Home / Opini

Jumat, 4 Februari 2022 - 00:11 WIB

Rahasia Cepat Naik Pangkat bagi Guru dengan Publikasi Ilmiah

Oleh Supiani, M.Pd.

Mentor Penulisan Karya Ilmiah di e-Guru.id & GuruJuara.com

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dalam pengembangan profesi guru merupakan salah satu dari unsur yang diperlukan untuk memenuhi angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan jabatan fungsional guru. 

Pasal 11 PermenegPAN dan RB Nomor 16 tahun 2009 menjelaskan bahwa kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan dapat dilakukan melalui:

  • Melaksanakan pengembangan diri 

Bentuk kegiatan pengembangan diri meliputi mengikuti diklat fungsional dan melaksanakan kegiatan kolektif guru. 

  • Publikasi ilmiah

Bentuk kegiatan publikasi ilmiah meliputi membuat karya tulis ilmiah dan mempublikasikannya; dapat berupa hasil penelitian, tinjauan ilmiah, buku, modul dan sejenisnya.

  • Membuat karya inovatif

Bentuk kegiatan karya inovatif meliputi menemukan teknologi tepat guna, menemukan/menciptakan karya seni, membuat/memodifikasi alat pelajaran, mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman penulisan soal dan sejenisnya. 

Publikasi Karya Ilmiah untuk Kenaikan Pangkat

Publikasi ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan kepada masyarakat. Bentuk publikasi yang dapat dilakukan oleh guru dapat berupa presentasi pada forum ilmiah, publikasi hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal, publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, atau buku pedoman guru.

Jika dipahami secara mendalam sebenarnya untuk menggapai angka kredit dari publikasi ilmiah yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat sangat mudah. Namun terkadang para guru sudah antipati terhadap publikasi ilmiah. Mereka menganggap melakukan publikasi karya ilmiah terlalu sulit. Akhirnya mereka stagnan di pangkat yang sama hingga 7 tahun, bahkan tidak pernah naik pangkat selama kurun waktu tersebut.

Di antara beberapa faktor yang dapat menghambat atau membuat guru sulit naik pangkat adalah:

  1. Kurang memahami buku 4 PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan). 
  2. Kurang memahami cara menulis karya tulis ilmiah. 
  3. Kurang memahami apa saja bentuk publikasi ilmiah yang dapat dilakukan guru dan dapat digunakan untuk persyaratan naik pangkat. 
Baca Juga:  Orang Tua Harus Bijaksana dalam Mendidik Anak di Masa Pandemi

Jikalau para guru memahami buku 4 PKB ini dengan mendalam, maka kenaikan pangkat—yang secara normal dapat diraih dalam 4 tahun—dapat dengan mudah dicapai bahkan hanya dalam kurun waktu 2 tahun. 

Ini adalah pengalaman saya pribadi. Saya seorang guru ASN golongan III/a sejak April 2011 dan baru naik ke III/b tahun 2014. Kurangnya pemahaman saya tentang kenaikan pangkat membuat saya terlambat naik pangkat, padahal harusnya dalam 2 tahun bisa naik pangkat. Dan saya tidak ingin mengulangi kesalahan saya tersebut. 

Pada bulan April 2017, saya masih di golongan III/c. Di bulan Oktober 2019, saya bisa naik ke III/d. Kemudian di bulan Oktober 2021, saya berhasil naik ke golongan IV/a hanya dalam waktu 2 tahun. Bahkan sebenarnya angka kredit yang saya dapatkan bisa digunakan naik pangkat dalam kurun waktu 1,5 tahun. Namun sayang terkendala peraturan yang mensyaratkan harus 2 tahun menduduki pangkat tersebut. Akhirnya dalam kurun waktu tepat 2 tahun saya boleh naik pangkat.

Di sini saya akan berbagi sedikit tips mendapatkan angka kredit dengan mudah untuk kenaikan pangkat. 

