (*)

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

Editor: Moh. Haris Suhud, S.S.

Share :

Baca Juga

https://naikpangkat.com/cara-mudah-membuat-brosur-ppdb-online-bagi-pemula/

Opini

Perpustakaan Digital sebagai Sumber Informasi Masyarakat Modern

Opini

Sertifikasi untuk Guru Tua

Opini

Meluruskan Miskonsepsi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
computer thingking dalam pempelajaran

Opini

Penerapan Computational Thinking dalam Pembelajaran Abad 21
pengaruh gadget pada siswa sekolah

Opini

Waspadai Penyalahgunaan Gadget oleh Anak di Era Pembelajaran Online

Opini

Potensi Penyalahgunaan Dana BOS 2021 di Tahun Pandemi
FLIPPED CLASS

Opini

Contoh RPP Berorientasi Literasi dan Numerasi

Opini

Blended Learning Solusi untuk Mencegah Learning Loss di Masa Pandemi Covid-19