Sebenarnya yang diperlukan hanya belajar secara ekstra tentang publikasi ilmiah. Ya,  yang saya pelajari dan perlu saya pahami adalah bagaimana membuat karya ilmiah dan bagaimana publikasinya. Ternyata semua itu cukup mudah. 

Berikut ini adalah tips bagaimana mudah naik pangkat bagi para guru PNS:

  • Raih sebanyak mungkin angka kredit dari semua unsur PKB. Anda bisa melakukan pengembangan diri semaksimal mungkin. Saat ini banyak pelatihan online yang bisa kita ikuti, salah satunya mengikuti pelatihan di e-Guru.id dengan cara klik link berikut ini: GABUNG e-Guru.id.  Di e-Guru.id Anda bisa mengikuti berbagai pelatihan yang tentunya akan meningkatkan kompetensi sebagai guru dan juga dapat berbagi pengalaman dan ilmu dengan seluruh guru di Indonesia.
  • Untuk memaksimalkan publikasi ilmiah dari karya ilmiah yang Anda buat, agar mendapatkan angka kredit yang maksimal, maka Anda harus memahami berbagai bentuk publikasi karya tulis ilmiah. Misalnya saja Anda sudah membuat 1 buah PTK, Anda dapat mempublikasikannya dalam berbagai bentuk. Silahkan lihat tabel berikut:
Baca Juga:  Pembelajaran di Masa Pandemi yang Menguras Emosi dan Energi
No Bentuk Publikasi IlmiahAngka Kredit
1Laporan hasil penelitian (PTK/ PTS) yang diseminarkan di sekolah 4
2Laporan hasil penelitian yang disusun menjadi artikel ilmiah yang diterbitkan/ dijurnalkan (PTK yang dibuat artikel dan dijurnalkan)2
3Laporan hasil penelitian yang disusun menjadi artikel ilmiah diterbitkan dalam majalah/ jurnal online2
4Laporan hasil penelitian yang diterbitkan dalam bentuk buku ber-ISBN atau ada pengakuan dari BNSP4
5Makalah Best Bractice (praktik baik) yang kita buat dari penelitian yang telah kita lakukan2

Hanya dengan membuat 1 buah PTK saja kita sudah dapat 14 angka kredit, untuk kenaikan pangkat. 

  • Untuk melakukan kedua hal di atas, Anda tentunya harus memiliki motivasi yang kuat untuk maju. Tanpa motivasi yang kuat mustahil cita-cita dapat raih. Kalau Anda berleha-leha tanpa berbuat sesuatu tentunya akan sulit dalam upaya peningkatan karier. 
  • Jangan bosan untuk belajar dan membaca. Belajar, belajar, dan belajar. Itu adalah kunci keberhasilan kita semua. Belajar sepanjang hayat. Karena dengan banyak belajar, kita bisa terus berkembang. 

Demikian tips untuk meraih banyak angka kredit dari karya ilmiah untuk kenaikan pangkat guru

Ingin belajar bagaimana cara membuat makalah best practice yang baik dan benar, kini telah hadir sebuah buku panduan “Cara Mudah & Cepat Membuat Makalah Best Practice”. Dapatkan bukunya dengan cara klik link di bawah ini atau klik pada poster:

Download Buku Panduan: “Cara Mudah & Cepat Membuat Makalah Best Practice”

Share :

Baca Juga

vaksinasi guru

Opini

Guru Siap Divaksin atau Gagal Pembelajaran Tatap Muka

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Muhlisin

Opini

Meniti Jalan Menjadi Guru: Hariyanti
video animasi pembelajaran

Opini

Keterampilan Membuat Video Animasi Pembelajaran bagi Guru Era Digital

Opini

Mewaspadai Lost Learning pada Masa Pandemi
mengenal bakat anak

Opini

Penerapan Discovery Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Pembagian Bilangan Bulat 

Opini

Aplikasi AZ Screen, Media Alternatif untuk Pembelajaran Matematika secara Online
pembelajaran open ended

Opini

Open-ended Learning: Jalan Menuju Keberhasilan AKM